
Jihan langsung keluar dari ruangan tanpa membantah. Apalagi dengan tatapan dinginnya membuat Jihan tak mampu untuk menatapnya.
..."Murahan, aku tidak habis pikir, bisa-bisanya aku pernah mencintai wanita seperti dia. Betapa bodohnya diriku." Kennan merutuki dirinya sendiri....
Mood yang tadinya sedikit baik, tiba-tiba hilang seketika.
*******
Sekertaris Rai sibuk dengan berkas-berkas di ruangannya, tiba-tiba terdengar suara ketukkan pintu.
..."Masuk! " ucap sekertaris Rai tanpa memalingkan pandangannya dari berkas-berkas,...
Jari jemarinya tetap bekerja dan matanya tetap fokus pada berkas-berkas dihadapannya, sehingga tidak perhatikan orang yang masuk.
..."Sekertaris Rai! "...
Walau tidak memalingkan pandangannya, namun suara yang memanggilnya terdengar tak lazim di telinganya.
..."Nona Jihan! " ucap sekertaris Rai...
..."Saya hanya ingin bertanya sesuatu, sebagai sekertaris dan orang kepercayaan Kennan, anda pasti tau wanita yang bersama dengan Kennan saat ini. " Jihan langsung mengutarakan maksudnya....
..."Maaf Nona, itu adalah privasi Tuan Kennan, saya tidak berhak untuk itu. "...
..."Hey, saya hanya bertanya! " ucap Jihan kesal...
..."Mohon maaf Nona, silakan anda keluar dari ruangan saya, masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. "...
..."Sekertaris Rai, se...." ucapan Jihan terhenti atas ucapan sekertaris Rai....
..."Maaf Nona! "...
Jihan langsung keluar dengan raut wajah kesalnya, pintu yang tidak bersalah pun menjadi korbannya.
Jihan menutup pintu dengan kasar membuat sekertaris Rai menggelengkan kepalanya.
..."Beruntungnya Tuan Kennan tidak melanjutkan pertunangannya dengan wanita seperti nona Jihan." bisik sekertaris Rai dalam hatinya....
*******
Jihan berjalan dengan kesal keluar dari ruangan sekertaris Rai, para karyawan yang melihatnya menatapnya dengan tatapan dalamnya.
..."Tuan dan sekertaris sama saja, sama-sama menyebalkan. Ini semua karena wanita itu, aku jadi susah dekat dengan Kennan." ucap Jihan dalam hatinya....
*******
Kennan terlihat tidak fokus di ruangannya, menatap layar komputernya.
Setiap saat pikirannya terus dipenuhi rasa kesal pada Jihan.
..."Dia memang dari dulu tidak pernah berubah." Kennan mengingat akan sifat Jihan saat masih bersamanya....
Mengingat waktu pertama kali mereka bertemu, bahkan waktu dimana Kennan mengutarakan perasaannya pada Jihan.
Mereka bahkan sudah bertunangan,persiapan untuk pernikahan mereka juga sudah hampir selesai. Namun karena keegoisan Jihan lah yang membuat semuanya berakhir.
Jihan menerima lamaran dari Riko tunggangannya saat ini tanpa sepengetahuan Kennan.
Kennan baru mengetahuinya dua minggu kemudian tanpa sengaja melihat Jihan dan Riko di taman sedang berciuman.
Saat itu Kennan sedang melakukan perjalanan menuju tempat perjanjian menemui klien.
Beberapa hari sebelum hari pernikahan mereka, Jihan membatalkan semuanya dengan alasan karena sudah bertunangan dengan Riko.
Jihan bahkan lebih memilih Riko daripada Kennan. Keduanya pergi keluar negeri karena Riko harus meng-handle perusahaan ayahnya disana.
Disaat itulah Kennan merasa terpukul dan kesal, sehingga saat menerima informasi bahwa Jihan akan kembali ke tanah air bersama tunangannya Riko setelah satu tahun kepergian mereka, Jihan juga bahkan terus mengirimkan pesan pada Kennan bahwa dirinya tidak menyesal meninggalkan Kennan karena dirinya sangat bahagia bersama Riko.
Entah apa maksud dari pesan yang dikirim beberapa minggu setelah kembali ke tanah air. Mungkin sebagai ejekan untuk memanas-manasi Kennan.
Itulah sebabnya, demi menghentikan ejekan Jihan, Kennan memilih jalan buntu tepatnya di hari ulang tahun Jihan , Kennan pergi ke hotel dimana pertama kalinya dirinya bertemu Dabria.
Kennan melakukannya untuk membuktikan pada Jihan bahwa dia sendiri tidak peduli bahkan memikirkan Jihan lagi.
*******
Setelah jam pulang sekolah, Dabria menunggu Zain di pertigaan setelah berpisah dengan Annisa.
Selembar kertas check yang diberikan sekertaris Rai atas perintah Kennan terus terbayang dalam pikirannya.
..."Tuan Kennan benar melakukan seperti apa yang dikatakannya. Apa juga harus melakukan apa yang menjadi tugasku untuk Tuan Kennan?" ucap Dabria dalam hatinya....
Kennan sudah memberitahu bahwa selama kontrak ini berlangsung, Kennan akan memenuhi semua kebutuhan Ibunya.
Dan bayaran untuk Dabria sesuai kesepakatan mereka akan diberikan saat kontrak berakhir.
Dabria baru menghentikan lamunannya saat Zain membunyikan klakson mobilnya berulang kali.
..."Ayo Dea! "...
..."Zen, maaf Bria jadi melamun. "...
..."Melamun apa sih, Dea? ujian test hari ini? "...
..."Hehehe, iya Zen!" ucap Dabria dengan senyum yang ditampilkan diwajahnya....
Dua puluh lima menit kemudian, mobil yang dikemudian oleh Zain tiba dirumah.
Zain memasukan mobil ke garasi, keduanya berjalan bersama masuk kedalam rumah.
Saat sampai diruang tengah, rupanya Kennan sudah kembali dari kantor, Kennan bahkan sudah mengenakan pakaian rumah.
..."Udah pulang kak?Tumben ?"...
..."Belum... " Zain hanya tersenyum...
..."Dea, nanti kita... "...
..."Maaf Bria gak bisa, hanya karena terus nonton televisi sampai gak belajar ,lihatlah hari ini hanya nilai kita saja yang rendah." tolak Dabria yang sudah bisa menebak apa yang akan diucapkan Zain....
Zain hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal atas tatapan Kennan padanya.
Tidak ingin berlama-lama melihat sorot mata tajam Kennan, kakaknya, Zain langsung berjalan menuju kamarnya.
..."Bria permisi, mau ganti pakaian! " ucap Dabria...
..."Hemmm... " Kennan hanya berdehem tanpa memalingkan pandangannya dari layar handphone nya....
*******
Kennan, Dabria dan Zain kini telah berada di meja makan.
Saat sedang menikmati makanannya, seorang pelayan wanita menghampiri Kennan dengan wajah menunduk.
..."Tuan, saya mau behenti kerja, mau pulang kampung, ada urusan keluarga. "...
..."Kenapa mesti behenti kerja, bibi kan bisa nanti selesai urusannya, bibi bisa kembali kesini untuk kerja. " ucap Zain...
..."Maaf den, bibi sendiri gak tau kapan pulang."...
..."Ya sudah, tidak apa-apa. " ucap Kennan...
..."Terimakasih Tuan, den,neng. Bibi permisi dulu."...
..."Iya bi. " ucap Dabria dan Zain bersamaan....
Ketiganya kembali melanjutkan makanannya! dalam diam hingga makanannya habis tak tersisa.
Selesai makan, Dabria dan Zain menuju ruang tengah untuk belajar bersama, sementara Kennan menuju ruang kerjanya.
Semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing.
*******
Sore hari, di sebuah rumah berlantai dua terlihat seorang pria mondar-mandir di halaman depan , pria tersebut adalah Riko.
Riko terlihat gelisah menunggu seseorang, sesekali matanya menatap ke handphone yang dipegangnya.
Beberapa waktu kemudian, sebuah mobil berwarna merah datang.
..."Jihan, kamu dari mana? jalan dari pagi gak kasih kabar, gak ijin pula. " Riko langsung menghampiri Jihan yang hendak menutup mobilnya....
..."Bawell bangat si, aku cape! "...
Riko langsung meraih pergelangan tangan Jihan saat Jihan hendak melangkah.
..."Jihan, kita ini tunangan, sebentar lagi menikah."...
..."Sebentar lagi menikah, tapi belum menikah kan? " ucap Jihan yang langsung melepaskan tangan Riko yang meligkar pada pergelangan tangannya....
..."Jihan, aku khawatirkan sama kamu.Kamu pergi gak bilang-bilang, aku telpon gak diangkat, bahkan aku kirim pesan pun gak dibalas."...
..."Lebay banget sih,udah ah aku cape, mau istrahat."...
Riko hanya menggeleng kepalanya sambil menatap pundak yang mulai menjauh.
..."Belum menikah saja sudah seperti ini." batinnya...
Bersambung.......