Snow-white

Snow-white
Jihan



Terlihat dari raut wajahnya, Jihan begitu kesal dan dirinya benar-benar marah saat mengingat kedekatan Kennan dan Dabria tadi.


Tiba-tiba seorang pria menghampiri mereka dan langsung merangkul pundak Jihan dengan mesranya.


..."Sayang, ayo kita pulang! " ucapnya...


Jihan yang terlihat kesal pada Dabria pun karena Dabria tidak mengaku sebagai kekasih pura-pura seperti yang diinginkan Jihan, tanpa menjawab Ia menghentakkan kakinya dan langsung pergi dari sana untuk menyiapkan semua barangnya.


Jihan tidak ingin Riko yang berstatus sebagai tunangannya tau bahwa dirinya masih memikirkan tentang Kennan.


Beberapa bulan lalu, Riko melamar Jihan karena yang ia pikir Jihan adalah wanita single, namun setelah lamarannya diterima, beberapa hari kemudian Riko baru mengetahui kalau Jihan ternyata sudah punya tunangan, dan mereka membatalkan tunangan karena Jihan beralasan bahwa tunangannya Kennan menghianati nya.


Karena mereka sudah berteman sejak di sekolah menengah, sehingga semua sifat Jihan diketahui dengan jelas oleh Riko. Riko menyukainya sejak sekolah menengah karena sifatnya yang angkuh walau sedikit manja dan kasar bahkan emosinya kadang meluap-luap.


Sehingga waktu sekolah menengah, Riko sudah bertekad bawah suatu saat Ia akan melamar Jihan setelah diangkat menjadi CEO mengantikan ayahnya.


Dan itu benar dilakukannya saat hari dimana dia diangkat menjadi CEO , Ia langsung melamar Jihan pada hari itu juga dan lamarannya langsung diterima olehnya.


Jihan berpikir mungkin akan lebih bagus dirinya menerima lamaran Riko, karena Riko merupakan anak tunggal dan pewaris tunggal. Otomatis semua harta orang tuanya akan jatuh ke tangannya sendiri tanpa dibagi-bagikan.


Sedangkan Kennan masih punya saudara.


Saat dalam perjalanan pulang, sekertaris Rai sesekali memandang lewat cermin mobil untuk melihat penampilan Dabria yang sedikit berantakan , ditambah lagi saat tadi melihat Tuannya membawa tubuh Dabria keluar dari kamar hotel benar-benar membuatnya terkejut.


Menyadari bahwa sekertaris Rai terus memperhatikannya, membuat Dabria merasa risih.


..."Ada apa Tuan Rai? " Tanya Dabria...


Sekertaris menelan ludahnya dengan kasar karena ketahuan melirik Dabria yang saat ini berstatus sebagai nona muda.


..."Maafkan saya, Nona. Saya hanya melihat tampilan anda yang berantakan."...


..."Hah.... berantakan? " Dabria sampai ke lalapan mendengar ucapan sekertaris Rai. ...


Tentu saja sekertaris Rai penasaran dengan perlakuan Kennan yang dilihatnya tadi. Apalagi saat keluar dari hotel, keduanya tampak berantakan.


Beberapa menit telah berlalu, mereka akhirnya tiba didepan rumah mewah, tempat kediaman Kennan.


..."Dea! " panggil Zain saat Dabria hendak memutar ganggang pintu. ...


..."Ada apa Tuan? " Tanya Dabria menatap Zain. ...


Zain memperhatikan setiap tampilan Dabria dari ujung kaki sampai ujung rambut.


..."Dea, kemana tadi? Aku cari-cari tapi gak ada? "...


..."Maaf Tuan, saya tadi ijin sebentar sama Tuan Kennan untuk datang ke acara ulang tahun teman. " Jawab Dabria dengan asal karena tidak ingin Zain curiga bahwa Ia dan Kennan memintanya untuk menghadiri acara sebagai pasangannya. ...


Didalam hatinya Dabria berharap Zain tidak melihatnya turun dari mobil tadi yang dia antar oleh sekertaris Rai. Kau Zain melihatnya, Dabria mungkin harus mencari alasan yang masuk akal lagi dalam waktu singkat.


..."Oh! " Jawab Zain, di tatapan matanya Dabria bisa melihat bahwa Zain sepertinya percaya dengan alasannya. ...


..."Ada apa Tuan Zain mencari Bria? " tanya Dabria setelah menarik napas lega karena Zain tidak menanyakan hal yang tidak tidak. ...


..."Dea, sudah aku bilang jangan panggil aku dengan sebutan Tuan. Panggil Zain saja." Ucap Zain...


..."Maaf Tu.. eh maksudnya Zain! " Ucap Dabria dengan kepala menunduk. ...


..."Iya gak apa-apa. Aku tadi nyari Dea untuk belajar lagi. Ada yang kurang aku mengerti. "...


..."Baik Zain, kalau begitu Bria ganti baju dulu. "...


..."Yasudah, aku tunggu didepan, ya! " Ucap Zain lagi dan di anggukan oleh Dabria. ...


Zain menuruni tangga menuju ruang tengah, sementara Dabria kembali memutar ganggang pintu dan masuk untuk mengganti pakaian nya.


Dabria teringat akan kejadian dihotel tadi, jujur dalam hatinya Ia benar-benar merasa bersalah karena sudah lancang menampar Kennan. Tapi kalau itu tidak dilakukannya, mungkin Kennan sudah berbuat yang tidak diinginkannya padanya.


Tidak ada salahnya kan membelah diri dan melindungi diri sendiri?


Bersambung.......