Snow-white

Snow-white
Perubahan Sikap



..."Dasar ketua OSIS menyebalkan, banyak alasannya. "...


Dabria hanya mengangguk pelan kemudian bergegas meninggalkan Zain yang terus merutuki ketua OSIS mereka, Brian.


Dabria malah merasa bersalah karena membuat alasan yang menyebabkan nama ketua OSIS mereka jadi sasaran.


Saat membuka pintu kamar, Dabria menarik napas lega karena Kennan belum pulang dari kantor.


Dabria menjatuhkan diri dikasur, Ia kembali mengingat pelukan hangat dengan Ibunya.


Hatinya merasa nyaman, setelah beberapa waktu Ia akhirnya bisa bertemu dengan Ibunya walau dalam waktu singkat.


Dabria bergegas menuju kamar mandi setelah mengambil pakaian ganti dilemari.


Dabria beralih turun kebawa yang ternyata Zain sedang menonton televisi.


..."Eh, Dea, ayo nonton sini! "...


Dabria sempat berpikir sejenak , kemudian menghampiri Zain setelah berpikir mereka tidak punya tugas sekolah.


..."Kamu tunggu disini, ya. "...


Zain bergegas menuju dapur, beberapa saat kemudian Zain kembali dengan membawa sekantong minuman dan snack.


..."Ini, uang dari kakak aku pake beli snack buat temanin kita nonton."...


Dabria menggeleng kepala atas tingkah Zain yang kekanak-kanakan.


Dabria dan Zain menikmati minuman dan snack sambil menonton serial horor beralih dari serial kemarin yang mereka tonton adalah komedi.


Film horor memang selalu membuat menegangkan, bahkan merinding saat menyaksikannya.


Dabria dan Zain bahkan sampai menutup mata disaat menegangkan.


Mereka begitu serius hingga tak menyadari mobil yang ditumpangi Kennan masuk ke halaman.


..."Ya Tuhan, begini rasanya tinggal bersama anak-anak keras kepala. " batin Kennan...


Kennan menggeleng kepalanya melihat tingkah kedua anak tersebut.


Sesuatu terlintas dalam pikirannya saat dilihatnya serial yang sedang ditonton Dabria dan Zain.


Dengan langkah perlahan, Zain mendekati keduanya yang sedang menutup mata dengan tangannya masing-masing karena adegan menyeramkan yang ditontonnya.


..."Hey...... "...


..."Aaaaaahrrkkh........." Dabria dan Zain teriak histeris karena terkejut....


Kennan tertawa terbahak-bahak dengan tingkah Dabria dan Zain.


Begitu fokusnya mereka pada serial televisi yang ditontonnya membuat keduanya terlonjak kaget.


..."Kakak... "...


..."Hey anak-anak nakal, sudah kukatakan.... "...


Zain dan Dabria langsung berlari kedapur, mengambil alat pembersih dan membersihkan remah-remah yang berhamburan di lantai.


Mereka tahu Kennan pasti akan memarahi mereka.


..."Hah....." batin Kennan...


Kennan menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan melihat tingkah Dabria dan Zain.


..."Bi, besok bagi bagikan semua snack yang ada untuk semuanya, kecuali mereka berdua. "...


Kennan menunjuk ke arah Dabria dan Zain yang sedang duduk berhadapan dengan keduanya.


..."Baik Tuan, terimakasih. Saya permisi kebelakang. "...


..."Lah, kak , terus nanti aku sama Dea mau ngemil, gimana dong? "...


..."Kalian tinggal ambil saja kue-kue yang disiapkan. "...


..."Tapi Kak, kita lebih sukanya snack buat nemanin nonton. "...


..."Itulah alasannya. "...


..."Yaudah Dea, gak apa-apa, nanti kita beli aja, pakai uang yang dikasih kakak."...


Kennan menajamkan matanya menatap kedua.


Melihat tatapan Kennan, Zain langsung menarik tangan Dabria dan berlari meninggalkan Kennan tanpa memperhatikan tatapannya.


..."Zen, itu Tuan Kennan marah. "...


..."Gak apa-apa Dea, cuman tatapannya aja yang seram. "...


Dabria tersenyum menanggapi ucapan Zain.


..."Kita jalan-jalan ke taman, yuk. "...


..."Tapi.... "...


..."Udah ah, kakak gak marah. "...


Dabria mengangguk pelan dan berjalan mengikuti Zain yang masih terus menggandeng tangannya.


..."Eh, Dea, kita jajan yuk! "...


..."Dabria gak bawah uangnya. "...


..."Udah, ini aku punya sisa dari beli snack. "...


Tanpa menunggu-nunggu, Zain berjalan sambil terus menggenggam tangan Dabria.


Mereka duduk dibangku taman sementara Zain memesan siomay untuk mereka.


Mereka menikmati makanan mereka sambil bercerita banyak hal membuat mereka tertawa dengan sendirinya.


..."Berapa semuanya? " tanya Zain pada pedagang....


Zain terus memasukkan tangan kesemua saku celananya berulang-ulang untuk mengambil uang, Zain baru teringat kalau dia melupakan dompetnya di meja televisi.


..."Dea, aku lupa bawa dompetnya. "...


..."Hah.. " Dabria terkejut...


..."Hehehe, maaf tapi saya lupa bawa dompetnya."...


..."Aduh aden kumaha atuh aden,hah yasudah den tidak apa-apa."...


..."Sekali lagi maaf bang. "...


Zain malu karena banyak orang yang terus memerhatikan nya.


Zain langsung bergegas pulang diikuti oleh Dabria dari belakangnya.


..."Zen, maafkan Bria, karena Bria Zen jadi malu."...


..."Bukan salah kamu Dea, justru aku yang harus minta maaf karena sudah bikin kamu malu didepan banyak orang. "...


..."Iya Zen, gak apa-apa! "...


Keduanya kembali kerumah sambil bercerita dan tertawa.


Kennan yang sedang berada di balkon pun langsung menatap keduanya dengan heran dari balkon.


..."Dasar bocah. " ucap Kennan dalam hatinya....


Karena hari sudah sore, Dabria kembali kekamar untuk membersihkan diri.


Dabria tidak menemukan Kennan dikamar saat membuka pintu, Dabria menajamkan telinganya namun tidak terdengar suara gemercik air dari kamar mandi.


..."Dimana Tuan Kennan! " gumamnya...


..."Hey, aku disini. Sudah kukatakan padamu. "...


Dabria melonjak kaget mendengar suara Kennan yang rupanya berada di balkon.


..."Maaf sayang, Dabria hanya belum terbiasa saja. "...


Dabria menatap ke arah balkon, berpikir apakah Kennan akan datang dan melakukan seperti ancamannya. Namun kali ini Kennan hanya menegurnya saja.


Dabria merasa lega dan segera membuka pintu kamar mandi untuk mandi setelah mengambil bajunya dilemari.


..."Kemana saja kalian. " tanya Kennan saat Dabria membuka pintu kamar mandinya....


..."Jalan-jalan di taman. "...


..."Bria, ada yang ingin ku tanyakan. "...


..."Ada apa sayang? "...


..."Apa kamu melakukan semuanya ini untuk Ibu kamu karena sakit berat? "...


Dabria terkejut dengan ucapan Kennan.


..."Bukankah ..... "...


..."Kamu tinggal jawab saja, yes or no? "...


..."Dabria memang melakukan ini semua karena..... "...


Dabria menceritakan semuanya pada Kennan tanpa ada yang terlewatkan. Mulai dari awal Ibunya sakit dan dibawah kerumah sakit, dengan pemeriksaan dokter mengatakan bahwa Ibunya menderita penyakit 'Leukemia Limfosit Kronis '.


Karena Ibunya kritis, tidak ada jalan lain lagi demi Ibunya Dabria masuk ke hotel itu , walau dengan berat hati.


Mendengar ucapan Dabria, Kennan hanya terdiam.


Entah apa yang dipikirkannya?


..."Maaf sebelumnya, Dabria benar-benar merasa canggung dengan panggilan sayang."...


..."Saya tahu, kamu bahkan selalu salah menyebutnya. "...


..."Apa boleh Dabria panggil dengan sebutan Mas? Biar lebih sopan juga. "...


Melihat raut wajah Dabria penuh harap, Kennan hanya mengangguk.


..."Terimakasih , Mas! "...


.......


Semenjak mendengar cerita Dabria, Kennan seperti banyak pikiran.


Bahkan saat di meja makan pun Kennan seperti tidak berselera.


Mereka menikmati makan malamnya dengan tak bersuara hingga makanannya habis tak tersisa.


..."Kalian langsung tidur saja? "...


..."Ya kak, ini baru setengah delapan. "...


..."Terus kalau bukan tidur, apa yang ingin kamu lakukan? "...


..."Zain mau ajak Dea nonton lagi! "...


..."Apa kalian tidak puas menonton? "...


..."Gak kak! "...


Kennan mengangguk pelan, tidak seperti biasanya Kennan dan Zain selalu berdebat dengan kemauan adiknya.


Walau Zain merasa heran dengan sikap kakaknya, namun Zain tidak mempedulikan nya.


Yang penting Ia bisa menonton berdua lagi dengan Dabria.


Zain bukan tipe laki-laki yang suka menonton film, tapi karena menonton dengan Dabria selalu membuatnya merasakan banyak hal, tertawa bersama saat menonton komedi, merinding ,saat menonton horor, dan menegangkan.


Bersambung.......