Snow-white

Snow-white
Sedikit Perhatian



Dokter wanita yang ditugaskan untuk memeriksa Dabria masih belum selesai padahal ini sudah lebih dari lima belas menit Ia memeriksa Dabria di dalam kamar.


Kennan, sekertaris Rai dan dokter Rizky masih menunggu diluar dengan pikiran masing-masing karena tidak ada perbincangan sama sekali.


Sesekali Kennan menatap ke arah pintu, berharap dokter itu keluar, namun tak kunjung.


..."Ck. Kenapa lama sekali sihh? " Ucap Kennan kesal karena sudah tidak sabar. ...


Asisten Rai dan dokter Rizky hanya saling pandang sembari menatap bingung Kennan karena tidak biasanya Kennan terlihat begitu cemas seperti ini.


Ceklek.......


Pintu kamar terbuka, dibuka oleh dokter yang memeriksa Dabria dengan tidak sabarnya Kennan berdiri dari duduknya menghampiri dokter yang kembali berjalan menuju ranjang tempat Dabria yang sedang bersandar dengan raut wajah pucat nya.


..."Tu-Tuan! " ucap Dabria yang langsung menunduk. ...


..."Ada apa dengan mu? Kenapa kau sampe tak sadarkan diri? " Kennan langsung membobol Dabria dengan pertanyaan nya yang mana tak dijawab oleh Dabria karena jujur dirinya sendiri tidak tau apa yang terjadi. ...


Saat membuka mata tadi, Dabria dibuat terkejut dengan seorang wanita berpakaian dokter yang sedang berdiri disampingnya.


..."Penyakit lambung nona kambuh. Apa nona belum makan apa apa? " Jelas dokter wanita yang merupakan patner dokter Rizky. ...


..."I.. iya dok! " jawab Dabria yang memang belum makan apa apa sedari pagi. ...


..."Ck. Makan saja susah! " ucap Kennan kesal. ...


..."Ma.. maaf Tuan! " ucap Dabria yang lagi-lagi menunduk tak ingin menatap wajah Kennan, pikirnya Kennan pasti sedang menatapnya dengan tatapan tajamnya. ...


..."Anda harus makan tepat waktu, dan ini resep obat untuk nona. Nanti ditebus di apotek, dan jangan lupa diminum secara rutin. " Ucap dokter tersebut sembari menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan beberapa macam obat yang harus ditebus pada Dabria. ...


Saat tangan Dabria terangkat ingin meraih kertas itu, dengan cepat Kennan langsung merebutnya dari dokter itu.


..."Baik Tuan! " tanpa menunggu, sekertaris Rai langsung pamit undur diri. ...


Lagi-lagi dokter Rizky dibuat heran dengan sikap Kennan yang dilihatnya secara langsung. Istimewa sekali gadis ini , bisa mendapat perhatian dari Kennan , si manusia kutub. Ya, walaupun perhatiannya terkesan menyeramkan, sih. Bicara dokter Rizky pada dirinya sendiri dalam hatinya.


Merasa urusan mereka sudah selesai, dokter Rizky dan temannya pun pamit undur diri.


..."Bayarannya minta pada Rai. " ucap Kennan sebelum keduanya melangkah yang membuat mereka hanya pasrah. ...


Kennan memang seperti itu, terpaksa mereka harus memberitahu asisten Rai lagi karena yang belum kembali.


*******


..."Permisi non! " ucap bibi yang sedang berdiri didepan pintu....


..."Iya bi, masuk aja. " sahut Dabria...


Bibi itu mendekat ke arah Dabria dengan nampan berisi makanan ditangannya.


..."Non makan dulu, disuru sama Tuan, katanya setelah itu minum obat. Ini obatnya juga sudah bibi siapin! " ucap bibi yang dijawab anggukan kepala oleh Dabria yang tak lupa dengan senyuman dibibirnya. ...


..."Bibi permisi dulu, non!"...


..."Iya bi"...


Setelah bibi pergi, Dabria menatap makanan yang tertata rapi diatas meja dengan beberapa butir obat membuatnya tersenyum tipis.


..."Terimakasih Tuan untuk sedikit perhatiannya, ya walaupun hanya sekedar rasa kasihan, tapi setidaknya dengan ini aku tidak kesakitan lagi. " ucap Dabria seorang diri ditambah dengan senyuman yang tak lepas diwajah pucat nya. ...


Bersambung.......