Snow-white

Snow-white
Ada Sisi Baiknya



Hari baru telah tiba, sinar matahari mulai terlihat. Didalam kamar, Dabria tengah bersiap-siap kesekolah. Saat bangun pagi tadi, Dabria sangat bersyukur karena obat yang di minumnya semalam, ia bisa tidur dengan nyenyak. Padahal dulu waktu masih tinggal berdua dengan Ibunya, kalau sakitnya kambuh ia akan berusaha tahan semalaman. Apalagi saat mereka sedang kesulitan uang.


Dabria akan berusaha sekuat mungkin supaya ibunya tidak khawatir. Itulah sebabnya ibunya tidak pernah membiarkan nya telat makan karena pernah satu kali Dabria yang benar-benar tidak tahan dengan rasa sakitnya di perutnya hingga tak sadarkan diri membuat ibunya benar-benar khawatir, saat diperiksa kedokter Dabria mengalami gangguan lambung.


Dabria sudah rapi dengan seragam sekolah nya pun segera keluar dari kamarnya untuk berpamitan pada Kennan dan para pelayan.


Walau setiap kali Dabria ingin berpamitan pada Kennan kesekolah, tidak sempat karena pagi pagi Kennan sudah tidak terlihat.


..."Mau kemana kamu? " tanya seorang tiba-tiba saat Dabria turun dari tangga. ...


Dabria sangat kenal dan hafal siapa pemilik suara itu yang selalu terdengar dingin.


Dabria membalikkan badan menghadap arah suara.


..."Tuan, maaf. Dabria mau pamit kesekolah!" ucap Dabria dengan kepala yang ditundukkan. ...


..."Siapa yang menyuruhmu kesekolah? Sudah sehat kamu sampe mau masuk sekolah? " tanya Kennan yang masih dengan nada dinginnya. ...


..."Dabria sudah baikan, Tuan. Terimakasih atas obatnya semalam. " sahut Dabria dengan senyum tulusnya. ...


..."Kau tidak usah kesekolah, mukamu pucat begitu. Istrahat saja dirumah"...


..."Ta.. tapi Tuan.. " belum selesai dengan ucapannya, Kennan sudah langsung mengelak. ...


..."Tidak ada bantahan dan alasan. Sekarang sarapan, setelah itu kembali kekamar, istrahat ." perintah Kennan...


..."Ba.. baik Tuan. Dabria permisi dulu! " ...


..."Hemm! " ...


Tatapan mata Kennan terus mengikuti langkah Dabria yang mulai menjauh.


..."Mau kemana kamu, aku menyuruhmu sarapan." Tanya Kennan kesal karena Dabria bukannya berbelok ke ruang makan tapi malah ingin berjalan lurus ke ruang depan. ...


Mendengar suara Kennan, Dabria menghentikan langkahnya, lalu membalikkan badannya menghadap ke arah Kennan.


..."Maaf Tuan, Bria mau minta tolong Tuan Zain untuk sampaikan ijin sama wali kelas. "...


..."Zain sudah berangkat! " ucap Kennan datar...


"Apa, Tuan Zain sudah berangkat? Tumben, terus aku harus titip pesan sama siapa? " batin Dabria.


Zain memang sudah berangkat dari pagi, sebenarnya pagi tadi selesai bersiap-siap, Zain menunggu Dabria didepan agar mereka bisa berangkat bareng. Saat sedang menunggu, Kennan tiba-tiba datang menghampirinya.


..."Kenapa belum berangkat? " tanya Kennan...


..."Dia hari ini gak sekolah, kamu berangkat sana." ucap Kennan...


..."Gak sekolah?"...


..."Hemm, semalam dia sakit sampe pingsan. "...


..."Apa? Dea sakit? Kakak kenapa gak bilang sama aku! " omel Zain yang terkejut dengan ucapan kakanya. ...


..."Gak ada gunanya ngasih tau kamu." ...


Zain berdiri hendak menemui Dabria , namun tangannya langsung dicegal oleh Kennan.


..."Mau kemana kamu? "...


..."Ketemu Dea, mau pastiin Dea baik-baik saja! "...


..."Citssshh, sudah dia baik-baik saja, biarkan dia istrahat. Kamu berangkat sekarang, jangan lupa buat surat ijin dia untuk dikasih ke guru. "...


..."Yaudah deh, aku berangkat dulu. " ucap Zain pasrah. ...


*******


..."Ayo sarapan, sudah aku bilang sama Zain buat ngasih surat ijin kamu sama guru. "...


..."Hah.. " Dabria terkejut sementara Kennan sudah berjalan menuju ruang makan. ...


"Syukurlah, ternyata Tuan Kennan gak sejahat yang aku pikirkan. Ada sisi baiknya juga. " batin Dabria yang langsung berjalan menghampiri Kennan karena sudah diteriakkan oleh Kennan.


Hari ini mereka sarapan bersama untuk pertama kalinya mereka sarapan bersama. Dan untuk pertama kalinya Dabria sarapan setelah beberapa lama tinggal rumah mewah bak istana ini.


Mereka menikmati sarapan dalam diam, saat sedang sarapan, asisten Rai datang seperti biasa untuk menjemput Kennan.


..."Habiskan makanannya, setelah itu istrahat. Jangan kemana-mana, kau sedang sakit. " perintah Kennan yang rupanya sudah menghabiskan makanannya. ...


..."Baik Tuan. Terimakasih!" ucap Dabria namun tidak ditanggapi Kennan. ...


Asisten Rai yang melihat perhatian Tuannya pada Dabria pun tersenyum tipis.


'Akhirnya anda mendapat perhatian dari Tuan, nona muda. Ya, walaupun terkesan dingin.'batin asisten Rai.


Bersambung.......