
1 minggu berlalu.
Sejak Tisno mengetahui dalang di balik kematian Dewa adalah mantan sahabatnya ia menjadi pribadi lebih dingin dan pendiam. Dewi bisa merasakan itu.
Tiba - tiba berita menghebohkan muncul di berbagai media, Tv, radio semuanya memberitakan tentang ke bangkrutan Perusahaan besar SJ group dengan kasus penyelewengan Pajak dan kasus - kasus lain nya.
Jayadi yang tidak siap dengan semua yang menimpa nya terkena serangan jantung, bahkan juga harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya di balik jeruji besi. Istri dan anak nya Rina yang tak bisa hidup miskin kembali kepada orang tua Susi, namun orang tua nya pun terjerat kasus yang sama karena pengaliran dana dari Perusahaan SJ.
Semua aset di jual dan di beli oleh Perusahaan Ss Kingdom dengan harga yang jauh jatuh dari harga pasar. Sutisno merasakan kepuasan dalam hati nya.
Saat menjenguk mantan sahabat nya di rumah sakit. dia membisik kan sesuatu
"Semua tidak sebanding atas apa yang telah kamu lakukan kepada Keluarga ku, ini baru awal. Masi ada istri mu yang harus merasakan defresi seperti yang istriku rasakan kala kehilangan Putra nya". Dengan pelan namun penuh penekanan dia berkata pada jay.
Jayadi tercengang, bahkan dia tak menyangka perbuatan busuk nya akan terungkap kurang dari satu tahun. ia yang kala itu bahkan tak bisa bergerak karena stroke, mengerang se akan ia mau menghabisi Tisno saat itu.
"Akan aku hancurkan keluarga mu tanpa sisa, akan aku tunjuk kan siapa aku, dan kekuasaan ku kepada mu Jayadi" Tisno berlalu pergi dari ruangan Jayadi.
Sekian bulan berlalu Jayadi sudah lama keluar dari Rumah Sakit dan telah menjalani sidang putusan dengan hukuman penjara Seumur hidup karena kasus ke negaraan dan kasus pembunuhan Dewa.
Sementara itu melisa yang mengalami trauma pasca kejadian Susi yang menabrak kan diri ke kereta, mendapatkan perawatan intnsif dari seorang psikiater. Selama Jayadi di penjara ia tak pernah sekali pun menjenguk nya.
Keluarga Jayadi benar - benar hancur. Dan Tisno sangat puas dengan apa yang menimpa mantan sahabat nya.
Satu kesalahan Tisno adalah tidak membunuh Jayadi dan membiarkan anak nya juga hidup, sehingga kala Rina sembuh dari trauma nya dia menceritakan kebencian nya pada Sutisno. Dan merencanakan untuk balas dendam.
Namun karena waktu itu usia Rina masi sangat muda, Jayadi menyuruh nya untuk pergi ke kampung halaman dari pihak Ibu di daerah S.
"Kamu pergilah kesana, ada orang yang bisa Papa andalkan di sana. Jika terjadi sesuatu pada Papa balaskan lah semua dendam itu pada Tisno" dengan lemah dan lesu ia berbicara kepada anak nya.
Semenjak terkena serangan jantung Jay kerap merasakan sakit di bagian dada nya seperti hari ini, namun dia menyembunyikan nya dari sang anak demi memberi kekuatan kepada anak nya.
Setelah Rina keluar dari penjara, tak di sangka hari itu adalah hari terakhir nya melihat sang papa. Penyakit jantung papa nya kambuh saat malam tiba, dia mati dengan ke adaan membiru dan mata melotot. Menegerikan.