She's Melisa

She's Melisa
Terlambat



Orang yang membawa motor itu membuka Helmnya dan turun. Ia melihat sekelilingnya banyak mayat dan genangan darah dimana - mana.


Iron yang kebetulan masi di sana dan melihat ada orang datang lantas ia berteriak "Siapa anda? apa anda ketua mereka?" Tanya nya pada orang tersebut.


Mereka yang di dalam mendengar Iron berteriak segera keluar dan berkata "Tuan" sambil menundukan kepalanya. Saat akan melangkah maju menghampiri tuan nya ternyata datang lagi motor dengan dua orang yang menaikinya.


Kedua orang itupun turun dan langsung berkata "Gila kacau banget keadaan di sini Rey" kata Jojo sambil bergidik ngeri.


Ya orang yang membawa motor itu adalah Reyhan, Jonathan dan sekertarisnya Max. Mereka meninggalkan mobil karena kamacetan di jalan yang tak kunjung usai. Ahirnya mereka memutuskan menyewa ojek di pengkolan jalan.


Awalnya dengan mengendarai motor mereka berharap bisa datang kesini tanpa terlamabat dan bisa melerai juga bisa bertemu dengan Melisa. Namun ternyata mereka tetap terlambat dan kekacauan tak bisa di elakkan.


Tanpa berkata apapun Reyhan masuk dan melihat semua para anggotanya dengan tatapan dingin. Dia memperhatikan sekeliling ruangan dan melihat ada flatshoes dan wedges disana. Lantas Reyhan mendekati dua sepatu berbeda itu dan berkata "JELASKAN" katanya tanpa mengubah sifat dingin nya.


Salah satu bawahan nya maju satu langkah dan menjelaskan "Maaf Tuan, kami menerima misi dari Tuan Wijaya bahwa perempuan yang bernama Cindy telah menculik, mempengaruhi ke dua anaknya dan mencuci otak serta menguasai ke dua anaknya, kami sudah menyelidiki ini 3 hari yang lalu. Dan Tuan Wijaya ingin kami membunuh perempuan yang bernama cindy dan membawa anaknya kembali, namun mereka melakukan perlawanan dan sepertinya kedua sepatu itu milik anak-anak tuan Wijaya". Jelasnya dengan tetap menundukkan kepala.


"Bodoh kalian, Wijaya adalah parasit untuk Melisa dan Nona Anisa. Kalian tidak tahu kejamnya Wijaya terhadap anak-anak nya dan disini Nyonya Cindy lah yang menyelamatkan Melisa dan Nona Anisa". Teriak Iron sambil melangkah masuk.


"Ini semua karena kalian. Melisa dan Anisa telah meninggal tertembak oleh kalian." Dengan segera Iron menghampiri Rey dan menonjok hidungnya hingga berdarah.


Jedarrrr....


Bagai di terjang badai saat panas terik. "Tidak mungkin" Sarkasnya dengan memegangi baju Iron.


Iron pun melepas kan pegangan pada bajunya dan berkata "Kamu tanyakan saja pada semua anak buah mu ini".


Reyhan berbalik badan dengan wajah menakutkan dia menatap semua bawahan nya sampai pada ahirnya ada satu orang yang maju satu langkah "Maafkan saya Tuan, saya tidak sengaja. Saya hanya bermaksud menhentikan nya kabur dari sini. Namun saya menembak salah satu diantara mereka". dengan bersimpuh dia menjelaskan sambil memohon ampun pada Tuan nya.


Reyhan lantas mencari Jasad Melisa dan Anisa dengan mengikuti anak buahnya itu. Namun sayangnya tak ada apapun disana. "Bodoh dasar tidak berguna" Dorrr...dorrr...dorrrr Reyhan menembaki anak buahnya dengan pistol yang tergeletak di sana. Dan saat itu pula ia melihat sesuatu yang sangat Familiar baginya.


"Lisa sayang" tak terasa buliran bening mengalir dari mata birunya saat Reyhan mengambil gelang ber bandul Hati dengan ukiran namanya disana.


Sontak saja tangisnya Reyhan menganggetkan Jojo, sekertaris dan semua bawahanya yang ada di sana. Reyhan kemudian berlari menemui Iron yang ternyata di tahan para anak buahnya di dalam ruangan tengah.