She's Melisa

She's Melisa
Flashback 3



SJ grup merupakan nama perusahaan yang di pimpin oleh Jayadi. SJ (Sutrisno dan Jayadi) dia tidak mengganti nama perusahaan nya karena dengan nama itu perusahaan nya terkenal dan menjadi besar.


Sutisno yang saat itu berada di taman belakang menemani sang istri, di kejutkan dengan kedatangan Bams yang merupakan orang kepercayaan nya.


Dia kemudian menyuruh pelayan memanggil Dewi yang sedang berada di kamar untuk menemani sang Mama. Semenjak Dewa di nyatakan hilang dan meninggal dunia, Siti sangat sensitif bila tak ada orang tersayang nya menemani di sisi nya.


"Papa manggil aku" tanya dewi kala tiba di taman belakang.


"Kamu temenin mama metik mawar ya, papa ada urusan sama om Bams". Jawab Tisno sambil berlalu.


Dewi tak menjawab ia hanya mengacungkan jempol sebagai tanda nya setuju.


Tisno tiba di ruang kerja nya dan di susul oleh Bams yang mengekori dari taman belakang tadi.


Dengan wajah dingin ia bertanya " ada petunjuk apa Bams?".


Bams menyodorkan sebuah kotak yang berisi sebuah bukti.


Tisno membuka kotak itu dan... Ia tertegun melihat isinya.


Bams menjelaskan "tim kita berhasil menyusuri dasar jurang ada sungai di sana, ada kerangka jasad yang mengenakan baju Bos kecil terakhir kali, ada tas dan kami menemukan ini di sekitar lokasi. Kerangka jasad nya sudah di evakuasi oleh kami ke RS untuk di identifikasi" terang nya.


Tak berselang lama brakkk,,, pranggg, sambil berteriak tisno melampiaskan semuanya kepada barang-barang yang ada di ruang kerja nya.


"Usut semua kasus ini sampai tuntas, cari kesalahan si keparat Jayadi dalam pajak atau apa pun itu, buat dia tidak memiliki apa pun, dan hancurkan perusahaan nya, buat dia dan keluarga nya menderita, kerahkan orang - orang terbaik mu". Perintah nya kepada Bams.


Tanpa bertanya sedikit pun, Bams sudah tau yang di inginkan Bos besar nya. Namun dalam benak nya Bams heran kenapa Bos besar tak menyuruh nya menghabisi Jayadi seperti Jayadi menghabisi Bos kecil nya. Saat sedang sibuk dengan pikiran nya Bams mendengarkan gumam man Bos besar sebelum ia melangkah keluar.


"Jay, kematian sangat mudah untuk mu. Aku ingin kau menderita, merasakan sakit nya di hianati oleh sahabat mu sendiri, oh aku lupa,,, sejak dulu kau tidak pernah menganggap ku sahabat. Sejak dulu kau memusuhi ku, akan aku tunjukan kepada mu kekuasaan ku di Negara ini." Tisno bergumam pada diri sendiri sambil mengeratkan kepalan tangan nya kemudian menonjok kan tangan nya ke meja kaca.


Bams langsung berlalu mengerah kan orang - orang ahli untuk menghack Data Perusahaan Jayadi. Melakukan semua perintah sang bos besar untuk menghancur kan Jayadi.


Tak di sangka Dewi mendengar semua percakapan sang Papa dan Bams, saat Bams keluar Dewi bersembunyi di balik gucci besar di samping pintu. Dewi masuk kedalam ruang kerja sang Papa. Melihat Papa nya menyakiti diri sendiri dengan menonjokan tangan ke meja kaca yang pecah Dewi menangis dan lekas menghampiri menenagkan amarah Papa nya.


"Papa" sambil memeluk Papa nya ia memanggil dengan sedikit rasa takut di hati.


Selama ini hanya kelembutan dan kasih sayang yang di lihat Dewi dari Tisno Papa nya.


Melihat sisi lain dari papa nya tak di pungkiri Dewi merasa takut. Namun dia memberanikan diri, karena kalau bukan Dewi siapa yang akan meredakan gejolak amarah Papa nya, kondisi Mama sedang tak memungkinkan. Bahkan mungkin ketenangan jiwa Mama nya akan terganggu melihat Papa seperti ini.