
Beberapa waktu telah berlalu, mereka membela jalanan yang luas, akhirnya mobil yang ditumpangi Dabria tiba didepan tempat acara itu berlangsung.
Kennan sudah tiba lebih dulu dan hanya duduk menjauh dari orang-orang karena ia yang merasa kesal dengan ucapan Jihan mantan tunangannya.
Beberapa saat lalu, saat Kennan tiba didepan gedung acara, Ia langsung di sambut oleh para petugas keamanan.
..."Selamat datang Tuan Kennan! " ucap para penjaga itu secara bersamaan....
Namun Kennan tidak menggubrisnya sama sekali, Ia hanya merapikan lengan jasnya dan kemudian melangkah dengan gagahnya kedalam gedung itu.
Saat sampai didepan pintu, Ia dihampiri oleh Jihan mantan tunangannya.
..."Wah, ternyata sifatmu sama sekali belum berubah, kau sama sekali tidak peduli dengan orang lain walau hanya sekedar membalas sapaan mereka. Aku merasa bersyukur karena meninggalkanmu, dan aku yakin tidak ada wanita yang mau mendekatimu. " ledek Jihan...
..."Hah, benarkah? Aku justru merasa menyesal karena pernah mencintai orang yang tidak ada sopan santun nya." Balas Kennan menampilkan muka malasnya....
Kennan melangkah kedalam ruang itu setelah memberikan undangan pada Jihan yang menatapnya kesal, karena setiap orang yang datang ke acara ini harus membawa undangan sebagai bukti kalau mereka benar-benar diundang.
..."Kennan, aku kan hanya bercanda hanya untuk mengetahui apakah kau masih mencintaiku seperti dulu dan tidak peduli dengan ucapanku yang menyinggung perasaanmu, tapi kau malah menanggapinya dengan serius." gumamnya kesal....
Kennan memiliki tempat yang jauh dari kelompok orang karena pikirannya terus di penuhi oleh ucapan Jihan atasnya.
..."Jihan, apa kamu sudah benar-benar melupakanku? " ucap Kennan dalam hatinya dengan wajah murung....
Sekertaris Rai berjalan menghampiri Kennan yang hanya duduk menyendiri sambil meminum jus yang disiapkan.
..."Tuan, semuanya sudah dilakukan! " ucap sekertaris Rai sembari membungkukkan badannya....
..."Dimana wanita itu? " tanya Kennan yang tak melihat sosok atapun bayangan diri Dabria....
Belum sempat menjawab, semua mata orang yang berada disana tertuju pada seorang wanita cantik berkulit putih nan ramping dengan balutan dress indah ditubuhnya datang dari arah pintu masuk. Begitu juga dengan Kennan yang juga memalingkan pandangan ke arah pintu.
..."Wah, dia cantik sekali! " pujih seorang pria yang jaraknya tak jauh dari Kennan....
..."Apa dia bidadari? " ucap yang lainnya...
..."Bentuk tubuhnya terlihat sangat cantik, ditambah lagi dengan dress yang dikenakannya terlihat sangat cocok untuknya! " seru yang lainnya...
Kennan yang mendengar semua pujian yang dilontarkan orang-orang itu pun langsung bergegas menghampirinya.
Tanpa berkata-kata, Kennan melingkarkan tangan dipinggang Dabria dan membawanya ke kursi yang berada disamping tempat duduknya. Sementara Dabria yang melihat perlakuan Kennan pun hanya mengikutinya, karena Ia tau apa yang harus dilakukannya.
Yaitu berakting didepan banyak orang.
Banyak orang yang melihat perlakuan Kennan pada Dabria yang terlihat begitu manis pun mulai bertanya-tanya dengan saling berbisik.
Diatas panggung terlihat Jihan begitu kesal atas perlakuan Kennan, sehingga Ia memutuskan untuk berlari kekamar mandi dengan berderai air mata.
Kennan menatap Dabria dengan tatapan tajamnya yang tidak dapat diartikan membuat Dabria hanya menunduk karena gugup.
..."Tuan, saya permisi ke toilet sebentar. " ucap Dabria...
..."Hemmm... "...
Dabria berjalan ke arah toilet, didepan wastafel Ia menatap bayangannya didepan cermin, ini pertama kalinya Ia datang ke acara mewah seperti ini sehingga kakinya hampir tidak bisa berjalan karena gugup.
..."Bria, kamu harus menyesuaikan diri agar tidak mempermalukan Tuan Kennan. " ucapnya pada bayangannya didepan cermin....
Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan, merasa dirinya sudah terlihat santai, Ia memutuskan untuk masuk kedalam kamar kecil untuk merapikan dress nya.
Saat sudah berada di dalam kamar kecil, terlihat seorang wanita yaitu Jihan sedang memperhatikan sekitarnya, karena kebetulan waktu Ia baru keluar dari kamar kecil yang ber pas-pasan dengan Dabria yang masuk dikamar kecil sebelahnya. Dilihatnya sekelilingnya sepi, Ia mengunci toiletnya dari luar serta mengambil papan peringatan yang terpasang ditoilet sebelah dan menempelkan nya ditoilet Dabria berada.
..."Karena kau sudah mendapat perhatian dari semua tamu ku, bahkan melihat orang yang kucintai memperlakukanmu dengan sangat manisnya membuat hatiku sakit walau aku tidak tahu seperti apa hubungan kalian hingga Kennan ku memperlakukanmu begitu manis didepan banyak orang. Jadi, mungkin sudah saatnya kau berdiam dulu didalam sebentar, atau seterusnya juga lebih bagus lagi. " batinnya dengan menampilkan senyum sinis nya....
Di ruang tempat acara itu berlangsung, Kennan melihat sekelilingnya mencari keberadaan Dabria, namun tak ditemukannya.
Padahal acara sudah dimulai, dan kini saatnya semua tamu undangan dipersilahkan berdansa dengan pasangannya masing-masing.
..."Kemana dia pergi, kenapa lama sekali? " batin Kennan....
Sementara Jihan yang sedang berdansa bersama kekasihnya pun hanya tersenyum melihat Kennan yang mencari keberadaan Dabria.
Saat Kennan memutuskan untuk menemui Dabria ditoilet, Jihan langsung bergegas menuju toilet yang di sana terdengar suara Dabria yang minta tolong dengan suara yang mulai melemah. Dengan pelan Jihan membuka kuncinya, namun Dabria tidak menyadarinya.
Selesai dengan itu, Jihan langsung bergegas pergi sebelum Kennan datang ke toilet.
Kennan berjalan dengan geram mencari keberadaan Dabria di toilet.
Telinganya mendengar suara seorang wanita minta tolong di sebuah kamar kecil dengan suara melemah.
Kennan terdiam sejenak untuk memastikan suara itu benar-benar suara Dabria, karena Kennan dapat mengenal dengan jelas suara Dabria.
Tak lama kemudian, Kennan menarik ganggang pintunya ketika tak mendengar lagi suara Dabria.
..."Kenapa lama sekali? Bahkan acaranya sudah hampir selesai. Kau tau untuk apa aku mengajakmu keacara ini ? Walau kau sama sekali tak pantas." Ucap Kennan setelah pintu sudah terbuka menampilkan Dabria yang menyandarkan diri ditembok dengan wajah yang dibasahi air mata. ...
Mendengar suara Kennan Dabria langsung mengusap pipinya yang basah karena air matanya.
..."Ma-maafkan saya Tuan, saya terkunci dan saya sudah berusaha meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar! " ucap Dabria...
..."Berhentilah berbuat alasan, apa kau sudah puas karena sudah memuaskan nafsumu dengan tampilan seperti ini kau lebih mudah menarik perhatian, hah dasar pelacur. " Bentak Kennan dengan nada kasar....
..."Dabria gak bohong, Dabria memang terkunci! " ucap Dabria yang tanpa sadar butiran bening sudah jatuh membasahi pipinya mendengar kata yang sangat menyayat hatinya....
..."Berhentilah menangis didepanku, kau benar-benar bodoh sampai tidak lihat ada peringatan didepan pintunya! " ucap Kennan saat melihat sebuah papan yang terpasang didepan pintu dengan tulisan 'toilet rusak'....
..."Tidak, tadi tidak ada papan peringatan ini. " ucap Dabria yang terkejut karena papan peringatan itu tiba-tiba ada didepan pintu....
Dabria masih ingat betul bahwa papan peringatan itu ada ditoilet sebelahnya, bukan disini.
Kennan terus memperhatikan Dabria dengan tatapan yang sulit diartikan. Mungkin Kennan juga terpana dengan kecantikan Dabria seperti orang-orang yang ada ditempat acara tadi , sehingga Kennan menatap dalam Dabria sampai tak berkedip.
Tanpa banyak bicara, Kennan langsung menarik tangannya dan membawanya ke sebuah kamar kosong setelah memesannya di resepsionis hotel . Dabria hanya mengikutinya dalam diam tanpa bertanya-tanya.
Setelah membuka pintu kamar hotel itu,Kennan langsung melemparkan tubuh Dabria diatas kasur yang empuk membuat Dabria terkejut.
..."Tuan, untuk apa kita disini? Bukannya kita harus kembali ke acara? " tanya Dabria dengan cemas nya. ...
Tanpa menjawab, Kennan langsung melepaskan jas serta kemeja yang dikenakannya, melihat tumpukan roti sobek itu Dabria langsung menutup matanya dengan kedua tangannya.
..."Hey, mengapa kau menutup matamu? " tanya Kennan dengan tatapan tajamnya....
..."Buka matamu. Bukankah kau sangat tergila-gila dengan pemandangan seperti ini?" ucap Kennan...
Dabria hanya menggelengkan kepalanya atas ucapan Kennan. Hatinya benar-benar seperti di tusuk tusuk mendengar ucapan Kennan yang tak pentas untuknya.Kennan yang melihat tingkahnya dengan kasar menarik tangan Dabria.
..."Kau ingat pertama kali aku bertemu denganmu, apa yang kukatakan? " ucap Kennan namun Dabria hanya terdiam. Pikirannya terus berputar pada awal pertemuan mereka....
..."Aku menginginkannya sekarang! " tambahnya lagi membuat Dabria menggelengkan kepalanya....
..."Tuan, Dabria mohon jangan lakukan itu! " ucap Dabria penuh harap....
Kennan menampilkan senyum sinis nya yang terlihat sedikit menyeramkan, membuat Dabria menatap nya dengan gemetaran.
..."Kau seharusnya bersyukur, karena aku ingin menyentuhmu saat kita sudah menikah, tidak seperti pria lain yang hanya menikmatinya begitu saja. " jelas Kennan...
..."Berhentilah berpura-pura menolak didepan ku dengan tampang polos mu itu. "...
..."Tuan, Dabria mohon, tolong jangan lakukan itu, Dabria mohon! " ucapnya penuh harap ....
Namun Kennan seperti tidak mempedulikannya sama sekali. Kennan seperti menulikan telinganya.
(Kira-kira apa yang akan dilakukan Kennan ya? hahaha.... penasaran? baca terus ya)
Bersambung.......