She's Melisa

She's Melisa
Merubah Penampilan



Irfan memang pernah menikah, namun baru seusia jagung pernikahan nya kandas karena mantan istrinya kedapatan selingkuh. Padahal Irfan sudah berusaha mencintai mantan istrinya dan melakukan yang terbaik untuknya. Irfan tidak pernah menikah lagi karena hatinya hanya untuk Cindy, terlambat menyadari Cinta itu memang menyakitkan. Hingga akhirnya Cinta tak bisa di gapai sampai maut memisahkan Irfan dan Cindy.


Tapi Irfan bersyukur Cindy menitipkan Melisa kepadanya banyak kesamaan perilaku Cindy yang ada pada diri Melisa. Mungkin karena Melisa di besarkan oleh Cindy.


Siang ini Melisa dan Papa barunya Irfan akan berangkat ke Ibu Kota. Melisa sudah tidak sabar ingin samapai disana, sebab ia ingin sekali melihat makam Anisa dan keluarganya, mungkin termasuk makam nya yang palsu.


Melisa meminta kepada Papa Irfan (saat ini kita sebut Papa Irfan ya, karena dia sudah menjadi Ayah angkat Melisa) untuk berangkat siang karena banyak sekali persiapan yang harus dia beli untuk menunjang penampilan nya. Salah satunya adalah rambut palsu, jika dulu dia berpenampilan jelek dengan gaya rambut kepang dan kuncir kuda. Sekarang dia akan membeli rambut palsu berponi depan pendek, sedikit dia atas di pundaknya.


Membeli make up kemeja, kaos oblong jeans, dan yang lainya.


Melisa selesai menjelajahi pusat perbelanjaan, dia ke salon kecantikan ternama di kota Bg. Untuk merubah bentuk halis matanya.


Ya... Dia menyulam halis nya untuk kebutuhan nya juga, namun tetap di sesuaikan dengan fitur wajahnya. Tak lupa pula memberikan garis bibir pada bibir bagian bawah dengan alat yang ada agar terlihat sesikit lebih tebal.


Selesai semuanya dia pun kembali kerumah berkutat dengan make up selama satu jam. Di make up kali ini dia merubah garis wajahnya menjadi gadis yang lebih imut dengan rambut palsu pendek berponi, tak lupa juga menempelkan tahi lalat di bawah kanan bibir yang sangat serasi dengan bibir atas yang tipis dan bibir bawah tebal semerah chery.


Sungguh berubah 180° dari wajah aslinya. Setelah selesai merubah wajah, dia juga merubah penampilan, mengenakan kaos oblong Putih Oversize dengan logo Gucci kecil di dada kiri di padukan dengan celana jeans denim, juga tak lupa sepatu kets warna denim berlis putih.


"Yes, sempurna. Tak sia-sia kan aku menyulam halis dan menambah garis bibir bawah, ini sangat membantu untuk mempersingkat waktu. Tante, kini aku siap dengan identitas baru ku Lili". Melisa berbicara sendiri di atas cermin.


Saat Melisa tengah mengagumi hasil karya tangan nya, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.


Melisa membuka pintunya, namun...


"Loh, kamu siapa? Non Melisa kemana?" rupanya Bi Iyem tidak mengenali sosok orang yang berdiri di hadapan nya.


"Hallo bi, aku Lili. Melisa sudah tidak ada" kata Melisa iseng mengerjai Bi Iyem yang kebingungan.


Sontak Bi Iyem berteriak...


"Tuan... Tuan.. Tolong tuan, Non Melisa hilang ndak ada di kamarnya". Bi iyem berteriak sambil berlari menghampiri Papa Irfan yang sedang menikmati camilan di ruang Tv.


Papa Irfan yang mendengar teriakan Bi Iyem pun bergegas naik ke atas dan berpapasan di tangga dengan Bi Iyem.


"Ada apa Bi" tanya Papa Irfan.


"Non Melisa tidak ada di kamar tuan. Tapi di kamar ada gadis Imut yang mengaku bernama Lili". Jelas Bi Iyem.


"Lili?" papa Irfan masi mencerna nya.