
Tak ada di dunia ini makhluk Tuhan yang tidak mati. Namun bagaimana cara kematian itu menghampiri kita tidak akan tahu.
Dokter Arga yang berada di ruangannya juga merasakan kehilangan sosok Cindy yang tegas tapi sangat friendly. Dokter Arga dan Cindy bertemu karena sebuah musibah, dimana dia yang sedang bertugas di malam hari tiba-tiba di serang oleh sekelompok penjahat.
"kamu orang baik Cin, kalau tidak ada kamu waktu itu mungkin aku sudah mati sekarang" Arga mengenang momen pertemuan nya.
"aku sudah menceritakan semuanya yang aku tahu kepada Melisa. Dan kamu benar, Melisa memahami maksud mu ini, bahkan tidak banyak pertanyaan atau drama seperti gadis yang meratapi nasib buruknya. Aku tidak tahu pasti masalah apa yang membuat kamu dan Melisa menjadi perempuan tangguh yang tak terkalahkan. Yang aku tahu Adi Wijaya beserta keluarganya sangat membenci kamu, apa mungkin kematian kamu ada hubungan nya dengan nya". Dokter Arga hanyut dalam pikirannya sendiri.
____________________________________________
Tiga hari sudah berlalu berita meninggal nya Tante Cindy. Dan siang ini Melisa baru saja keluar dari rumah sakit. Hal yang pertama ia lakukan adalah datang ke rumah mendiang Tante Cindy pasca kebakaran. Keadaan di sana sungguh memprihatinkan dan sangat menyiksa hati Melisa saat melihatnya.
Melisa lagi-lagi menumpahkan semua kesedihan nya di sana.
AV GROUP COMPANY
Merupakan perusahaan terbesar di Negeri ini. Perusahaan raksasa yang berdiri sejak 83 tahun yang lalu, perusahaan yang merangkap berbagai macam perindustrian, yang saat ini di pimpin oleh pewaris ke tiga dari keturunan ALVARO yang bernama Reyhan Dewa Alvaro
Berbeda dengan Melisa yang sedang meratapi nasib.
Saat ini Reyhan dan Max tengah menghadiri acara penting di Singapur untuk mewakili perusahaan nya yang mendapatkan Nominasi sebagai perusahaan terbesar Di Asia ini. "Company award Asia"
Semenjak perusahaan ini di jalankan oleh nya, profit dan grafik omset setiap bulan nya semakin naik. Perkembangan bisnis nya di Luar Ngerei semakin luas terutama di Asia. 10 tahun terakhir perusahaan ini selalu masuk nominasi dan 5 tahun ini menyandang 5 besar Perusahaan Terbesar di Asia.
Tak jauh berbeda dengan perusahaan Dewi atau sekarang beralih nama menjadi Wijaya Group yang juga masuk menjadi Nominasi di tahun ini. Perusahaan dewi juga merupakan perusahaan yang besar di bidang IT meski tidak sebesar Av Group Company namun perusahaan Wijaya mampu menjadi pesing ketat dengan perusahaan Alvaro.
Acara penghargaan ini selalu diadakan setiap 5 tahun sekali, dan sudah berdiri sejak kurang lebih 35 tahun yang lalu. Diacara ini semua orang - orang penting dan petinggi - petinggi berbagai Negara juga hadir. Acara ini juga merpukan ajang para Investor dan pengusaha menjalin kerjasama. Setiap tahun pasti selalu ada kerjasama yang berakhir baik dari acara ini antara perusahaan satu dan yang lain nya.
"Tuan ternyata ada tuan Wijaya juga disini". Perkataan Max langsung membuyarkan lamunan Rey.
"Ya, saya sudah tahu Max. Di undangan tertulis jelas nama - nama perusahaan.yang menghadiri acara ini". Kata Rey memberi tahu.
"Mengenai masalah perusahaan Pak Wijaya, hasil penyelidikan menyatakan perusahaan ini bebas korup atau penunggakan pajak. dia menjalankam perusahaan nya dengan baik dan taat pada Negara, juga hak kepemilikan aset telah berganti atas nama Adi Wijaya, dan Rina Wijaya." jelas Max.
"Jujur juga dia dalam urusan Negara, dan dia bergerak cepat mengalihkan kepemilikan. Kalau kita tidak bisa menghancurkan nya dari jalur itu. Coba hancurkan bisnis nya, tarik Investornya ke perusahaan kita tapi harus pelan - pelan". Rey bangkit berdiri hendak ke toilet.
"Saya pergi dulu ke toilet". Rey.
Di toilet secara kebetulan dia bertemu dengan wijaya.
"Selamat malam Tuan Rey" sapa Wijaya ramah.
"Ya" jawab Rey acuh tak acuh.
"Suatu keberuntungan bagi saya bisa bertemu anda, CEO muda yang sangat di segani". Sanjung Wijaya.
Terpancar senyum sinis dari Rey, "Keberuntungan bagi anda, tapi Musibah bagi saya bertemu dengan orang yang Membunuh anak nya sendiri". Cecar Rey.
A...A...Apa???!!!
Wijaya terkejut.