She's Melisa

She's Melisa
Dendam Masa Lalu



Tante Cindy keluar dari gedung milik Irfan menuju mobilnya dan ia langsung menancap gas nya menuju kediaman nya.


Dalam perjalanan kesana Firasat buruk tante Cindy semakin menjadi jadi. "Haisshhh ada apa ini Tuhan, perasaan ku mengatakan akan terjadi sesuatu. Melisa... Aku tidak bisa berhenti untuk tidak memikirkan nya" Tante Cindy bergumam sendiri di mobil.


Karena pikiran nya yang berkelana ke mana-mana, tanpa di sadari ia mengemudikan mobilnya dengan cepat dan tak memerhatikan lalu lintas. Dia menorobos lampu merah dan dari arah berlawanan ada mobil Truk yang tengah melaju "Tiiiiiiiinnnnnnnn" bunyi kelakson Truk itu membuyarkan lamunan tante Cindy.


Sontak tante Cindy pun menginjak rem dengan mendadak dan kecelakaan pun berhasil di hindarkan.


Namun karena kesalahan nya itu tante Cindy harus ber urusan dengan masa dan di bawa ke kantor polantas terdekat. "Astaga,,, ini pasti membutuhkan waktu lama" gumamnya dalam hati.


Sampai di kantor Polantas ia di interogasi petugas dan di beri arahan. Mau mengelak dan beralasan apapun tetap memang ia yang salah. Alhasil mobil dan Stnk nya di tahan, dia ingin mengeluh tapi dia sadar dengan kesalahan. Tante Cindy melihat pengkolan ojek dan bergegas menghampiri.


"Bang saya sewa motornya ya, sambil mengeluarkan uang 2 juta rupiah dari tasnya dan si abang tukang ojek pun tidak menolak.


"Nanti balikin kesini lagi ya bu". Tante Cindy mengernyit.


"Tinggalin nomer Hp nanti saya hubungi" dan transaksi Sewa menyewa pun selesai.


Tante Cindy melajukan motornya dengan cepat namun dia tetap fokus dan ber hati- hati. 20 menit berlalu, Tante Cindy pun sampai ke rumahnya, namun saat sampai di rumah dia merasa aneh. Tidak ada Iron dan penjaga lain yang bekerja disini menjaga gerbang atau sekedar berlalu lalang. "Sepi sekali, kemana semua nya pergi" tanya tante cindy pelan.


Dia membuka pintu rumah dan itu tidak di kunci. Sangat sepi tak ada orang sama sekali di rumahnya. Saat dia melangkah lebih maju ke dalam sambil berkata " Iron" painggilnya pada pengawal kepercayaan nya. "Iron kamu dimana" teriak nya lagi.


"Kalian mau apa hah, mau membunuh saya?" tanya tante cindy. Namun mereka tak ada yang bersuara, saat tante cindy akan berkata kembali terdengar lah suara dari belakang diri nya,


"Ssstttttt, kamu berisik sekali Cindy" kata orang itu.


" Ternyata kamu Rina, mau apa kamu kesini. Dimana semua orang-orang ku." tante cindy awalnya kaget melihat Rina ada di sini. Namun dia menyembunyikan ke terkejutan nya dan menutupi itu dengan menanyakan dimana Iron dan orang nya berada.


"Per tanyaan mu sungguh tak bermutu Cindy, Rina menjawab pertanyaan cindy.


"Banyak alasan ku untuk kemari, salah satu nya adalah membalas dendam". Lanjut rina lagi.


"Cuihhhh,,, tante cindy meludah tepat di depan rina. Dendam mu tak ber alasan bodoh". Sarkas tante cindy.


"Hahah... Siapa yang bodoh kau atau aku" dengan tawa nyaring tante cindy menanyakan itu.


"Kau dengar rina, dendam mu selama ini salah. Bukan orang tua nya Dewi, atau aku apalagi Dewi yang mencelakakan orang tua mu, mereka yang bersalah telah menipu dan memfitnah keluarga Dewi. Makanya aku menggandeng Irfan dan Papa nya untuk merebut kembali Hak dewi dan keluarganya.


"Diammm, aku tak butuh ceramah mulut busuk mu Cindy. Sambil mendekat kepada cindy, Rina melayangkan tendangan ke perut nya cindy. Alhasil cindy pun terhempas beberapa langkah ke belakang.