She's Melisa

She's Melisa
Dewi Maafkan aku



Di dalam rumah tante Cindy yang sedang bersembunyi di balik tembok pelan-pelan keluar melalui pintu samping. Sementara itu para musuh masi sedang mode bingung dan mereka berkumpul di titik tengah dimana suara kode tembakan itu pertama kali di tembakan.


Akhirnya tante Cindy berhasil keluar dengan tetap memegang pistol ia bergumam "Dimana Lisa dan Anisa sekarang ya" dia melihat-lihat sekeliling kemudian memutuskan keluar melalui gerbang samping.


Tak samapi 5 menit tante Cindy sudah berhasil keluar namun tanpa sengaja dari jarak 50meter ia melihat mobil Wijaya yang akan melintas ke depanya. dan dengan segera ia bersembunyi. Tepat ketika mobil itu melintas di depan nya Dorrr... dorrr... dorrr... Tiga kali berturut - turut ia menembaki mobil penumpang di depan


"Aaaahhhhh". . .


Entah mengenai orang yang ada di dalam atau tidak ia sendiri tak tahu sebab mobil itu tak berhenti sama sekali. justru malah semakin melaju kencang meninggalkan tempat berdarah itu. Dengan mengandalkan insting nya dia pun berlari ke arah berlawanan dari mobil itu datang.


Tante Cindy berharap insting nya itu salah, namun saat ia berlari dan berhenti tepat di depan gerbang kecil yang tak jauh dari pavilliun rumahnya terlihat dua jasad perempuan yang tergeletak di tanah "Melisa" gumamnya dalam hati. Sambil menangis ia memangku Melisa dan memeluknya. Namun ia masi merasakan deru nafas dari Melisa, Seketika ia berhenti memeriksa apa kah yang ia rasakan benar atau tidak.


Tante Cindy mengecek semuanya sampai ke pada peluru yang bersarang di Lengan kiri bagian belakang Syukurlah peluru ini ga menembus organ-organ yang berbahaya.


Lalu Tante Cindy memeriksa ke adaan Anisa dan terlihat jelas peluru itu menembus Jantungnya. "Anisa"... ia menangis dan berkata "Maafkan tante sayang, Maafkan tante". Tante cindy pun memeluk Anisa dan menengadah menatap Langit terus berkata" Dewi Maafin gue karena gue ga bisa jaga anak - anak loe". Hiks... Hikss... Tangisnya penuh penyesalan.


"Apa Melisa meninggal"? Tanya Iron terkejut.


"Bu... tante Cindy awalnya akan menjawab bukan, namun dia urungkan sebab ia tak mau musuh mengincarnya lagi, ahirnya ia menjawab "Ya Iron" saya harus mengurus anak - anak saya, kamu kondisikan semua yang ada disini.


Tapi mereka semua... perkataan Iron terputus sebab tante cindy menyela nya. "Saya sudah tahu, Wijaya yang mengirim mereka". kata tante Cindy. "Singkirkan mayat-mayat ini dari jalan saya" sambungnya lagi. Tanpa berkata lagi Iron pun melaksanakan tugasnya dan tante Cindy mengambil mobilnya.


Tante Cindy segera melaju ke tempat Anisa dan Melisa dan membawanya ke Rumah sakit sahabatnya dengan kecepatan tinggi. Ada satu hal yang tante Cindy tak ketahui saat ia membawa Melisa dan Anisa ke mobilnya tanpa di sengaja gelang Melisa jatuh. dan bandana Anisa juga terjatuh.


Ketika mobil tante Cindy keluar disaat yang bersamaan itu pula ada satu motor yang masuk dan berhenti tapat di pekarangan Rumah tante Cindy yang kacau balau itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...