Snow-white

Snow-white
Episode 17 *Melakukannya Lagi



Notes : Episode Ini Mengandung Adegan+, Harap Bijak Dalam Membacanya


Didalam kamar mandi, Kennan terus memperhatikan dirinya didepan cermin.


..."Apa itu tadi? Bagaimana aku bisa melakukannya, dan begitu menikmatinya? " ucapnya seorang diri....


Ketika selesai membersihkan diri, Kennan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan pada tubuhnya.


..."Tuan, bisakah saya ijin mandi? " ucap Dabria yang mencoba menghindarkan matanya dari gumpalan roti sobek milik Kennan....


..."Hemm" Kennan hanya berdehem....


Dabria pun bergegas turun dari ranjang dan saat hendak melangkah menuju luar, Kennan menghentikannya dengan ucapannya.


..."Mau kemana? Bukannya kau ingin mandi? " tanya Kennan...


..."Kekamar Tuan, untuk mandi! " sahut Dabria tanpa membalikkan badannya karena tak ingin melihat bentuk tubuh Kennan tanpa atasan....


..."Sudah ku katakan, kita akan sekamar dan aku akan menyuruh pelayan untuk memindahkan pakaianmu, mandilah disini sambil menunggu pakaiannya dibawah kan oleh pelayan. " jelas Kennan dengan datarnya....


..."Tapi Tuan, Baiklah ! " ucapnya Dabria yang hendak menolak namun sorot mata tajam itu membuatnya tidak melanjutkan ucapannya....


Dabria melangkah kedalam kamar mandi setelah menerima handuk piyama yang diberikan Kennan.


Didalam kamar mandi, Dabria begitu terkejut melihat tubuhnya penuh bekas kecupan membuatnya teriak histeris.


Ahhhhhhh.......


Namun Kennan yang paham akan teriakan Dabria pun hanya terdiam, namun menampilkan senyum tipis dibibirnya.


..."Apa ini ? Pantas saja dari tadi sekertaris Rai terus menatapku, apa yang dipikirkan olehnya?" Gumamnya, yang kemudian beralih membersihkan dirinya....


Ketika selesai membersihkan diri, Dabria keluar dari kamar mandi , matanya terpesona oleh ketampanan Kennan yang sudah terlihat rapi dengan kaos lengan pendek berwarna putih yang dikenakannya.


..."Cepat sekali? Apa kau hanya mencuci muka saja?" ucap Kennan yang sibuk dengan handphone dengan posisi menyandarkan diri di ranjang....


..."Tidak Tuan!" ucap Dabria sambil mengibaskan rambutnya didepan cermin....


Saat Kennan memalingkan pandangannya ke arah Dabria, ia begitu terpesona oleh leher jenjang Dabria yang terlihat begitu mulus berwarna putih bersih.


Kennan terus menatapnya tanpa berkedip, saat dilihat dari cermin Dabria yang melihat tatapan Kennan padanya pun membalikkan badan dan bertanya.


..."Ada apa Tuan? Apa ada yang salah dengan saya? " tanya Dabria...


Tanpa menjawab, Kennan langsung melangkah menghampiri Dabria membuatnya sedikit bergeser.


..."Tuan, ada apa? " tanya Dabria yang terlihat gugup....


Kennan tidak menjawab, namun ia langsung melemparkan tubuh Dabria diatas ranjang yang empuk itu membuat Dabria semakin terkejut dibuatnya.


..."Ah, dia adalah istriku, dan aku bahkan sudah menyentuhnya! " batin Kennan yang langsung membungkam mulut Dabria dengan kasar membuat Dabria membeku seketika....


Kennan terus melahap habis bibir mungil Dabria tanpa sisa, namun Dabria tidak membalas ciumannya malah terdiam membuatnya kesal.


..."Hey, apa bibirmu itu tidak bisa digerakkan?" ucap Kennan dengan kesalnya....


Dabria sama sekali tak menjawab, bahkan bereaksi saat Kennan kembali menyantap bibirnya.


..."Bria, tentang, dia adalah suamimu walau kalian hanya melangsungkan pernikahan di pengadilan! " ucap Dabria dalam hatinya....


Seketika Dabria mulai membuka mulutnya, membuat Kennan semakin memperdalam ciumannya hingga polisi Kennan kini sudah berada diatas tubuh Dabria.


Ciuman itu semakin lama semakin dalam, membuat Kennan menanggalkan semua pakaian yang melekat pada tubuhnya dan juga Dabria.


Keduanya begitu menikmati permainannya yang berdurasi hampir satu jam itu membuatnya benar-benar kelelahan dan kehabisan tenaga. Apalagi Dabria saat ini masih dalam perut kosong, belum diisi sama sekali, untungnya saat diacara siang tadi, ia memakan beberapa potong kue serta jus yang disiapkan.


Kennan menuju kamar mandi dengan senyuman yang ditampilkan diwajahnya.


Sekitar jam delapan malam, Dabria terbangun dari tidurnya karena lapar, kepalanya terasa sangat pusing karena kelelahan.


Dilihatnya Kennan sedang duduk disofa sambil memainkan handphonenya. Melihat Dabria sudah terbangun, Kennan meletakkan handphonenya dan berjalan menghampirinya.


..."Apa terasa sakit? " tanya Kennan saat dilihat dari raut wajah Dabria yang terlihat lesuh....


Ucapan Kennan membuat Dabria merona malu, namun malah membuat Kennan tersenyum.


..."Kenapa pipimu begitu merah?" tanya Kennan membuat Dabria reflek langsung menutup pipinya dengan tangannya serta menggeleng membuat Kennan semakin menampilkan senyum lebarnya....


..."Semua pakaianmu telah disiapkan, kau bisa mandi sekarang. " ucap Kennan...


Dabria bergegas turun dari ranjang dengan balutan selimut menuju kamar mandi. Kennan terus menatapnya, dan ketika Dabria sudah tidak keliatan ia kembali meng otak-atik handphonenya.


Dabria kini sudah terlihat rapi dengan pakaian rumahnya yang sangat kontraks di tubuh ramping nya.


..."Ayo makan! " ucap Kennan yang melangkah keluar kamar disusul oleh Dabria....


Saat turun dari tangga, keduanya langsung dihampiri oleh Zain.


..."Dea, kamu darimana? Seharian ini aku cari tapi tidak ada! " tanya Zain namun Dabria hanya menanggapinya dengan senyum....


Ya , memang apa yang harus dikatakannya? Sangat tidak mungkin jika dia berkata bahwa seharian ini ia menghabiskan waktu bersama Kennan, apalagi diatas ranjang.


..."Ada apa, Tuan? " tanya Dabria yang berusaha mengalihkan pertanyaan dari Zain....


..."Aku ingin ajak kamu nonton Dea, sebagai ucapan terimakasih karena sudah mengajariku dan membantu menyelesaikan tugasku! " ucap Zain...


..."Tidak bisa! " ucap Kennan yang langsung membantah ucapan adiknya....


..."Kak, aku kan ngomongnya sama Dea, kenapa kakak malah larang si? " ucap Zain kesal...


..."Ini sudah malam! "...


..."Justru karena sudah malam jadi Dea gak punya pekerjaan lagi, jadi bukannya ini waktu yang tepat? " ucap Zain...


..."Sudah malam, dan Dabria seorang wanita, tidak baik kalau seorang wanita bersama seorang pria berduaan malam-malam! " tutur Kennan...


..."Tidak baik gimana? Misalkan kalau terjadi salah paham kan, ya tinggal dinikahkan saja. " ledek Zain membuat Kennan kesal, sedangkan Dabria langsung menampilkan senyum tipis....


..."Sudah kakak bilang tidak ,ya tidak jangan bantah,atau kamu tidak akan pernah dapat uang jajan lagi! " tegas Kennan...


..."Galak bangat si, yaudah Dea maaf ya, lain kali aja. Aku kekamar dulu! " ucap Zain sambil memberikan finger heart ke arah Dabria....


Melihat tingkah adiknya itu, Kennan geram dibuatnya dan langsung menampilkan tatapan tajam ke arahnya.


Setelah Zain telah lalu, Kennan menggandeng tangan Dabria menuju ruang makan membuat terkejut.


Selesai menikmati makanannya, Kennan kembali meraih tangan Dabria dan membawanya kedalam kamar, karena ia tak ingin Dabria pergi bersama adiknya. Entah apa yang dipikirkannya?


..."Istirahatlah, sudah malam, dan jangan sekali-kali pergi bersama adikku tanpa sepengetahuan ku! " tegas Kennan membuat Dabria merinding mendengarnya, ucapan Kennan walaupun terdengar datar namun menyeramkan....


..."Baik Tuan! " sahut Dabria...


..."Jaga ucapanmu itu, mulai sekarang berhentilah memanggilku dengan sebutan Tuan! " ucap Kennan membuat Dabria menatapnya heran....


Bukannya kemarin-kemarin Kennan tidak peduli tak menyalakan panggilannya, tetapi sekarang sifatnya berubah drastis.


Pria yang awalnya seperti singa yang menyeramkan sekarang ia malah terlihat seperti kelinci yang manis.


...Bersambung....... ...