Snow-white

Snow-white
Murahan



Zain bukan tipe laki-laki yang suka menonton film, tapi menonton dengan Dabria selalu membuatnya merasakan banyak hal , tertawa bersama saat menonton komedi , merinding , saat menonton horor, dan menegangkan.


Dabria sebenarnya ingin menolak karena Ia benar-benar sangat kelelahan, tapi karena raut wajah Zain terlihat sangat memohon membuatnya tak tega.


Apalagi setelah dipikir-pikir, mereka hanya duduk dan menonton.


Setelah makan, Dabria dan Zain bergegas ke ruang tengah, Zain membawa snack dan Dabria membawa minuman untuk mereka.


Kennan menuju ruang kerjanya.


Serial televisi yang mereka tonton kali ini adalah komedi.


Keduanya tertawa terbahak-bahak dengan serial yang mereka tonton, sampai-sampai Kennan yang berada diruang kerjannya pun merasa terganggu dengan keduanya.


..."Sudah malam, kita tidur ya aku! " ucap Dabria...


Zain yang sudah diselimuti dengan rasa kantuk pun mengangguk, Zain bahkan berulangkali terus menguap.


Zain mematikan televisinya, sedangkan Dabria membereskan bungkus cemilan.


Setelah itu mereka menuju kamar masing-masing.


Dabria langsung menjatuhkan diri disofa saat dilihatnya Kennan belum berada di tempat tidur.


Dabria menatap langit-langit kamar hingga perlahan membuatnya menutup mata.


Kennan yang masih diruang kerjannya pun merasa heran karena tidak mendengar suara tawa Dabria dan Zain.


Kennan mencoba menajamkan telinganya, namun tetap tidak terdengar.


..."Apa mereka sudah tidur? " ucap Kennan dalam hatinya sambil menutup mulut dengan tangannya karena menguap....


Matanya sudah tidak bisa menahan rasa ngantuk yang menyerangnya. Kennan mematikan layar komputernya dan bergegas menuju kamarnya.


Saat membuka pintu, Kennan tidak melihat keberadaan Dabria di ranjang, kemudian pandangannya terarah pada sofa.


..."Hah... " Kennan menarik napas dalam-dalam....


Melihat Dabria yang sudah tertidur pulas membuatnya tak tega untuk membangunkannya, sehingga Kennan memutuskan untuk mengangkat tubuh Dabria dan meletakkannya dikasur.


Setelah itu Kennan beralih menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, kemudian Kennan ikut menjatuhkan dirinya dikasur, disamping Dabria.


Beberapa saat kemudian, matanya perlahan mulai tertutup.


.......


Hari ini adalah uji coba persiapan ujian nasional.


Dabria membuka matanya secara perlahan, setelah tenaganya sudah terkumpul dengan sempurna, Dabria menatap sekelilingnya, hanya terlihat Kennan tidur disampingnya.


Dabria merasa heran karena setelah diingat-ingat, dirinya semalam tidur disofa.


Namun karena melihat tubuh Kennan, Dabria yakin kalau Kennan lah yang mengangkatnya ke kasur.


Melihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 05 : 20, Dabria pun bergegas kekamar mandi.


Beberapa saat kemudian, Dabria keluar dari kamar mandi dan langsung menuju lemarinya untuk mengambil pakaian setelah dilihatnya Kennan masih terlelap dalam tidurnya .


Kennan akhirnya terbangun dari tidurnya, melihat ke sampingnya namun Dabria sudah tidak terlihat.


Ternyata Dabria sedang duduk di meja rias, sedang menatah rambutnya.


..."Selamat pagi!"...


..."Pagi Mas, bajunya sudah Bria siapin disofa. "...


Kennan menatap ke arah sofa dengan bibir yang melengkung.


..."Terimakasih! "...


..."Iya sama-sama Mas. "...


Selesai bersiap-siap, Dabria berpamitan dengan Kennan dan pelayan rumah serta penjaga.


..."Dea, bentar aku ambil mobil dulu. "ucap Zain yang baru keluar dari kamar dan berpapasan dengan Dabria ditangga....


..." Iya Zen! "...


Dabria sebenarnya meresa tak enak hati karena terus numpang dengan Zain, tapi apa boleh buat, Kennan sendiri yang menyuruhnya berangkat dengan Zain.


Karena menurut laporan dari sekertaris Rai, Dabria pergi dan pulang sekolah dengan angkot, dan memilih turun didekat halte.


Itulah sebabnya Kennan memaksa Dabria untuk ke sekolah bersama Zain, adiknya. Kebetulan juga mereka satu sekolah, sekelas pula.


Dabria menunggu didepan gerbang.


*******


Kennan kini sedang berdiri di balkon, menatap mobil Zain yang sudah mulai menghilang.


..."Aku sudah melakukan kesalahan besar karena egoku. " ucap Kennan dalam hatinya....


Kennan beranjak dari tempatnya untuk bersiap-siap kekantor.


Kennan tersenyum menatap pakaian yang disiapkan Dabria disofa dengan rapih.


.......


Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan ke sekolah, Dabria dan Zain akhirnya tiba didepan sekolah.


Seperti biasa, Dabria minta diturunkan dari jangkauan siswa-siswi yang lainnya agar tidak terjadi kehebohan.


Zain yang mengerti dan paham pun menurutinya.


Saat Dabria berjalan masuk kedalam kelas yang sudah didahului oleh Zain, tiba-tiba terdengar suara yang memanggilnya.


Dabria membalikkan badannya dan menatap ke suara itu berasal, suara yang tidak asing di telinganya.


..."Nisa... "...


Dabria menyambut sahabatnya yang sudah dianggap sebagai saudaranya itu dalam pelukannya.


..."Bria, kamu tau gak, tadi aku ketemu dengan sekertaris Tuan Kennan, dan di berikan ini."...


Annisa menunjukkan sepotong kertas kecil membuat Dabria terkejut dan membulatkan matanya.


..."Apa?Check dua ratus juta? "...


..."Iya Bria, katanya buat keperluan Ibu, terus katanya jangan bilang ke ibu nanti Ibu kepikiran. Bria aku sendiri merasa heran, padahal awalnya Tuan Kennan dan sekertaris nya itu kan seperti manusia yang tidak punya hati. "...


..."Tapi kok, sekertaris Rai bisa tahu kamu sekarang tinggal sama Ibu? "...


..."Ya, kan sekertaris Rai yang antar aku dan ibu kembali dari rumah sakit dan membawa kami kerumah yang sekarang. "...


Obrolan keduanya terhenti saat terdengar pengumuman dari guru piket lewat alarm bahwa ujian test akan segera dimulai sepuluh menit lagi, dan semua siswa diharapkan untuk mempersiapkan diri.


..."Bria, kamu belajar gak, semalam?" tanya Annisa saat mereka sudah duduk ditempatnya masing-masing, kebetulan posisi duduk keduanya bersebelahan....


..."Hehehe, Bria gak belajar karena keasikan nonton film! "...


..."Aduh Bria, hari ini kan ujian test. Yaudah gak apa, kan baru ujian test! " tawa keduanya...


*******


Dikantor, Kennan terlihat sedang duduk ruangannya dan sibuk dengan layar komputernya.


..."Permisi Tuan, semuanya sudah saya lakukan! "...


..."Hemmm.. " Kennan hanya berdehem atas ucapan sekretarisnya tanpa memalingkan pandangannya dari layar komputernya....


..."Saya permisi , Tuan! "...


Setelah beberapa saat kepergian sekertaris Rai, Kennan memijat pelipisnya secara perlahan.


..."Setidaknya ada yang kulakukan! "...


Raut wajah Kennan terlihat murung seperti banyak pikiran dan penyesalan.


Kennan melangkah menuju sofa untuk merebahkan dirinya yang terasa lelah.


Saat hendak memejamkan matanya, tiba-tiba sebuah tangan menyentuh tangannya membuat Kennan terkejut.


..."Sayang, ini aku! "...


..."Untuk apa kau berada disini? "...


..."Untuk menemuimu, aku kangen." ucap Jihan dengan manjanya....


Kennan langsung berdiri dari sofa tempatnya dengan tatapan dinginnya karena Jihan sengaja mengangkat ujung dress yang dikenakannya menyisakan pahanya untuk menggoda Kennan.


Namun Kennan tidak memperhatikannya.


..."Keluar dari ruangan ku, sekarang." ucap Kennan dengan tatapan dinginnya....


..."Hey, sa..... "...


..."Keluar ! " ucap Kennan dengan nada tinggi membuat Jihan langsung menghentikan ucapannya....


Jihan bahkan terlihat gemetaran.


..."Sayang, bukannya... "...


..."Keluar, dan jangan pernah muncul lagi di hadapan ku."...


Jihan langsung keluar dari ruangan tanpa membantah. Apalagi dengan tatapan dinginnya membuat Jihan tak mampu untuk menatapnya.


..."Murahan, aku tidak habis pikir, bisa-bisanya aku pernah mencintai wanita seperti dia. Betapa bodohnya diriku. " Kennan merutuki dirinya sendiri....


Bersambung.......