Snow-white

Snow-white
Taman Sekolah



Setelah Dabria sudah tidak keliatan lagi, Zain kembali melanjutkan sarapannya. Beberapa saat kemudian, Kennan datang menghampirinya dengan tubuh yang berkeringat seperti biasa Ia baru selesai berolahraga.


..."Dimana Dabria? " tanya Kennan pada adiknya Zain...


..."Sudah berangkat! " sahut Zain dengan santainya sambil terus fokus pada sarapannya....


Tanpa menjawab ucapan Zain, Kennan langsung bergegas pergi menuju kamarnya.


Selesai sarapan, Zain berpamitan pada kakaknya Kennan untuk berangkat ke sekolah.


Saat sedang fokus menyetir matanya tak sengaja menatap Dabria yang hanya berjalan kaki.


..."Deanisa! " panggil Zain setelah menepikan mobilnya dipinggir jalan....


..."Tuan Zain! " ucap Dabria...


..."Ayo.... ! " seru Zain...


Namun Dabria hanya terdiam tak menjawab.


Tetapi setelah dipikir, Ia pasti akan terlambat jika berjalan kaki sambil menunggu angkutan kota yang lewat.


..."Terimakasih Tuan, sudah memberi tumpangan." ucap Dabria saat hendak membuka pintu mobil....


..."Dea, kita belum berangkat. Oh ya, jangan panggil aku dengan sebutan Tuan karena majikan kamu itu kakak aku bukan aku. " jelas Zain...


Dabria hanya tersenyum sambil mengangguk pelan.


Setelah beberapa saat Zain melajukan mobil menelusuri jalanan yang luas serta melewati gedung-gedung tinggi, mereka akhirnya tiba didepan sekolah.


..."Tuan, ah maksudnya Zain.... Dabria turun disini saja! " pinta Dabria saat mobil hampir sampai didepan gerbang sekolah....


..."Lho, kenapa? " tanya Zain...


..."Gak apa-apa, Dabria turun disini saja. Sekali lagi terimakasih sudah memberikan tumpangan untuk Dabria. " Ucap Dabria sambil melepas seatbelt nya. ...


..."Iya sama-sama Dea ! " seru Zain...


*******


Seperti biasa sekertaris Rai kini telah sampai untuk menjemput Tuan nya.


Kennan menghampiri sekertaris yang sedang berdiri dengan tegap nya didepan mobil, ketika hendak masuk ke mobil langkahnya terhenti seperti teringat akan sesuatu.


..."Apa kau sudah memberitahukan apa yang menjadi tugas wanita itu? " tanya Kennan...


..."Semuanya sudah sesuai dengan apa yang anda perintahkan,Tuan! " seru sekertaris Rai sembari membungkukkan badannya....


Tanpa menjawab, Kennan kembali melanjutkan langkahnya masuk ke mobil dan setelah itu sekertaris Rai kembali menutup pintu mobil dengan rapat,kemudian melajukan mobil membelah jalanan.


*******


Dabria kini berjalan dengan langkah cepat menuju kelasnya, karena Ia tak ingin ada seorangpun yang melihatnya datang sekolah barengan dengan Zain.


Saat berjalan pun Dabria selalu melihat sekelilingnya, Ia benar-benar terlihat seperti pencuri yang sedang lari dari kejaran warga.


Ia terus berpikir, apa jadinya jika ada orang yang melihatnya bersama Zain.


Ya mungkin Ia akan menjadi topik pembicaraan yang sangat menghebohkan.


Saat sampai didepan kelas, tiba-tiba ada tangan yang menariknya dengan sedikit kasar.


..."Ahhhh.... " teriak Dabria...


Namun tangan itu langsung membungkam mulutnya, seolah menyuruhnya tidak berteriak.


Dabria langsung menepiskan tangan itu segera dan membalikkan badan untuk melihat siapa yang sudah menarik tangannya dengan sedikit kasar.


..."Kak Brian! " ucap Dabria dengan terkejut...


..."Bria, jadi ini alasannya kamu menolak aku jemput, tapi kamu malah... " belum selesai dengan ucapannya, Dabria langsung mengelaknya....


..."Kak tadi aku jalan dan gak sengaja ketemu Zain, dan dia nawarin aku tumpangan! " seru Dabria dengan lembut....


..."Bria, kakak gak masalah harus jemput kamu terus tapi kenapa kamu menolak? " ucap Brian...


Belum sempat Dabria menjawab, tiba-tiba terdengar suara yang memanggilnya dengan lembut.


Dabria menoleh kearah suara itu berasal yang membuatnya terkejut karena rupanya Zain sedang memerhatikan mereka.


Dabria membungkukkan badan pada kedua pria yang berada di depannya dan pergi meninggalkan mereka.


Saat sudah masuk kedalam kelas, wajahnya langsung menampilkan senyum menatap Annisa yang sudah berada di tempat duduknya.


Keduanya saling berpelukan, seperti saudara yang tak berjumpa selama bertahun-tahun.


..."Bria, kamu baik-baik saja kan? " tanya Annisa sembari memeriksa seluruh tubuh Dabria....


Dabria terkejut dengan sikap sahabat yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri itu hanya memegang bahunya sambil memerhatikan tingkah Annisa.


..."Gak apa-apa Nisa. " seru Dabria...


..."Hah.... syukurlah! " ucap Annisa...


Annisa menarik napas lega mendengar ucapan Dabria.


Entah mengapa raut wajahnya terlihat begitu khawatir? Ya, mungkin saja dengan keadaan Dabria yang sekarang membuatnya seperti itu.


Saat keduanya sedang asik bercerita karena kebetulan jam pelajaran belum dimulai, Annisa terkejut melihat Zain masuk kedalam kelas.


..."Dea, pria tadi itu siapa? " tanya Zain saat menatap Dabria lebih dekat....


Annisa terkejut melihat tingkah pria itu, sehingga Ia segera mengelaknya setelah melihat Dabria seperti tidak nyaman dengan tatapan mata pria yang begitu dekat dengannya.


..."Hay, kenalin aku Annisa! " seru Annisa sembari tersenyum padanya....


..."Hey aku Zain, salam kenal! " sahut Zain sembari membalas senyum Annisa....


Annisa malah terkejut, karena pria yang dikiranya ganas karena tatapannya pada Dabria , namun sebaliknya hanya tatapan matanya saja yang terlihat galak.


Sebelum menjawab ucapan Zain, untungnya guru tiba-tiba datang karena jam pelajaran segera dimulai.


Namun sepertinya pria itu benar-benar tidak lupa dengan apa yang ditanyakan nya, sehingga saat jam pelajaran pertama selesai Ia langsung menghampiri Dabria katanya:


..."Dea, siapa pria itu? Ada hubungan apa kamu sama dia? "...


Karena spontan, hal itu membuat Dabria terkejut. Dan dengan alasan yang masuk akal Ia berikan pada Zain.


..."Dia ketua OSIS disekolah ini! " jawab Dabria...


..."Kalian terlihat begitu dekat, apa dia pacar kamu? " tanya Zain lagi...


Mendengar hal itu Dabria hanya tersenyum, dan langsung meraih tangan Annisa untuk beristirahat di taman sekolah.


..."Kami ke taman dulu!"...


Mereka memang sering beristirahat di taman sekolah saat jam istrahat, karena menurutnya taman memang tempat yang tepat untuk menyegarkan kembali pikiran, apalagi sambil memandang semua tumbuhan hijau yang ada di taman akan membuat pikiran kembali fresh.


..."Bria, kenapa Zain keliatan dekat bangat sama kamu? " tanya Annisa setelah mereka duduk di bangku favorit....


..."Hah, gak dia adik dari Tuan Kennan! " ucap Dabria...


Annisa kembali fokus dengan handphonenya, sementara Dabria kembali membaca buku ceritanya yang sempat dipinjam di perpustakaan.


Beberapa saat kemudian Annisa kembali bertanya hal yang membuat Dabria terkejut katanya.


..."Bria, apa pria itu sudah menyentuhmu? "...


Dabria menatapnya dengan senyum serta menjawabnya.


..."Tidak , Tuan Kennan bahkan terlihat begitu jijik padaku. Tapi bukannya itu baguskan ,dia tidak menyentuh ku." Jelas Dabria sambil memandang ke depan. ...


..."Ya, bagus! "...


Saat hendak kembali fokus kepada buku bacaannya, Annisa kembali bertanya.


..."Apa dia memperlakukanmu dengan tidak baik?"...


Dabria menutup buku bacaannya dan meletakkannya diujung bangku.


Entah mengapa, melihat hal itu Annisa juga membuka aplikasi perekam suara di handphonenya dengan hati-hati agar tidak diketahui oleh Dabria.


..."Dia pria yang baik, kamu tahu aku selalu diberlakukan olehnya dengan baik. Dia selalu bicara sopan kepadaku, memberiku makan enak setiap hari dan mengantar jemput ku kesekolah. Tapi karena mungkin sibuk dengan pekerjaannya sehingga kadang telat menjemputku. " jelas Dabria dengan senyum. ...


Annisa mengangguk pelan, hal itu membuat hatinya perih karena mungkin ini pertama kalinya Ia berbicara bohong kepada sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri itu.


Berbeda dengan ekspresi wajahnya, dihatinya Annisa malah tak percaya dan menganggap Dabria hanya berbohong untuk menutupi kelakuan Kennan padanya.


Apa boleh buat, Ia sudah memikirkan dalam hatinya . Dengan memuji Kennan itu seperti ini tidak akan membuat Annisa dan Ibunya khawatir tentang dirinya.


Walau yang diucap tidak sesuai kenyataan.


Bersambung.......