
Zain merasa heran, karena awalnya dia pikir bahwa bubur itu dibuat oleh pelayan dengan resep yang baru.
..."Sangat komplit, cantik, pintar, bisa masak pula. Benar-benar beruntung, Kak Kennan!" gumamnya seraya tersenyum....
Dabria kembali kekamar, rupanya Kennan sudah tertidur, padahal rasanya Dabria hanya beberapa menit kedapur untuk menyimpan mangkuk.
Mungkin lebih baik Kennan tidur, karena perutnya yang masih terasa mulas,jadi ketika kita tertidur otomatis dengan tidur nyenyak bisa menghilangkan rasa sakitnya dengan baik.
Melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Dabria pun bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci kaki dan tangannya.
Mencuci kaki dan tangan sebelum tidur bertujuan untuk mengangkat kulit mati, keringat atau kotoran-kotoran yang menempel di tubuh.
Bahkan salah satu manfaat mencuci kaki dan tangan sebelum tidur akan membuat tidur kita menjadi lebih nyenyak.
Selesai mencuci kaki dan tangan, Dabria bergegas menganti pakaiannya dengan piyama tidur yang tersedia di lemari.
Dabria kemudian bergegas menuju ranjang, disamping Kennan dengan langkah pelan Dabria berjalan.
..."Apa aku tidur aja disofa? " gumamnya...
..."Ah, tidak apa-apa. Lagian kan Tuan Kennan sendiri yang memintaku agar kami sekamar dan seranjang. " pikir nya lagi....
Dabria sebenarnya merasa tak nyaman karena tidur berdekatan dengan Kennan, walaupun mereka memang pernah melakukan hubungan intim, tetapi itu karena keterpaksaan.
Dabria belum menutup matanya, Dabria hanya menatap langit-langit kamar yang dihiasi dengan lampu kristal memanjakan mata karena kilauan nya.
Dabria berpikir, apakah dia harus berendam air hangat dulu agar bisa tertidur. Malam semakin larut, tetapi Dabria sama sekali belum tertidur, bahkan berusaha untuk memejamkan mata saja hampir tidak bisa, karena banyak hal yang dipikirkannya.
Kepala sudah mendarat di bantal, tetapi sangat sulit untuk memejamkan mata saja.
Dabria mengatur napasnya, dan melakukan latihan pernapasan agar bisa membuatnya tertidur, dan rupanya cara ini berhasil, Dabria langsung tertidur pulas.
"Kenapa dia susah untuk tidur? Mungkinkah ada sesuatu yang mengganjal dipikirkannya? " pikir Kennan.
Kennan rupanya hanya berpura-pura, entah mengapa. Tetapi Kennan melihat semua tingkah Dabria yang sekedar ingin memejamkan mata saja serasa sangat berat.
Kennan berpikir, mungkin ada yang mengganjal dipikirkannya.
Karena saat sedang banyak pikiran atau stress, akan membuat kita susah tidur. Oleh sebab itu perlu untuk mengelola stress dengan baik agar pola tidur tidak terganggu. Perlu dilakukan agar mencegah insomnia dan kesehatan tubuh secara umum.
Saat malam tiba, otak akan mencerna segala hal yang telah dilalui seharian. Karena itu, semua seperti "berputar" atau "berlari membuat kita susah tidur.
Kennan kembali memejamkan matanya untuk tidur, karena tadinya Kennan hanya berpura-pura. Entah mengapa,dan untuk apa?
Malam yang gelap dan sunyi telah berlalu, hari baru telah tiba. Matahari sudah hampir memancarkan sinarnya.
Dabria rupanya sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti ujian test hari ini, Dabria berinisiatif untuk merubah hasil nilai yang jauh dari standar itu dengan hasil nilai yang baik.
Dabria dan Zain sudah mempersiapkan diri dengan belajar, Dabria yakin bahwa hari ini mereka akan mendapatkan hasil terbaik dari sebelumnya.
Selesai bersiap-siap, Dabria berpamitan dengan Kennan, Dabria juga sudah menyiapkan bubur ayam untuk Kennan.
..." Mas Dabria pamit sekolah dulu, Dabria juga sudah siapin bubur buat Mas Kennan." pamit Dabria...
..."Apa kamu pikir aku sudah tidak punya gigi?" tukas Kennan...
..."Bu.. bukan Mas, Dabria buat buburnya biar perutnya lebih mendingan! " tuturnya...
..."Ya, terimakasih Bria!" ucap Kennan sembari tersenyum, Dabria pun mengangguk....
Setelah pamit dengan Kennan, Dabria menuju ruang tengah, menemui Zain yang sudah menunggu disana.
..."Dea , Kak Kennan mana?" tanya Zain...
..."Mas Kennan masih dikamar! Kita berangkat sekarang, takutnya kesiangan." ucap Dabria...
*******
Kennan menatap bubur yang disiapkan Dabria di meja. Senyum tipis muncul diwajahnya yang tampan, entah senyum dengan arti apa.
Kennan kemudian meraih mapan yang berisi bubur, dan mulai menikmatinya.
Selesai menikmati bubur yang disiapkan, Kennan bersiap-siap untuk kekantor karena sekretaris nya sudah menunggu didepan.
..."Apa kamu sudah melakukan semuanya, seperti apa yang saya perintahkan?" tanya Kennan pada sekertaris nya....
Kennan dan sekertaris nya kini sedang dalam perjalanan menuju kekantor.
..."Sudah Tuan, semuanya sesuai perintah!" sahut sekertaris nya....
Bersambung.......
**Hallo semuanya, jangan lupa like, vote dan hadiahnya, ya 😊
Kalau ada yang ingin memberikan kritik ataupun saran, boleh dikolong komentar.
Terimakasih❤
Mampir juga ke cerita yang lainnya**: