
Dabria merasa bingung, dengan sebutan apalagi ia harus memanggilnya kalau bukan 'Tuan'.
..."Ta-tapi Tuan!" ucap Dabria dengan terbata-bata....
..."Sudah kukatakan, panggil aku dengan sebutan sayang!" ucap Kennan membuat Dabria terkejut....
Tanpa menjawab, dan tak ingin membantah lagi, Dabria hanya mengangguk. Walau canggung, tapi apa boleh buat? Percuma ia membantahnya.
..."Tutuplah jendelanya, angin malam tidak bagus untuk kesehatan! " ucap Kennan...
..."Baik Tuan! " sahut Dabria membuat Kennan menatap tajam kearahnya....
Menyadari kalau ia salah ucap yang membuat Kennan menatap tajamnya, Dabria kembali mengucap dengan sedikit gugup.
..."Baik sa-sayang! "...
..."Jangan sampai salah lagi, atau bibirmu itu ku hukum! " ucap Kennan...
Mendengarnya Dabria langsung paham dari hukuman yang dimaksud oleh Kennan.
..."Iya sayang! " sahutnya...
..."Gadis pintar! " ucap Kennan dan Dabria kembali melangkah untuk menutup jendela kamar yang terbuka....
Kennan mematikan lampu kamarnya, dan menarik selimut untuk menutupi dirinya, disadarinya Dabria masi terdiam dan mematung, ia menarik tangannya membuat Daniah terkejut kaget.
..."Tuan, eh sa-yang! " ucapnya terbata-bata...
Mendengar Dabria salah mengucap, Kennan langsung mendaratkan kecupan hangat dibibirnya. Benar saja seperti apa yang dipikirkan Dabria.
..."Sudah kukatakan padamu, jangan sampai salah ucap. " ucapnya...
..."Ba-baik! " sahutnya...
..."Tidurlah! " ucap Kennan yang langsung memejamkan matanya sambil memeluknya....
Namun Dabria sama sekali belum memejamkan matanya, setelah disadarinya bahwa Kennan sudah terlelap, ia berusaha melepaskan tangan Kennan yang melingkar ditubuhnya.
..."Apa yang kau lakukan? " ucap Kennan yang kembali mempererat pelukannya....
..."Tidak, aku hanya kesulitan bernapas! " mendengar ******* nafas Dabria yang memang kesulitan bernapas karena pelukan Kennan yang erat, Kennan melepaskan pelukannya....
Setelah Kennan sudah terlelap dan seperti mulai masuk dalam dunia mimpinya, Dabria pun segera memejamkan matanya dan ikut terlelap.
.......
Malam yang sunyi telah berganti pagi yang cerah, Dabria terbangun saat matahari menyinari wajahnya lewat celah jendela.
..."Ya Tuhan, aku kesiangan! " gumamnya yang langsung bergegas menuju kamar mandi membiarkan Kennan yang masih terlelap di tidurnya....
Dabria sendiri heran, bagaimana bisa ia kesiangan bangunya? Padahal setiap hari ia selalu bangun sebelum matahari terbit.
Tanpa berlama-lama, Dabria kini telah selesai membersihkan diri, dan saat hendak mengambil seragamnya yang tersusun rapi dilemari, Kennan pun terbangun dan menyapanya.
..."Selamat pagi, sayang! " ucap Kennan membuat Dabria terkejut dan langsung membalikkan badannya....
..."Pagi! " sahutnya...
Dabria dengan terburu-buru mengambil seragamnya, dan hendak pergi kekamar mandi namun Kennan mencegahnya dengan berkata.
..."Berpakaian saja disini, untuk apa kau malu? " ucapnya, namun Dabria tak mempedulikannya,namun kembali melangkah kedalam kamar mandi....
..."Dasar pemalu! " ucap Kennan setelah Dabria mengunci pintunya dengan erat....
Setelah bersiap-siap, Dabria keluar dari kamar didapati Kennan yang sedang duduk di ruang tengah sambil menikmati secangkir kopi.
Kennan hari ini tidak seperti biasanya, saat Dabria hendak berangkat tidak pernah melihatnya karena biasanya Kennan selalu berolahraga setiap pagi sebelum berangkat ke kantor.
Kennan begitu terpesona oleh kecantikan Dabria yang berjalan turun dari tangga, karena ini kali pertamanya melihat Dabria menggunakan seragam sekolahnya. Ia memang pernah melihatnya bersama Annisa saat pulang sekolah, namun mereka kalah itu mengenakan pakaian olahraga.
..."Apa dia adalah bidadari tak bersayap? " batin Kennan...
Dabria berjalan menghampirinya untuk berpamitan.
..."Tuan! " Dabria merasa salah dengan ucapannya ketika tatapan tajam Kennan menyoroti nya....
..."Sayang, aku berangkat! " ucapnya dengan nada suara rendah....
Kennan yang terus memerhatikan Dabria hanya mengangguk, namun saat Dabria hendak melangkah, Kennan menghentikannya dengan ucapannya.
..."Hey, apa rokmu itu tidak bisa diperpanjang? " ucap Kennan membuatnya bingung....
..."Diperpanjang? " tanya Dabria dengan raut wajah bingungnya....
..."Rokmu itu terlalu pendek, dapat mengoda banyak orang! " ucapnya...
..."Tapi memang ini standar ukuran rok disekolah seperti ini, dan semua siswi mempunyai ukuran rok yang sama! " jelas Dabria...
Tiba-tiba Zain datang menghampiri keduanya yang satu mempersalahkan ukuran rok, yang satu malah terlihat bingung.
..."Dea, kamu makin hari makin cantik, pantas saja kamu jadi primadona sekolah, orang cantiknya kelewatan." puji Zain...
Dabria hanya tersenyum tipis menanggapi pujian yang dilontarkan Zain.
..."Primadona sekolah? Apa maksudmu? " tanya Kennan yang terlihat kesal....
..."Dea ini sebagai perhatian utama semua siswa, aku bahkan melihatnya pertama langsung tertarik. Ya, kalau dipikir-pikir memang wajar kalau Dea jadi perhatian utama disekolah terutama para lelaki, dia kan cantik, pintar. " puji Zain membuat Kennan semakin kesal dibuatnya....
Dabria yang menyadari raut wajah Kennan yang kesal pun langsung mengalikan ucapan Zain.
..."Tuan Zain, Dabria boleh numpang gak? Soalnya sudah kesiangan, kalau nunggu angkot takutnya telat. " ucapnya...
..."Dengan senang hati Dea, sering-seringlah kesiangan agar kita bisa berangkat bareng!" ucap Zain membuat Kennan menatap tajamnya....
..."Yaudah, kita berangkat sekarang! " ucap Dabria yang tak tahan dengan tatapan mata tajam Kennan....
..."Siap cantik! " sahut Zain dan keduanya pergi setelah berpamitan dengan semua orang rumah....
Selama ini Zain tidak pernah berpamitan dengan siapapun, bahkan kakaknya sendiri juga jarang. Tapi hari ini saat Dabria berpamitan dengan semua orang rumah termasuk para pelayan, Zain dibuat takjub dan juga mengikuti Dabria untuk berpamitan pada semua orang rumah sebelum mereka berangkat.
Sementara Kennan yang masih kesal pun kembali ke kamarnya dan membaringkan diri disofa.
..."Kenapa aku jadi seperti ini? " ucapnya seorang diri yang juga merasa heran dengan perubahan sifatnya....
Pikirannya terus di penuhi oleh ucapan Zain, dan juga pesona Dabria yang memang semakin hari, semakin terlihat cantik.
..."Peraturan aneh! " kesalnya saat kembali teringat akan rok seragam yang dikenakan Dabria....
..."Apa, aku sekolah lagi? Ah,aku mungkin akan terlihat gila jika bersekolah lagi,ini pikiran yang benar-benar konyol. Tapi bagaimana caranya agar Dabria tidak menjadi idola sekolah seperti yang dikatakan oleh anak menyebalkan itu?" ucapnya yang benar-benar terlihat konyol oleh ucapannya sendiri....
Demi menghentikan pikiran konyolnya, Kennan bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap kekantor.
Karena kekesalannya, kamar yang awal terlihat rapi sekarang sudah seperti kapal pecah.
Ketika Kennan sudah berangkat kekantor dan pelayan yang bertugas membersihkan kamarnya pun terkejut oleh kondisi kamar yang berantakan.
..."Apa baru saja terjadi perang? " ucap seorang pelayan pada temannya....
..."Kurasa seperti itu, tapi ini pertama kalinya kamar Tuan terlihat begitu berantakan! " sahut yang lainnya....
..."Apa mungkin ini ada hubungannya dengan nona? Bukannya semalam mereka sekamar? " sahut yang lainnya...
..."Kurasa seperti itu, mungkin saja ini pertama kalinya sehingga kenikmatan yang membara itupun menguasai mereka hingga seperti ini. " ucap pelayan tersebut setelah memperhatikan sekelilingnya...
Kedua pelayan itupun membersihkan kamar tersebut dan kembali merapihkan nya seperti semula.
Bersambung.......