
Melihat Dabria yang melamun, Kennan bisa tebak bahwa Dabria teringat kembali kejadian dihotel waktu itu.
Awalnya hanya niat mengerjai Dabria, tapi sekarang Kennan malah merasa bersalah karena membuat Dabria teringat kembali akan kejadian pahit itu.
Tidak ingin Dabria larut dalam lamunannya, Kennan mengajaknya masuk kedalam hotel. Awalnya Dabria ragu, tetapi saat Kennan beralasan bahwa akan bertemu klien, Dabria pun menurut.
Walau dalam benaknya terus berpikir, untuk apa Kennan membawanya menemui klien?
Dabria memang sadar betul akan statusnya saat ini, apalagi dirinya masih termasuk anak didik.
Mungkin akan sangat memalukan bagi Kennan saat orang-orang mengetahui bahwa Kennan menikah dengan gadis yang statusnya masih sebagai pelajar, mengingat Kennan merupakan seorang presdir di perusahaan besar.
Namun dengan cepat Dabria menyingkirkan pikirannya itu. Lagian Kennan tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa dipikirkan secara matang-matang dan melakukan hal yang sembrono.
..."Selamat datang Tuan dan Nona kecil! " Sapa beberapa pegawai hotel yang sudah berdiri rapih didepan pintu masuk menyambut kedatangan mereka....
Kennan mengabaikan sapaan orang-orang itu, sementara Dabria hanya tersenyum tipis.
Kennan dan Dabria berjalan melalui arah yang diberitahukan oleh beberapa pria berbaju hitam, hal itu membuat Dabria sedikit gemetar.
Dabria berpikir, mungkin klien yang akan ditemuai Kennan hari ini bukan sekedar klien biasa, buktinya ada banyak bodyguard yang mengawasi.
Namun, bagaimanapun juga Kennan merupakan seorang CEO diperusahaan besar, jadi tidak heran jika Ia mempunyai banyak bodyguard.
Setelah berjalan melewati beberapa lorong, tibalah mereka di sebuah kolam dengan dekorasi yang sangat indah dipandang mata.
..."Mas, disini ada acara? " Tanya Dabria penuh penasaran. ...
..."Gak ada. " Sahut Kennan dengan tatapan datarnya membuat Dabria memilih untuk diam enggan untuk bertanya lagi. ...
Gak ada acara, tapi kok tempatnya dihias dengan sangat indah? Batinnya.
..."Ayo, duduk! " Ucap Kennan sambil mengarahkan Dabria duduk di sebuah meja yang sudah di dekor dengan sangat elegant. ...
..."Bagaimana, tempatnya bagus, bukan? " Tanya Kennan. ...
..."Bagus banget Mas. Apa orang yang ingin Mas temui belum datang? " Tanya Dabria. ...
..."Sudah kok, ada disini pula! " Jawab Kennan dengan santainya. ...
Dabria mengerutkan dahinya, matanya memerhatikan sekelilingnya seperti sedang mencari sesuatu.
..."Mana Mas? Disini kan cuma kita berdua. " Lirih Dabria. ...
Kennan tersenyum melihat raut wajah Dabria yang menurutnya menggemaskan.
..."Kamu ini benar-benar polos apa gimana sih? Masa gak peka juga. " Ucap Kennan dengan senyum tipis diwajahnya. ...
..."Tujuan aku ngajak kamu kesini itu buat dinner dengan alasan ingin bertemu orang penting!" Tambahnya membuat Dabria terkejut. ...
..."Ma.. maksudnya aku sama Mas Kennan? " Tanya Dabria untuk memastikan bahwa yang dimaksud oleh Kennan adalah dirinya walau disana cuma ada mereka berdua. ...
..."Gak, sama Dabria Deanisa.Maaf hanya kejutan seperti ini." ...
..."Semoga kamu suka sama tempatnya? " Tanya Kennan dan Dabria pun dengan cepat mengangguk. ...
..."Suka bangat Mas. Ini benar-benar indah, sesuai dengan warna kesukaan aku. Terimakasih Mas. " Ucapnya dengan mata berbinar sambil memerhatikan sekelilingnya. ...
..."Syukurlah! " ...
Maafkan aku Bria, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mengembalikan senyum manismu yang telah kuhancurkan dengan egoku. Aku janji akan melakukan apapun yang dapat membuatmu terus tersenyum seperti ini. Ucap Kennan dalam hatinya sambil menatap dalam Dabria yang sedang menikmati suasana hangat yang ada.
Rasa sesal yang ada didalam hatinya berusaha Ia tebus. Hal yang pernah dilakukannya dengan jahat ingin segera dihapuskannya dengan cara memberikan hal-hal yang menurutnya sederhana tapi membahagiakan.
Bersambung.......