She's Melisa

She's Melisa
Cindy meninggal karena kebakaran



"kalian jangan bicara sbarangan ya" suara Melisa meninggi.


"Anisa tertembak tepat mengenai jantung nya mab, saat dia di bawa ke Rumah Sakit ini dia sudah tiada". Jelas perawat laki - laki.


"Gak... Gak mungkin adik ku meninggal, gak mungkin". Melisa tidak bisa tenang dan kembali berteriak.


Seketika dunia nya hancur. Benar - benar hancur sekali lagi dia merasakan kehilangan orang yang dia sayangi.


"Anisa...anisa... "Tak henti - henti nya Melisa meracau, karena takut akan ber efek buruk pada kondisi nya saat ini akhirnya Perawat pun menyuntikkan obat penenang kepada Melisa.


"Melisa tertidur"


"Kita harus segera temui dokter Arga" kata perawat perempuan. Dan mereka pun bergegas keluar setelah semuanya di bereskan.


__________________________________


Berita meninggalnya tante Cindy pun tersebar karena Rumah nya mengalami kebakaran. Tentunya berita itu sudah di manipulasi oleh Rina, anak buah nya bisa membereskan perkara ini dari pihak berwajib. Tapi untuk berita dia tidak bisa meredamnya sebab dia tidak bisa mengendalikan berita yang tersebar. Namun kasus penyelidikan polisi hanya menetapkan rumah ini terbakar.


Semua media Tv, radio, surat kabar, dan Internet tak luput dari pemberitaan ini. Pasalnya banyak korban dalam bencana kebakaran di rumah Mewah itu. Berbagai asumsi masyarakat pun muncul. Hingga sampailah berita itu ke pada Rayhan.


"tante Cindy meninggal dalam kebarakan?" Ray bertanya pada asisten nya.


"tapi aku bahkan belum bertemu dengan nya max, ada banyak hal yang harus aku tanyakan kepada tante Cindy". Ray benar - benar menyesal karena tidak segera meluangkan waktu bertemu dengan nya.


Di Suatu kantor seorang pengacara hebat tengah menyesap kopinya sambil menikmati hiruk piruk nya jalan raya di jendela kantornya.


"berita nya sangat bertolak belakang dengan apa yang terjadi, aku yakin kamu tidak akan tenang di atas sana bila kasus kematian mu tidak di ungkapkan. Kamu tenang saja, aku akan menguak berita itu dan membuat mereka menyesal telah memperlakukan mu seperti ini" dalam lamunan nya Irfan terus bergumam.


"sekarang langkah pertama yang harus saya lakukan adalah mencari Melisa tapi dimana, apa dia sudah tahu berita kematian mu. Terakhir kali kamu bilang hanya kamu yang di milikinya". Irfan masi sibuk dengan pemikiran nya.


"Sebagai orang hukum, bisa saja aku menguak semuanya sekarang karena aku punya rekaman Cctv di rumah itu. Tapi ini akan merepotkan Melisa nanti nya, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bagaimana Rina membenci Melisa dan kamu sangat melindungi Melisa".


"Aku harus membongkar barang - barang itu siapa tahu ada petunjuk atau nomer ponsel Melisa". Irfan baru ingat bahwa dia membawa banyak barang dari rumah Cindy.


Seperti yang di katakan Irfan, sebagai orang hukum dia akan langsung mengungkapkan kasus nya Cindy tapi sebagai seorang sahabat yang melindungi keponakan sahabat nya dia tidak akan gegabah melakukan itu.


Melisa pasti akan berada dalam bahaya kalau dia menguak semuanya sekarang. Tapi mungkin Pak Irfan tidak tahu betapa banyak nya bahaya yang selalu menghampiri Melisa dari kecil hingga Dewasa.


Jika tidak ada tante Cindy yang melindungi nya, mungkin Melisa sudah tidak ada di dunia ini sejak lama. Keserakahan akan harta Papanya Adi Wijaya dan Ibu tiri nya Rina membuat hidup Melisa menderita bahkan berulang kali merenggut nyawa.