Snow-white

Snow-white
Ponakan?



Dabria dan Zain langsung menuju kamar masing-masing untuk mengganti pakaian.


Dabria hanya mengenakan kaos yang pas di badannya dengan celana pendek selutut.


..."Bria, selesai makan kamu ikut aku sebentar. " ucap Kennan yang ber pas-pasan dengan Dabria di tangga. ...


..."Kemana Mas?" tanya Dabria...


..."Nanti juga kamu tahu. " jawab Kennan...


..."Sama Zen juga? " tanya Dabria...


..."Cuma kita berdua, jangan ajak anak nakal itu. "Dabria pun mengangguk. ...


Dabria yang sadari Kennan terus memperhatikannya pun langsung bergegas pergi.


..." Apa mungkin aku sudah menyukainya? Akhir-akhir ini dia selalu terlihat sangat menarik dimataku. "gumamnya sembari menatap punggung Dabria yang mulai menjauh dari pandangannya. ...


Dabria dan Zain hanya memakan sepotong roti karena mereka sudah selesai makan bersama Ibu Sarita dan Annisa.


Selesai menikmati rotinya, Dabria meninggalkan Zain sendiri. Dabria mencari keberadaan Kennan yang rupanya sedang menunggunya dihalaman depan.


..." Mas Kennan." panggil Dabria dan Kennan pun menoleh. ...


..."Kita berangkat sekarang! " ucap Kennan bergegas berdiri dari duduknya. ...


..."Iya Mas, sebentar Bria ganti baju dulu. " Dabria hendak melangkah, namun Kennan dengan cepat meraih pergelangan tangannya. ...


..."Tidak perlu, begini saja sudah cantik. " puji Kennan membuat pipi Dabria bersemu merah dan juga terkejut dengan perkataan Kennan yang memujinya secara langsung untuk pertama kalinya. ...


Kennan menjentikkan jarinya untuk menghentikan Dabria yang melamun.


..."Ayo berangkat. " ucap Kennan dan Dabria pun mengangguk. ...


Kennan masih mengenggam tangan Dabria dan membawanya menuju mobil. Saat hendak memasuki mobil, Zain berlari menghampiri keduanya.


..."Kak Kennan, Dea... " panggil Zain...


Keduanya pun menoleh kebelakang, suara itu berasal.


..."Kalian mau kemana? Kenapa aku gak diajak? " tanya Zain, Dabria hanya menatap Kennan seolah menunggu jawaban dari Kennan. ...


Kennan malah mendekati Zain dengan mulutnya mendekati telinga Zain.


..."Apa.... " teriak Zain membuat Dabria terkejut. ...


Zain malah mendekatkan mulutnya didepan kuping Kennan dan berbisik.


..."Dabria masih muda kak, masih sekolah juga. " bisik Zain...


..."Itulah akibatnya jika punya suami, jangan ikut campur anak nakal. " bisik Kennan kembali. ...


Dabria mengaitkan alisnya, menatap bingung dua kakak beradik yang saling bisik.


..."Ayo sayang, kita berangkat. " ucap Kennan membuat Dabria dan Zain membulatkan matanya dengan sempurna, Zain terkejut dengan ucapan kakaknya yang untuk pertama kalinya pada wanita yang didengarnya sangat menggelikan. ...


Sementara Dabria bersemu malu karena ucapan Kennan di dengar oleh Zain.


Dabria dengan cepat masuk ke mobil lewat pintu yang dibukakan oleh Kennan.


Saat mobil yang dikemudikan oleh Kennan sudah berlalu dari pandangan Zain, Zain kembali masuk kedalam rumah dengan kesal sambil menghentakkan kakinya.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Dabria hanya menatap jalanan dan tidak peduli kemana Kennan akan membawanya.


Mengingat ucapan Kennan tadi, membuatnya merasa malu sehingga Dabria tidak ingin bertanya apa-apa lagi. Percuma juga, karena Kennan tidak akan memberitahunya.


..."Bria, apa yang kamu rasa saat kita melakukannya? " tanya Kennan saat mobil mereka behenti dilampu merah. ...


Dabria mengaitkan alisnya atas pertanyaan Kennan karena tidak paham.


..."Maksudnya gimana? " tanya Dabria dengan polosnya. ...


..."Lupakanlah! " ucap Kennan dan Dabria pun hanya mengedikkan bahunya. ...


Sekitar lima belas menit, mobil yang dikemudikan Kennan berhenti di sebuah pelataran butik dengan bangunan yang megah.


Dabria menatap takjub ke arah bangunan itu disertai dengan banyak tanda tanya di hatinya.


Mengapa Kennan membawanya kesini, untuk apa? Mungkin itu yang muncul dipikirannya itu.


Bersambung.......