
"Kamu Yakin ingin tahu dek?" Tanya Melisa.
Anisa menjawab "Ya kak, aku ingin tahu semuanya dan jangan ada yang di tutupi apapun lagi dari aku".
Semoga kamu bisa menguatkan hati kamu, ketika kamu mendengar semuanya. Monolog Melisa di dalam hati.
*****
Sementara itu di luar kediaman Tante Cindy, Reyna sempat bosan dan bermaksud kembali ke kota J karena ia merasa bahwa rasa keponya ini sungguh tak beralasan dan sangat membosankan sebab ia tidak mendapat hasil apa-apa.
Tapi ketika ia hendak melajukan mobilnya ada seseorang yang mengetuk kaca pintu mobilnya.
Reyna kaget, karena ia tidak mengenal orang tersebut. Dia kemudian pindah ke belakang dan bersembunyi sambil menelpon Kakaknya.
Disaat sedang menelpon Kakaknya Reyna melihat banyak sekali orang berbaju hitam yang berlarian ke arah samping dan belakang rumah itu. Selain itu banyak juga motor dan mobil yang melintas ke arah depan. Reyna terus bersembunyi dan mendengar sedikit pembicaraan orang-orang itu yang sejak kapan sudah ada 3 orang di luar mobil.
"Sepertinya mobil ini kosong". kata orang tersebut.
"untuk berjaga - jaga kita hancurkan saja mobil ini." temanya berpendapat.
"Jangan bodoh, itu akan memancing keributan". Selah temanya lagi.
Reyna menelpon Kakaknya Reyhan tapi tak kunjung di angkat. Akhirnya ia memutuskan untuk menelpon sekretaris Kakaknya.
Max yang sedang mengendarai mobil yang terjebak macet itu segera mengangkat telpon dari adik majikannya.
"Tolong aku Kak Max, aku di kediaman Keluarga Anisa dan gadis yang dimaksud Kakak tadi. Sekarang rumah ini terkepung sepertinya akan ada kejahatan terjadi. Aku bahkan takut dan bersembunyi di mobil. Segera kak Di Jalan Sawo, No 17, kota Bg. Aaaaaahhhhhhhh"...
Reyna berteriak dan telpon nya terjatuh bahkan belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya ada dua orang laki-laki yang memecahkan kaca mobilnya namun orang itu mengenakan topeng.
Reyna mengambil belati yang selalu di bawanya di tasnya. Kemudian turun dan langsung menikam salah satunya tepat di jantungnya tak lama orang itu pun mati.
"Kau" kata temanya.
Tak perlu basa basi perkelahian pun terjadi. Reyna menangkis setiap pukulan dari laki-laki itu, dan membalikan keadaan memojokan laki-laki itu, mengambil pistol yang berada di selipan ikat pinggang laki-laki itu.
Dorr...dorrr 2x Reyna menembak di bagian jantungnya dan membuat laki-laki itu mati seketika.
"aku harus kabur sebelum mereka semua menyadari suara tembakan ini." Reyna pun bergegas ke mobilnya memutar arah dan melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tante Cindy.
"Entah apa yang terjadi dengan mereka di dalam rumah itu". reyna berbicara dalam hati.
Di jalanan tempat mobil Reyhan,Jojo dan Max yang sedang terjebak macet setelah mendengar teriakan Reyna Max memberi tahu bahwa "Tuan Nona Reyna sedang dalam bahaya, dia berada di kediaman keluarga Anisa dan gadis yang tuan maksud namun rumah itu sudah terkepung. Dan Nona Reyna tadi sempat berteriak." katanya memberitahu Tuanya.
Reyhan yang sedang memikirkan Melisa pun seketika kaget "Kenapa kamu ga langsung bilang Max, cepat cari jalan pintas" perintah Reyhan.
Kemudian ia pun menelpon semua anak buahnya yang merupakan geng Mafia terbesar di Negara ini untuk menuju ke lokasi yang di maksud oleh Reyna.