Snow-white

Snow-white
Kedatangan Jihan



Selesai sarapan Dabria hendak merapihkan meja makan, namun langsung dicegah oleh seorang pelayan karena dirumah ini ada empat pelayan, yakni bi Inem, bi Sari, bi Mina dan yang paling mudah ada Maya.


Bi Inem langsung mencegah Dabria yang hendak membersihkan meja makan.


..."Non, biar bibi yang bereskan. Non, istrahat saja , " cegah bi Inem langsung mengambil gelap dari genggaman Dabria...


..."Gak apa-apa bi, Bria gak ada kerjaan jadi biar Bria yang beresin, " ...


..."Udah Non gak usah, biar bibi aja. Non istrahat," ucap bi Inem...


..."Yaudah bi, Bria permisi kekamar dulu, " pamit Dabria pada bi Inem...


..."Iya Non, kalau butuh sesuatu bilang sama bibi atau sama yang lainnnya, " ucap bi Inem lagi dan dibalas anggukan kepala oleh Dabria. ...


Dabria memutuskan untuk kembali kekamar, mengambil buku catatannya untuk dipelajari kembali. Biarpun tidak sekolah, Dabria tetap ingin belajar.


Dabria masuk kedalam jajaran siswa yang punya kemampuan diatas rata-rata, hal itulah yang menjadi kebanggaan bagi dirinya dan ibunya selama ini. Dabria ingin tetap mempertahankan peringkat yang diraihnya agar ibunya tidak kecewa walaupun mereka sekarang terpisah. Namun itu tidak berpengaruh untuk dalam memudarkan niatnya.


Dabria selalu ingin pesan dari ibunya yang menjadi motivasi untuknya 'Nak, kita memang tidak punya apa-apa, hidup seadanya. Tidak masalah, yang penting kita punya hati yang tulus dan pikiran yang luas tentang dunia ini untuk harga diri kita! '


Lebih dari satu jam Dabria fokus dengan buku-bukunya, tiba-tiba terdengar suara yang nyaring dari luar yang mengganggu konsentrasi nya.


Samar-samar terdengar suara itu memanggil nama Kennan.


..."Kennan... Kennan sayang, aku datang.. "...


Dabria sampai heran siapa yang sudah berani membuat keributan diluar. Untuk membunuh rasa penasaran nya Dabria merapikan kembali buku-bukunya dan disimpan pada tempatnya masing-masing.


Dengan langkah perlahan Dabria menuruni tangga, saat sampai diruang tengah yang luas Dabria bisa melihat seorang wanita sedang duduk disofa dengan posisi membelakangi nya.


Disana juga ada bi Inem dan bi Sari yang sedang berdiri dengan kepala menunduk, sekilas mereka terlihat seperti seorang hamba yang melakukan kesalahan dan sedang berhadapan dengan tuannya untuk diberi hukuman.


..."Buatkan aku minum, cepat! " perintah wanita yang duduk disofa dengan suara lantangnya. ...


Dari suaranya Dabria merasa tidak asing, seketika Dabria merasa seperti pernah bertemu dengan pemilik suara itu. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya apa wanita ini adalah ibu dari Kennan dan Zain? Mertuanya yang tidak pernah diketahui. Ketakutan muncul dalam dirinya, kalau benar ini ibu dari Kennan, habislah diriku, pikir Dabria. Dari suaranya Dabria menebak bahwa wanita ini memiliki karakter yang tegas dan galak, apalagi ditambah bi Inem yang langsung menuruti perintahnya.


Walau sebagian hatinya tidak yakin bahwa wanita ini adalah ibu dari Kennan. Secara kan suaranya masih terdengar fresh walau tegas. Tapi mungkin ibunya Kennan belum tua-tua amat.


Atau mungkinkah saudara perempuan Kennan? Mungkin saja.


Untuk membuktikannya Dabria kembali berjalan dengan langkah pelan Dabria mendekati wanita itu.


..."Permisi no... " belum selesai dengan ucapannya Dabria terkejut dengan wanita yang duduk dengan gaya elegan nya disofa. ...


Tampilan feminin dengan dress diatas lutut, rambut panjang pirang terurai begitu saja.


..."Kamu, bukannya kamu yang kemarin datang bersama Kennan ke acara ku? " tanya wanita itu sembari berjalan mendekati Dabria ...


..."I-iya, saya kemarin yang datang ke acara, nona!" sahut Dabria dengan kepala menunduk...


Mata Jihan menelusuri tampilan Dabria dari ujung rambut sampai ujung kaki membuat Dabria hanya memainkan jari-jemari nya disamping badan.


..."Hemm, cantik sih walau tampilannya sederhana, tak selevel dengan Kennan ku, " ucap Jihan dalam hatinya...


..."Usshh... apa yang aku pikirkan? Bisa-bisanya aku memujinya tanpa sadar? " batin Jihan merutuki pikirannya sendiri...


Dengan cepat Jihan mengembalikan kesadarannya yang sempat kagum dengan Dabria.


..."Hah, aku penasaran trik apa yang kamu pakai sampai Kennan bisa memilih orang seperti kamu? Dari tempat sampah, mungkin? " hina Jihan sementara Dabria hanya diam tak membalas. ...


Bersambung.......


Terimakasih, jangan lupa vote, like dan komennya ❤