
Langit yang biru cerah mulai berganti dengan jingga yang memanjakan mata.
Dabria dan Zain baru menyelesaikan pembelajaran mereka, sementara Kennan masih diruang kerjanya.
..."Dea, kita jalan-jalan ke taman, yuk! " ucap Zain setelah mereka selesai merapikan bukunya....
..."Olahraga Zen? "...
..."Bukan, jalan-jalan biasa, ada yang bilang kalau belajar itu jangan hanya fokus pada pembelajaran tapi harus meluangkan waktu untuk refresing, biar otak segar."...
..."Kata mas kali, bercanda mas ! "ucap Dabria dengan senyum manisnya....
..."Yaudah yuk! "...
..."Kita pamit dulu sama mas Kennan." Zain mengangguk....
Dabria dan Zain menuju ruang kerja Kennan, setelah mengetuk pintu dan diijinkan Kennan masuk, Zain berjalan menghampiri Kennan diikuti oleh Dabria.
..."Ada apa? Kenapa raut wajah kalian seperti anak kucing? " ucap Kennan tanpa memalingkan pandangannya dari laptopnya....
..."Kak, aku sama Dea mau ijin jalan-jalan ke taman! "...
..."Tumben? Biasanya kamu kalau masuk ke mana langsung jalan aja." ucap Kennan penuh keheranan....
..."Sebenarnya si tadi Zain memang mau langsung pergi sama Dea, tapi Dea malah bilang harus ijin dulu."...
Mendengar ucapan Zain, Kennan yang awalnya hanya fokus pada layar laptopnya langsung memalingkan pandangannya menatap ke arah Dabria yang hanya menunduk.
..."Tunggu aku, kita sama-sama. "...
Dabria dan Zain saling tatap, Zain menggerakkan bahunya sebagai bahasa isyarat bahwa dirinya juga heran.
Kennan menutup laptopnya dan pergi keluar ruangan, namun Dabria dan Zain hanya terdiam ditempatnya.
..."Hey, berhentilah melamun, ayo kita pergi ke taman! " ucap Kennan sambil menjentikkan jarinya....
Dabria dan Zain saling menatap bingung, dan langsung bergegas mengikuti Kennan.
..."Ihh kok jadi jalan sama kak Kennan, aku kan cuma mau jalan berdua sama Dea." gerutu Zain dengan kesal....
..."Dea, kita jajan lagi, ya! "...
..."Bria gak bawah uangnya. "...
..."Udah gak apa-apa, aku traktir. "...
..."Benaran nih a, gak kaya kemarin lagi, kita sampai dikiranya hanya mau gratisan. "...
..."Dea.... " ucap Zain kesal karena Kennan langsung menertawai nya....
Dabria terkekeh dengan ucapannya sendiri dan tingkah Zain yang kesal.
..."Udah ketawanya Dea, ayo kita jajan, nanti yang bayarnya kakak. "...
..."Kok jadi aku sih? Yang ijinkan kamu."...
..."Zain memang minta ijin sama kakak, tapi Zain pengennya pergi berdua aja sama Dea, bukan sama kakak. Tapi karena kakak udah ikut jadi, ya kakak yang bayar."...
..."Anak nakal! "...
..."Yaudah kak, aku lapar nih ,istrinya juga lapar nih. " Dabria tersipu dengan ucapan Zain membuatnya Dabria langsung menunduk....
..."Jajan di mana? "...
Tanpa menjawab, Zain langsung menarik tangan Kennan, kakaknya menuju sebuah gerobak bakso dibangku taman.
Kennan langsung meraih pergelangan tangan Dabria membuat Dabria terkejut.
..."Bang, baksonya tiga, ya! " ucap Zain pada pedagang....
..."Gak, dua aja. "...
..."Kakak gak makan? "...
..."Gak, lagian kamu sejak kapan jadi suka jajan seperti ini? "...
..."Semenjak ketemu Dea." Dabria hanya tersenyum tak menjawab....
Setelah beberapa saat menunggu, dua mangkuk bakso yang dipesan pun sudah tersaji dan siap dinikmati.
Kennan menatap ngeri pada Dabria yang memasukkan banyak sambal ke dalam baksonya, bahkan kua baksonya sampai memerah karena sambal.
..."Bang, baksonya satu lagi. " ucap Kennan , Zain hanya menatap herannya....
..."Mau juga kak, apa aku bilang. "...
Tak lama kemudian, semangkuk bakso yang dipesan Kennan pun siap disajikan.
Kennan bukannya menikmati baksonya, tapi langsung merampas bakso Dabria dan menukarnya dengan bakso yang baru dipesan nya.
..."Makanlah ini, lihatlah kua nya sampai memerah.Ingat kurangin sambalnya,ngeri liatnya." Kennan mengambil sedikit sambal, hanya diujung sendok dan berikan pada Dabria....
Dabria menatap bingung atas tingkah Kennan, Dabria menyeruput kua bakso kedalam mulutnya, tapi menurutnya rasanya hambar.
..."Tapi mas.... "...
..."Jangan protes! "...
Zain menatap bingung pada Kennan atas tingkahnya.
..."Kak, mau es teh? " tawar Zain...
..."Gak, kamu pasti pikirnya kakak kepedasan. "...
..."Yaudah, Bang es tehnya dua, ya! " ucap Zain...
..."Baik den! "...
Kennan terpaksa menikmati bakso yang pedas itu, bibirnya sampai bergetar. Ingin rasanya Kennan memberikan menghangatkan tenggorokannya yang panas ini.
Tapi karena tidak ingin diejek oleh Zain lagi, Kennan berpura-pura menahan bibirnya yang kepedasan.
Padahal Zain sebenarnya tau bahwa Kennan kurang suka dengan makanan pedas.
..."Ini den, tehnya." ucap pedagang itu sambil memberikan es teh untuk Dabria dan Zain....
Namun saat Zain hendak menerima tehnya, Kennan langsung merampas nya dan menyeruput nya hingga tandas.
Melihat tingkah Kennan, Zain langsung tertawa terbahak-bahak.
..."Kepedasan ya, Mas? " tanya Dabria...
Bukannya menjawab, Kennan malah mengambil es teh punya Dabria yang sudah diminum stengah oleh Dabria.
*******
..."Kita pulang! "ucap Kennan saat mereka selesai menikmati baksonya masing-masing....
Mereka berjalan kembali ke rumah tanpa ada yang bersuara.
Tidak perlu waktu lama mereka sudah sampai dihalaman rumah karena jarak taman tidak begitu jauh, hanya sekitar dua ratus meter.
Saat tiba dirumah mereka menuju kamar masing-masing, Zain menuju kamarnya, Dabria dan Kennan menuju kamarnya.
..." Masih kepedasan Mas? "tanya Dabria saat sedang menyiapkan pakaian untuk Kennan....
..." Gak lagi! "ucap Kennan yang langsung berlari menuju kamar mandi....
Sekitar lima belas kemudian, Kennan baru keluar dari kamar mandi.
..." Mas, gak apa-apa? " tanya Dabria dengan raut wajah kuatir....
..."Gak Bria, hanya sedikit mules, ini juga sudah enakan! "...
..."Apa ada yang harus Bria ambilin lagi? "...
..."Gak ada, kamu mandi saja. "...
..."Iya Mas! "...
Dabria mengambil pakaian gantinya dan menuju kamar mandi untuk mandi. Sekitar lima menit Dabria sudah selesai dengan ritualnya dikamar mandi, dan bergantian dengan Kennan.
*******
..."Permisi bi, Dabria mau numpang buat sesuatu."...
..."Buat apa neng? Biar bibi aja yang buat. "...
..."Gak usah bi, bibi lanjut aja kerjannya, Dabria cuma mau buat jamu buat a Kennan, perutnya mules. "...
..."Yaudah neng, tapi Tuan Kennan ma gak pernah minum jamu neng, biasanya obat dokter. "...
..."Iya bi, tapi Bria mau buat jamu biar lebih cepat, dan sehat juga. "...
..."Yaudah neng, bibi permisi! " Dabria mengangguk....
Dabria mulai menyiapkan bahan untuk membuat jamu.
Dabria memang sering belajar dari Ibunya tentang banyak hal, salah satunya membuat jamu.
Setelah beberapa saat sibuk dengan urusannya, akhirnya segelas jamu pun siap, Dabria langsung membawanya kekamar.
.......
Saat keluar dari kamar mandi, Kennan melihat ke sudut kamar mencari keberadaan Dabria, tapi tak kunjung ditemukannya.
..."Mas, ini Dabria buatin jamu buat Mas. " ucap Dabria, sementara Kennan sedang merapikan rambutnya didepan cermin....
..."Jamu? "...
..."Iya Mas, biar perutnya enakan. " Dabria menyodorkan jamu yang dibawahnya diatas mapan pada Kennan....
Kennan menerima jamu tersebut dan menatap aneh.
..."Rasanya gak enak. "...
..."Rasanya memang gak enak Mas, tapi bisa membuat perut kita lebih nyaman, dan juga sehat Mas! "Kennan hanya mengangguk...
..." Mas mau makan disini? Biar Bria ambilin makan, ya. "ucap Dabria karena tak tega melihat Kennan yang lemas hanya menyandarkan diri disofa....
..."Iya Bria, perutku masih sedikit mules. "ucap Kennan sendu....
Dabria merasa bersalah melihat Kennan, Dabria bahkan menyalahkan dirinya sendiri.
Bersambung.......