She's Melisa

She's Melisa
Menuju Kota B



Kemudian pap Irfan melanjutkan langkah nya ke kamar Melisa dan papa Irfan tertegun melihat sosok gadis yang ada di depan nya sekarang Cindy?


Ya Melisa merubah garis wajahnya menyerupai tante Cindy dengan garis bibir bawah tebal dan tahi lalat itu sangat menyerupai tante Cindy. Bedanya ini lebih terkesan imut dan rambut juga penampilan yang berbeda. Hanya beberapa fitur wajah yang menyerupai.


Melisa iseng memeluk Irfan sambil berucap Papa. Refleks Irfan memeluknya juga erat seakan merasa bahwa itu adalah Cindy, dia tidak mendengar ucapan Melisa yang memanggilnya Papa. Dia larut dalam kerinduan nya kepada Cindy yang meninggal di depan matanya.


"Kenapa Papa memeluk ku seperti ini seakan aku akan pergi dari Papa" Melisa menyesuaikan suara manja nya agar sesuai dengan penampilan nya.


Papa Irfan sadar "Eeehhh kamu"? Suaranya tergantung.


"Hehehe... Aku Lili anak Papa, masa lupa sama anak sendiri"? Melisa berucap


"Bagaimana mungkin"? Irfan masi bingung.


"Aku tahu Papa mencintai Tante Cindy, jadi aku merubah garis wajahku menyerupai Tante agar Om eh salah agar Papa bisa melihat bayangan tante di diri aku. Anggap saja aku anak Papa dan Tante Cindy". Melisa menjelaskan.


"Maaf Papa sedikit bingung, bagaimana bisa kamu merubah semuanya dengan sangat berbeda dari wajah mu yang aseli". Irfan masi bertanya-tanya.


"Aku belajar dari Mama sejak kecil Pa, Mama ku kan model dia pandai ber make up". Melisa mulai geram karena Papa nya seperti anak idiot.


"Cantik, kamu mirip Cindy. Bibir bawah dan tahi lalat itu sangat mirip"... Irfan takjub.


"Jadi kapan kita berangkat" melisa mengalihkan pembicaraan.


"Sekarang juga boleh, kamu sudah menyiapkan barang-barang mu." tanya Irfan.


"Sudah kok, aku tidak bawa banyak barang Pa. Semua yang aku bawa adalah varang baru". Melisa menjawab.


"Apa perlu kita mampir ke Mall dulu sayang"? irfan bertanya lagi.


"iih sayang, kok aku kaya sugar baby yang morotin sugar daddy ya Pa". Melisa bercanda.


"Aku gak mau mampir ke Mall Pa. Tapi kalau boleh aku mau mampir ke apartemen Anisa di kota B. Aku mau mengambil barang-barang peninggalan adik ku". Melisa berkata dengan manja seperti dulu ia berinteraksi dengan tante Cindy dan keluarga Nenek nya di Amerika.


Sebenarnya Melisa memang memiliki sisi yang manja, periang, dan humoris tapi hanya pada orang-orang yang ia anggap penting dalam hidupnya. Meskipun dia kebanyakan mengeluarkan sifat dingin nya kepada orang lain.


"Ok kalau begitu, kota B dulu baru ke kota J" Irfan meng ya kan keinginan anak angkatnya.


"Aku ambil barang dulu di kamar ya Pa". Melisa berlau.


"Ok, Papa tunggu di bawah". Irfan pun turun kebawah lebih tepatnya menuju mobil.


Tidak lama Melisa turun dan menghampiri Papa barunya. Ternyata Irfan sudah menunggu nya sambil berbicara kepada semua pengawal dan para pembantu di rumah ini.


"Ini Melisa, namun sekarang identitasnya menjadi Lili. Dia anak angkat saya, kedepan nya bila dia mampir kerumah ini, dan memerlukan bantuan para pengawal, layani dia dengan baik". Papa Irfan memberi pengumuman.


"Baik Tuan". Jawab mereka serempak.


Sementara Melisa hanya menanggapi dengan senyum manisnya. Mereka pun segera masuk ke mobil dan melaju ke arah kota B terlebih dahulu.


__________________________________________


Hallo kak Mampir yuk ke Novel ku yang lain nya yang berjudul


"MENIKAHI GADIS AMBURADUL"


Dukung karya author dengan memberikan Like dan Komentarnya.


Terimakasih.