
Semenjak kembali dari tempat acara, Dabria tidak keluar kamar. Padahal Ia sudah berjanji untuk belajar bersama Zain usai mengganti pakaiannya.
Zain juga bahkan sudah menunggu Dabria diruang tengah dengan buku-buku nya.
..."Bi, Dea mana? " Tanya Zain pada seorang pelayan yang membawakan nya minuman dan cemilan....
..."Gak tau, Den.Bibi juga belum liat nona Bria pulang dari sekolah. " Ucap pelayan itu membuat Zain mengerutkan keningnya....
..."Oh, Dea tadi keacara temannya usai pulang sekolah. Dea juga sudah pulang dari acara dan katanya bakal belajar bareng setelah ganti baju. Tapi udah hampir setengah jam aku tunggu, Dea gak datang-datang. " Jelas Zain panjang lebar....
..."Mungkin nona Dabria masih dikamarnya, soalnya nona Dabria belum kedapur. "...
..."Oh, mungkin kelelahan kali ya, bi. Soalnya Dea juga baru pulang! " Ucap Zain yang mencoba memahami....
..."Iya Den. Nanti kalau nona Dabria sudah keluar dari kamarnya, Bibi akan ngasih tau untuk menemui aden disini. "...
..."Iya Bibi. Makasih! "...
..."Iya Aden. Bibi permisi. " Pamit asisten rumah tangga itu seraya membungkukkan badan dan di angguk oleh Zain....
Sambil menunggu Dabria, Zain mengambil handphonenya untuk menemaninya.
Saat sedang asik dengan handphonenya, Kennan pun sudah kembali dari kantor tempat kerjanya karena memang waktu sekarang sudah jam tujuh malam.
..."Ckck. Hey anak kecil, apa kau tidak punya pekerjaan lain yang berfaedah?" Tanya Kennan kesal pada Zain adiknya....
..."Ada Kak, ini buktinya! " Ucap Zain sembari mengangkat handphonenya....
Kennan semakin kesal dibuatnya.
..."Ada sih Kak, ini buktinya buku-buku ada. "...
..."Ya, ada cuma jadi pajangan. "Ucap Kennan sambil bergegas duduk disofa samping adiknya....
..." Gak Kak, tadi aku ngajak Dea buat belajar bareng dan Dea setuju. Tapi sampai sekarang Dea belum keluar kamar, padahal katanya mau ganti pakaian. " Jelas Zain sambil terus meng otak-atik handphonenya....
..."Padahal udah dari sore. Katanya baru pulang dari acara ulang tahun temannya. " Tambahnya lagi....
Kennan mengerutkan keningnya, tapi dirinya benar-benar tidak peduli.
Apalagi mengingat kejadian dihotel tadi, mengingat tamparan Dabria membuatnya geram.
Setelah terdiam sesaat, Kennan berdiri dari duduk dan melangkah menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Suaranya terdengar seperti menggigil menahan sakit.
Namun Kennan tidak ingin ambil pusing , dirinya tidak peduli, Ia bahkan kembali melangkah menuju kamarnya.
Seperti biasa, usai membersihkan diri Kennan menuju ruang makan untuk makan malam.
Zain yang biasanya lebih dulu dimeja makan, kini tak terlihat batang hidungnya.
..."Dimana Zain? " tanya Kennan pada seorang pelayan yang sedang menuangkan minum....
..."Tuan Zain dikamarnya. " Jawab pelayan tersebut....
...*******...
Sementara didepan kamar Dabria, seorang pelayan sedang mengetuk pintu kamar Dabria terlihat cemas karena sudah hampir sepuluh menit Ia mengetuk pintu sekaligus memanggil nama Dabria tapi tidak ada sahutan sama sekali dari Dabria. Tidak biasanya Dabria seperti ini, di panggil tidak menyahut.
..."Non baik-baik saja? " Tanyanya dengan khawatir namun tetap tidak ada sahutan....
..."Ada apa, bi? " Tanya sekertaris Rai tiba-tiba datang karena ingin menemui Kennan....
Namun karena Kennan sedang makan malam sehingga sekertaris Rai memutuskan untuk menunggunya diruang tengah. Saat matanya tak sengaja menatap kearah tangga tepatnya didepan pintu kamar Dabria, terlihat seorang pelayan yang begitu cemas dan berulang kali mengetuk dan terus memanggil nama Dabria namun sama sekali tak ada sahutan.
..."Oh Tuan Rai. Begini Tuan, sudah berulang kali saya mengetuk pintu nona tapi tidak ada sahutan.Saya khawatir nona kenapa-napa. " Jelas pelayan itu dengan raut muka khawatir nya....
..."Ada kunci cadangan kamarnya? " Tanya sekertaris Rai....
..."Ada Tuan, biar saya ambilkan. " Ucap pelayan itu dan di anggukan oleh sekertaris Rai....
Pelayan tersebut bergegas pergi mengambil kunci cadangan, sementara sekertaris Rai terus berusaha mengetuk pintu dan memanggil nama Dabria. Namun hasilnya nihil, sama sekali tidak ada sahutan.
Tak lama kemudian, pelayan tersebut kembali dengan membawa cadangan kunci kamar Dabria.
..."Ini Tuan, kuncinya! " Ucap pelayan itu....
Sekertaris Rai langsung menerima kunci yang diberikan oleh pelayan tersebut dan dengan cepat langsung membuka pintunya.
..."Nona.... " Teriak sekertaris Rai dan pelayan itu hampir bersamaan....
Bersambung.......