Snow-white

Snow-white
Tinggal Bersama



Dabria hanya berjalan kaki hingga tiba dikediaman Kennan. Perjalanan yang jauh menguras banyak tenaga sehingga ia terlihat sangat kelelahan.


..."Sore nona! " sapa seorang penjaga rumah saat Dabria membuka pintu. ...


Melihat keringat yang bercucuran di pelipis Dabria membuat penjaga rumah itu tidak tega. Tapi apa boleh buat, selama tidak ada perintah dari Kennan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.


Dabria baru menyadari ternyata hari sudah sore. Hal itu membuatnya gugup saat hendak masuk kedalam rumah.


..."Kemarin aku pulang lebih cepat, sekarang sangat telat. Ya Tuhan, cacian apalagi yang akan kudapat? " gumamnya dalam hati....


Namun saat dilihatnya keberadaan mobil yang sering dipakai Kennan belum berada di tempat parkir membuatnya sedikit lega. Setidaknya Ia sudah terhindar dari cacian.


Ia pun segera melangkah kedalam rumah dengan sedikit tersenyum diwajahnya.


Saat sampai diruang tengah, terdengar suara seorang pria menghentikannya.


..."Hey berhenti, siapa kamu? "...


Dabria membalikkan badan dan memandang kearah suara itu berasal membuatnya terkejut kaget.


..."Dabria Deanisa! " ucap pria itu yang ternyata adalah Zain , murid baru dikelas Dabria....


..."I-iya... " sahutnya dengan gugup...


Zain bejalan mendekatnya, menatapnya dari ujung kaki hingga ujung rambut membuat Dabria merasa tak nyaman dengan tatapan itu.


..."Kamu kerja disini? " tanya Zain...


..."I-iya... " Dabria yang bingung dengan pertanyaan Zain hanya mengiyakan karena Ia juga tidak tahu harus menjawab apa....


..."Wah, berarti kita tinggal bersama dong!" sahut Zain yang seperti begitu senangnya....


..."Maksudnya? " tanya Dabria dengan binggung nya....


Belum sempat dijawab oleh pria itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menghampiri mereka.


..."Kak Kennan! " ucap Zain dengan tersenyum. ...


..."Apa kakak? jadi mereka saudaraan. Ah, bodonya aku. Bukannya tadi disekolah Zain sempat memperkenalkan dirinya dengan nama 'Chaan' dibelakangnya." Batin Dabria terkejut dengan ucapan Zain. Sungguh tak disangka mereka bukan hanya sekelas tapi satu atap juga. ...


Ia baru menyadarinya, kalau tadi waktu disekolah Zain memperkenalkan diri dengan tambahan nama belakang Chann.


Melihat hal itu, Kennan menampilkan mata malasnya kepada keduanya.


..."Kamu ngapain disini? " tanya Kennan dengan tatapan mata malasnya....


..."Lho, Ibu kan sudah ngasih tau sama kakak kalau aku bakal dipindahkan kesini. " jelas Zain...


..."Apa kau tau? aku sama sekali tidak setujuh dengan keputusan Ibu, kau hanya akan merepotkanku." ucap Kennan dengan malasnya. ...


..."Aku juga sama, gak mau pindah. Tapi sekarang aku senang Ibu memindahkan ku disini. " Ucap Zain dengan tersenyum manis sambil matanya melirik kearah Dabria yang hanya menunduk tak bersuara....


Melihat akan itu, Kennan langsung mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh adiknya itu.


..."Baru kali ini kakak memilih pelayan yang sangat memanjakan mataku, membuatku tertarik. " tambah nya...


..."Wanita bodoh ini pasti memperkenalkan dirinya sebagai pelayan, namun bukankah itu memang justru bagus. " Ucap Kennan dalam hatinya....


Tak peduli dengan ucapan adik laki-lakinya itu, Kennan langsung meninggalkan mereka dan melangkah menuju kamarnya.


Begitu juga dengan Dabria, Ia juga melangkah menuju kamarnya meninggalkan Zain hanya terdiam dan menatap bingung saat Dabria menuju kamar atas dan bukannya kamar para pelayan yang letaknya di belakang.


Dabria berdiam diri didalam kamar seperti biasanya, sementara disisi lain Kennan juga berdiam diri dikamar sambil membaringkan diri diranjangnya.


Pagi tadi Dabria tidak sempat sarapan ,karena takut terlambat ke sekolah , dan karena pulangnya sudah sore sehingga Dabria melewatkan makan siang membuat perutnya kerongkongan karena lapar. Apalagi perjalanan yang jauh menguras banyak tenaganya.


Dabria hanya membeli sebotol minuman saat haus, itulah sebabnya uang yang dibawahnya untuk ongkos pulang habis. Dalam perjalanan Dabria juga merutuki dirinya sendiri karena hanya membawa uang pas-pasan.


Ingin sekali Ia kedapur untuk makan, namun karena berpikir akan banyak hal membuatnya mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk tidur.


Ya mungkin dengan tidur bisa mengembalikan sedikit stamina tubuhnya atau membuat rasa laparnya sedikit berkurang.


Saat makan malam tiba, Kennan dan Zain sudah berada di meja makan menikmati makanan mereka dengan tidak bersuara.


Namun saat sedang menikmati makanan di piringnya, Ia pun teringat akan sesuatu membuat gerakan tangannya yang memegang garpu terhenti sesaat.


Tetapi kemudian kembali menikmati makanannya. Entah apa yang dipikirkannya?


..."Semua kamar pelayan sudah penuh! " seru Kennan dengan berbohong pada adiknya....


..."Oh... " ucap Zain singkat...


Dari sahutan nya, Zain sepertinya percaya dengan ucapan dari Kennan.


Karena begitu kelelahan membuat Dabria tidur dengan sangat pulas hingga saat seorang pelayan wanita mengetok pintu kamarnya memberitahunya untuk makan malam, Dabria hanya beralasan bahwa Ia sudah selesai makan. Padahal jelas-jelas makanan yang disiapkan untuknya masih utuh.


..."Permisi bi, ada apa? " tanya sekertaris Rai pada pelayan yang berdiri didepan pintu kamar Dabria dengan raut wajah cemas....


..."Tuan Rai, saya memanggil nona untuk makan malam karena sepertinya nona belum makan dari pagi tapi nona malah bilang kalau dia sudah selesai makan. Padahal makanan untuknya masih utuh dimeja, saya takut nona sakit karena nona hanya didalam kamar bakan dari pulang sekolah nona juga belum kedapur untuk makan " jelas pelayan itu...


..."Biar saya bantu memanggil nona! " ucap sekertaris Rai...


Namun saat sekertaris Rai hendak mengetok pintunya, Dabria langsung membukanya dengan pelan.


..."Maaf , Dabria tadi tidur karena sangat mengantuk. " ucapnya dengan nada suara lemah....


..."Nona, makan malamnya sudah siap!" seru pelayan itu....


..."Baik bi, terimakasih banyak. " Sahut Dabria...


..."Nona silakan makan dulu, saya akan menunggu diruang depan. " jelas sekertaris Rai saat Dabria menatapnya....


Dabria mengangguk walau dalam benaknya bertanya-tanya untuk apa asisten Rai memintanya menemuinya diruang depan usai makan malam.


Selesai menikmati makanannya, Dabria langsung bergegas menuju ruang depan untuk menemui sekertaris Rai yang sedang duduk menunggu sambil menatap layar handphonenya.


..."Permisi Tuan! " Ucap Dabria...


Sekertaris Rai segera memasukkan handphonenya kedalam kantong celananya sambil tersenyum pada Dabria.


..."Nona, saya ingin memberitahukan apa yang harus dilakukan nona menjelang kedatangan nona Jihan ke negara ini. " Jelas sekertaris Rai...


..."Yang harus kulakukan? " ucap Dabria yang tak mengerti dengan maksud dari perkataan sekertaris Rai....


..."Nona Jihan merupakan mantan tunangan Tuan Kennan, tetapi hubungan mereka berakhir karena nona Jihan lebih memilih menerima lamaran teman lamanya dan meninggalkan Tuan Kennan begitu saja. " Jelas sekertaris Rai...


Dari ucapan sekertaris Rai, Dabria mengerti mengapa Kennan melakukan pernikahan pengadilan ini.


..."Apa yang harus saya lakukan? " tanya Dabria...


Sekertaris Rai menjelaskan apa yang akan dilakukan Dabria saat mantan tunangan Kennan datang ke negara ini.


Saat didalam kamar, Dabria kembali memikirkan banyak hal. Dirinya merasa seperti semua hal dalam pikirannya setiap waktu berputar.


..."Aku tidak pernah berada di situasi yang sulit seperti ini, ingin sekali semuanya cepat berakhir. Aku tidak ingin penuhi pikiranku cuma dengan hal seperti ini, aku hanya ingin fokus untuk ujian nanti. " Ucap Dabria dalam hatinya...


Malam yang sunyi pun telah berganti dengan hari baru yang cerah.


Seperti biasa, pagi-pagi sekali Dabria sudah terlihat rapi dengan pakaiannya sekolahnya dan siap untuk berangkat.


..."Hah, Dabria kamu harus semangat, empat bulan lagi sudah ujian nasional. Kamu gak boleh patah semangat demi Ibu. " Ucap Dabria sembari menyemangati dirinya sendiri....


Saat keluar dari kamarnya ,Dabria menghampiri para pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing untuk berpamitan.


..."Deanisa, ayo sarapan! " ajak Zain yang juga sudah terlihat rapi dengan seragam sekolahnya dan sedang duduk di meja makan....


..."Ah,Dabria sudah selesai sarapan kok, Tuan. " ucap Dabria yang berbohong...


..."Sarapan dimana? " tanya Zain tak percaya karena pikirnya Dabria baru keluar dari kamarnya. ...


..."Tadi, mie instan yang aku beli. " Ucap Dabria asal....


Mendengar akan itu, Zain menatap Dabria dengan tatapan mata tajamnya membuat Dabria hanya menunduk.


..."Ayo Dea, kita sarapan dulu. Gak bagus makan mie pagi-pagi begini! " ucap Zain...


..."Maaf Tuan, Dabria pamit dulu nanti telat. " Tolak Dabria dengan lembutnya....


..."Dea, kita satu sekolah bakan sekelas, kita nanti berangkatnya sama-sama. " ucap Zain setelah menarik napas dalam-dalam....


..."Maaf Tuan, Dabria permisi dulu!" tolak Dabria yang langsung bergegas meninggalkan Zain yang hanya menatapnya melangkah pergi....


Bersambung.......