
Rina yang mendengar kematian ayah nya di penjara sangat terpukul. Dua kali ia merasakan sakit nya kehilangan orang - orang yang dia sayangi.
Pada akhirnya Rina yang masi muda waktu itu menyimpan dendam yang besar kepada Sutisno.
"Aku bersumpah akan membalas semua perbuatan mu kepada keluarga ku Tisno, kamu harus merasakan sakit yang aku rasakan. Saat ini hiduplah dengan baik Tisno, nanti kala aku kembali, hidup dan keluarga mu akan hancur, kalau pun aku tidak bisa membalas nya kepadamu, aku akan hancur kan orang - orang yang kamu sayang dan itu akan mengiris perasaan mu sedikit demi sedikit. Semua yang kamu miliki saat ini akan aku ambil suatu saat nanti" Sumpah nya di depan makam ke dua orang tua nya.
Flashback Off
______________________________________________
Kala memutar ingatan - ingatan nya di masa lalu yang dia dengarkan dari cerita Om Tisno dan Tante Siti juga berbagai bukti yang di tunjuk kan kala itu. Semuanya sangat jelas bahwa tidak pernah ada tindakan pembunuhan yang di lakukan oleh Om Tisno kepada keluarga nya.
"Kamu tahu Rina, kamu itu sudah di buta kan dengan dendam. Kamu tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar" Cindy coba menyadarkan Rina.
"Persetan dengan apa yang baik dan apa yang benar. Yang aku tahu orang tua ku meninggal karena perbuatan Sutisno yang merebut semua Harta milik Papa ku. Kalau Sutisno tidak melakukan itu, mama ku tidak akan bunuh diri di rel kereta, dan papa ku tidak akan mati karena serangan Jantung. Dia menghancurkan kehidupan bahagia kami. Itu yang aku tahu." Terang nya kepada Cindy.
"Kalau bukan karena Papa mu yang membuat perkara terlebih dahulu, om Tisno tidak akan mungkin melakukan itu semua. Kamu tahu apa yang di lakukan Papa mu kepada keluarga Om Tisno Rina?" Cindy bertanya kepada Rina, kemungkinan besar Jayadi tidak menceritakan apa yang telah di lakukan nya kepada Tisno di masa lalu. Hingga memicu dendam besar kepada Rina.
Rina terdiam tak menanggapi karena memang ia tak mengetahui segalanya. Yang saat itu papa nya katakan adalah " Sutisno saingan bisnis nya menghancurkan bisnis dan keluarga jayadi karena merasa tersaingi bisnis". Rina kala itu masi sangat kecil usia nya baru 14 tahun, bagaimana mungkin dia mengerti masalah orang dewasa secara menyeluruh selain apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan sendiri.
"Om Tisno hanya mengambil hak nya kembali karena dia dan Papa mu membangun perusahaan itu bersama tapi dengan licik nya Papa mu membuang Om Tisno saat perusahaan itu menjadi Besar." lanjutnya lagi.
"Diam",
Rina berteriak, dan Cindy pun diam di buat nya
"jangan pernah kamu menjelek - jelek kan papa ku di depan wajah ku Cindy. Mulut busuk mu itu tidak akan aku percaya." Sambung Rina lagi.
"Kamu yang diam Rina, lihat lah sekarang kamu sudah membalaskan dendam mu bukan, apa yang kamu rasakan hah, kamu puas, kamu bahagia. Sudah membuat Melisa tidak memiliki apapun di dunia ini. Dendam mu hanya pada Tisno, tapi kamu melampiaskan dendam mu kepada DEWI, bahkan setelah Dewi meninggal pun kamu tidak melepaskan Anak nya Dewi." Cindy berteriak dan meronta. Ingin sekali rasanya menghabisi perempuan dei depan nya ini.
"Semua karena kamu" tak mau kalah Rina berteriak dan menampar Cindy hingga pipi nya memerah dan sudut bibir nya mengeluarkan sedikit darah.
"Kamu yang selalu menghalangi aku mendapat kan semua aset milik Tisno. Dia merebutnya dari papa ku. Maka aku akan mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi milik ku. Jangan salahkan aku". kata Rina melanjutkan.
"Biadab kamu Rina, kamu manusia serakah, kalau kamu mau ayo kita battle satu lawan satu jangan jadi pengecut seperti ini" Cindy menantang Rina.
Baik...