Snow-white

Snow-white
Bidadari Khayangan!



Dabria masih tetap menatap sekelilingnya bangunan megah itu dengan takjub. Butik terkenal yang menyediakan branded mewah.


Tentu saja, semua pengunjung butik ini merupakan kalangan atas. Dabria jadi minder melihat tampilannya yang sangat beda jauh dari pengunjung yang ada. Walaupun Kennan hanya mengenakan pakaian santai, namun auranya yang tinggi membuat dirinya bersinar.


..."Ayo! " panggil Kennan menghentikan lamunan Dabria....


..."Mas, kita gak masuk ke butik inikan? " tanya Dabria dengan gugupnya....


..."Kenapa memangnya? " tanya Kennan lagi....


..."Bria cuma... " Kennan dengan cepat menghentikan mulut Dabria dengan tangannya yang membuatnya tidak melanjutkan ucapannya....


..."Aku bersamamu. " ucap Kennan meyakinkan saat melihat keraguan dari wajah Dabria....


Dabria pun mengangguk, Dabria turun dari mobil lewat pintu yang dibukakan oleh Kennan untuknya.


Kennan meraih tangan Dabria karena Dabria terlihat gugup. Mungkin ini karena pertama kalinya Dabria masuk ke butik mewah. Dabria pernah dibawah ke salon untuk didandani dan butik untuk memilih baju, tetapi itu hanya butik yang terlihat biasa saja.


Semua pegawai butik sudah berdiri didepan pintu menyambut kedatangan Kennan dan Dabria, semua pegawai butik juga membungkukkan badan sembari memberi hormat.


..."Lakukanlah yang terbaik. " pinta Kennan pada para pegawai dan mereka menyahut serempak. ...


Dabria dibawa ke sebuah ruangan yang dibatasi dengan tirai berwarna merah, Dabria yang awalnya bertanya-tanya dalam hatinya kini mulai mengerti setelah beberapa pegawai butik wanita mengambil banyak baju untuknya.


Setelah memilih baju, Dabria dibawah ke sebuah ruangan lagi yang lebih besar. Dabria membulatkan mata dengan takjub melihat ruangan itu dan alat perawatan yang tertata rapi serta meja lebar yang tertata banyak riasan make-up.


..."Menakjubkan sekali! " batinnya...


Butik itu memilih dia lantai dengan lantai utama sebagai tempat busana dan lantai berikutnya sebagai salon kecantikan.


Semua pegawai melakukan tugasnya masing-masing, Dabria hanya pasrah dengan para pegawai yang terus memberikan polesan demi polesan yang tak dimengerti nya.


Dua jam telah berlalu, Dabria sudah selesai didandani. Seorang wanita memberikan sebuah cermin bulat untuk Dabria, Dabria sampai terkejut dengan wajahnya sendiri.


..."Ya Tuhan, ini benaran aku? 'tanya Dabria dengan muka berbinar pada pegawai wanita yang disampingnya. ...


..." Itu benar, nona sudah sangat cantik jadi kami hanya memberikan sedikit keterampilan untuk menyempurnakannya." jelas wanita itu sembari tersenyum. ...


..."Ini sudah menjadi tugas kami, nona." ucap wanita itu dan Dabria mengangguk. ...


Dua orang wanita membuka tirai dan mempersilahkan Dabria untuk keluar dari ruangan itu untuk menemui Kennan yang sedang menunggunya.


..."Mas Kennan. " pangil Dabria sembari menghampiri Kennan yang sedang duduk disofa dengan memangku kaki kanannya, Kennan sudah terlihat rapi dengan setelan jasnya. ...


Kennan membalikkan badan, matanya menatap Dabria tanpa berkedip. Keduanya saling mendekat dengan langkah pelan.


Dabria mendekat dengan senyum manis dibibirnya dan Kennan dengan tatapan tanpa kedip nya.


..."Bria... "...


..."Iya Mas, ini Bria. Bria sampai terkejut dengan wajah Bria sendiri. " ucap Dabria...


..."Dia benar-benar seperti bidadari khayangan, sangat cantik. " puji Kennan dalam hatinya. ...


Kennan terus-terusan memuji kecantikan Dabria yang sangat sempurna dalam hatinya.


Benar-benar tampilan yang luar biasa, apalagi senyum manis yang membuatnya semakin terlihat bersinar.


Dengan perlahan, Kennan meraih tangan Dabria dan melingkarkan nya di lengannya.


..."Mas, apa kita akan keacara lagi? " tanya Dabria saat hendak melangkah. ...


..."Ya! " sahut Kennan singkat dan Dabria pun mengangguk. ...


Dabria berpikir bahwa dirinya harus benar-benar tampil dengan sempurna disamping Kennan nantinya , sepertinya janjinya untuk melakukan apapun yang terbaik untuk Kennan.


Dabria berpikir, mungkin ini adalah acara yang sangat formal sehingga Kennan membawanya ke butik mewah ini. Jujur saja, Dabria juga merasa heran, karena tidak seperti biasanya sekertaris pribadi Kennan yang mengurus semuanya.


Tapi kali ini, Kennan sendiri yang mengurusnya secara langsung.


...Bersambung....... ...