
Betapa terkejutnya sekertaris Rai dan pelayan tersebut saat mendapati Dabria tergeletak tak sadarkan diri di lantai kamar mandi dengan darah di keningnya.
..."Ada apa ini? " Tanya Kennan didepan pintu kamar, sementara sekertaris Rai dan pelayan tersebut sedang berusaha mengangkat tubuh Dabria. ...
Tak mendapat jawaban, Kennan mendekati sekertaris Rai dan pelayan tersebut yang membuatnya tak kalah terkejut saat melihat Dabria tak sadarkan diri dengan darah berceceran di lantai.
..."Kenapa bisa begini? " tanya Kennan dengan nada tinggi. ...
..."Kami juga kurang tau Tuan, saat kami membuka pintu nona sudah tergeletak di lantai seperti ini. " Jelas pelayan tersebut. ...
Saat sekertaris mencoba mengangkat tubuh Dabria, Kennan terlihat tidak suka sehingga dengan cepat Kennan langsung meraih tubuh Dabria dan membaringkan nya diatas kasur.
Hal itu tentu membuat sekertaris Rai yang melihat hal itu tentu merasa heran namun bibirnya menampilkan senyum tipis.
..."Cepat telpon dokter Rizky. Suruh dia datang dengan teman wanitanya." Perintah Kennan pada sekertaris Rai. ...
..."Baik Tuan. " Sahut sekertaris Rai yang langsung menghubungi dokter Rizky yang merupakan dokter langganan Kennan. ...
..."Dia kenapa bisa seperti ini? " Tanya Kennan terlihat khawatir. ...
..."Maafkan kami Tuan, kami juga tidak tahu."Jawab pelayan yang masih berada disana. ...
Sambil menunggu dokter Rizky tiba, Kennan memegang tangan Dabria dan mengusapnya dengan lembut.
Dirinya benar-benar merasa bersalah karena mengabaikan rintihan Dabria tadi.
..." Bangunlah, aku mohon Nona. Apa yang harus saya sampaikan kepada Ibu anda kalau anda kenapa-napa. " Batin sekertaris Rai. ...
Jujur saja sekertaris Rai selalu tak tega pada Dabria setiap kali melihatnya, sekertaris Rai sangat yakin bahwa kelakuan Dabria tidak seperti yang dipikirkan Tuannya selama ini.
Awalnya sekertaris Rai memang sepemikiran seperti Kennan, namun lama-lama setelah dekat dengan ibu Sarita, sekertaris Rai dapat mengambil kesimpulan bahwa kalakuan Dabria tidak seperti yang dipikirkan olehnya dan Tuannya.
Beberapa saat menunggu, akhirnya dokter Rizky pun tiba dengan seorang wanita, keduanya diarahkan kekamar Dabria oleh seorang pelayan. Dokter Rizky sendiri heran saat sekertaris Rai menyuruhnya datang bersama teman wanitanya.
Padahal selama ini setiap kali dokter Rizky disuruh datang ke kediaman Chann tidak pernah diminta seperti ini.
..."Bukan Tuan Kennan yang sakit, tapi... " Ucap sekertaris Rai sambil melirik kearah Kennan. ...
..."Asisten ku. " Sambung Kennan...
..."Sa.. saya baik-baik saja Tuan. " Ucap sekertaris Rai menatap bingung Tuannya. ...
..."Ya, kamu baik-baik saja. Hanya dia. " Ucap Kennan sembari menatap ke arah ranjang. ...
Dokter Rizky mengikuti arah pandangan Kennan membuatnya terkejut.
Dengan langkah pelan, dokter Rizky mendekati ranjang dengan mata yang terus memandang ke arah Dabria.
..."Oh astagah! "...
..."Kenapa kau teriak seperti itu? " Tanya Kennan kesal. ...
..."Ini bukannya gadis yang pernah membawa Ibunya kerumah sakit waktu itu dengan seragam sekolah nya?" Tanya dokter Rizky pada teman wanitanya. ...
..."Iya benar, dok. " Sahut dokter wanita itu setelah mendekati ranjang dan menatap wajah Dabria dengan tubuh ditutupi selimut. Darah yang ada di kening Dabria sudah dibersihkan oleh pelayan tadi sembari menunggu kedatangan dokter Rizky dan teman wanitanya. ...
..."Rumah sakit? " Tanya Kennan heran. ...
..."Iya Tuan. Lebih baik kita periksa dulu keadaannya. Ini kenapa bisa begini. " Tanya dokter Rizky. ...
..."Jangan kamu, biar teman wanitamu. " Larang Kennan. ...
..."Hah, baiklah. " Ucap dokter Rizky. ...
Sebelum Dabria diperiksa Kennan, sekertaris Rai dan dokter Rizky keluar dari kamar tersebut agar dokter tersebut lebih leluasa dalam memeriksa Dabria.
Bersambung.......