She's Melisa

She's Melisa
Acara Pemakaman



Keesokan Harinya....


Terlihat suasana pemakaman masi terlihat sepi, Iron memantau para tukang gali kubur di pemakan. Tak terlihat wijaya dan keluarganya di sana, padahal area pemakaman itu terletak di dekat komplek perumahan nya. Mungkin kah dia tidak merasa kehilangan anaknya yang meninggal di depan matanya?


Mungkin kah dia tidak merasa bersalah sebab karena ke serakahan nya lah, anak - anak nya meninggalkan dunia ini?


Entahlah hanya Wijaya sendiri yang tahu itu.


Tak berselang lama datang sebuah mobil Sport hitam di iringi dengan 5 mobil pribadi lainya. Terlihat pemuda tampan yang turun dari mobil itu. Bersamaan dengan turun nya satu orang gadis dan satu orang perempuan paruh baya dari mobil pribadi di belakang mobil sport itu, dan di ikuti oleh para laki-laki bertubuh kekar dan berseragam serba hitam. Bisa di tebak bahwa itu adalah Reyhan beserta keluarganya yang di kawal oleh para pengawalnya.


Ternyata dia mengetahui acara pemakan ini karena sebelumnya di telepon oleh Iron. Saat seorang Reyhan Alvaro berada di sana tak berselang lama ada beberapa wartawan datang, mungkin mereka di undang oleh Iron atas permintaan Tante Cindy, atau bisa saja mengikuti seorang Reyhan Alvaro karena beriringan mobil bersama keluarga dan pengawalnya.


Tepat pukul 10.00 terdengar bunyi sirine dari mobil Jenazah, dan tak lama datanglah mobil jenazah berhenti tepat di area pemakan itu. Semua yang ada disana lalu mengalihkan pandangan pada mobil jenazah itu.


Sementara Reyhan terus berlari menghampiri Jenazah yang ada di dalamnya. Saat petugas membuka bagian belakang mobil, Reyhan berada tepat di belakang mobil dan melihat dua Jenazah yang terbungkus kain kafan.


"Lisa Sayang...." Gumam Reyhan yang masi terdengar oleh Tante Cindy yang entah sejak kapan berada di samping Reyhan.


Sontak tante Cindy melihat ke arahnya dan menatapnya dengan alis bertaut "Siapa dia?" tanya tante Cindy dalam hati.


Tak tinggal diam Reyhan membantu para petugas Jenazah mengangkat Kurung Batang. Tapi sebelum itu dia bertanya pada mereka "Yang mana Jenazah Lisa?" tanya nya.


Lalu kedua jenazah di angkat dan dibawa ke pemakaman karena mobil Jenazah hanya bisa parkir di tepi jalan besar.


Semua yang di lakukan Reyhan tak luput dari para wartawan. Ada yang memotret dan memfotonya semua bekerja sesuai pekerjaan nya.


Pemakaman pun berjalan lancar tanpa ada halangan hingga semuanya selesai. Reyhan berjongkok mendekati Nisan yang bertuliskan MELISA DEWI WIJAYA di sana dengan air mata yang tiba - tiba menetes di pipinya.


"Bertahun - tahun aku mencarimu, bahkan kita belum sempat bertemu dan mengenal secara langsung. Hanya aku yang mengenal mu karena gelang ini". katanya sambil mengeluarkan gelang Melisa yang terjatuh di rumah tante Cindy.


"Maafkan aku, karena terlambat menyadari padahal kita pernah bertemu di Kaffe. Sayang aku berjanji akan membalaskan semuanya". sambungnya lagi sambil terus menangis.


"Tak perduli aku di anggap Lelaki cengeng oleh mereka sebab aku menagisi kepergian mu, alasan aku datang ke Negara ini hanya untuk kamu, untuk mencari cinta monyetku yang dulu". Reyhan terus berkata tanpa menghiraukan pemikiran orang-orang di pemakaman.


dan akhirnya tante Cindy pun tahu siapa pemuda yang menangisi anak sahabatnya yang sudah di anggap anaknya sendiri itu. Ternyata masa lalu nya Melisa di Amerika dulu...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf lama updatenya🙏🙏🙏