She's Melisa

She's Melisa
Berita mengejutkan



RUMAH SAKIT


Di rumah sakit dua jam setelah Tante Cindy meninggalkan Rumah sakit ternyata Melisa tersadar dari koma nya. Saat melihat sekeliling nya dia tahu bahwa sedang berada di rumah sakit, namun Melisa merasa hanya sendiri disini.


"Tante" panggil nya dalam hati. Namun tidak ada siapapun saat ini yang menjaga nya.


"Anisa" panggil nya lagi. Masi sama tidak ada siapapun.


Beberap menit berlalu akhirnya ada seorang perawat yang datang memeriksa.


"Mba nya sudah siuman" suster itu menyapa dengan seuntai senyum.


"Mau minum mba" tawar suster sambil menyodorkan air mineral.


Melisa menerima tawaran suster sebab ia memang sangat merasa haus, "sepertinya sudah sangat lama aku tidak sadarkan diri" batin Melisa dalam hati sambil meminum air.


Setelah minum Melisa bertanya kepada suster.


"Mba dimana tante dan adik saya?" tanya nya.


"mungkin mereka ada di luar mba, setelah ini saya akan memanggil dokter". Jawab suster itu.


Melisa hanya tersenyum sebagai tanda menanggapi. Kemudian suster pun berlalu keluar setelah memeriksa Melisa.


Saat sedang sendiri lagi di ruangan serba putih itu. Melisa mengingat kembali hari terakhir dia sadarkan diri, dimana saat itu dengan mata kepala nya sendiri dia melihat adik semata wayang nya tertembak tepat di dada sebelah kiri nya. Air mata nya mengalir begitu saja kala mengingat peristiwa beberapa hari terakhir.


"aku gagal menjaga Anisa ma, Anisa terluka karen dia melindungi aku". Hiks... Hiks...


"Anisa gimana keadaan kamu sekarang dek, semoga kamu baik - baik saja". Monolog nya sendiri.


Ceklek...


suara pintu terbuka dan itu ternyata Dokter yang merawat Melisa.


"Hay gimana ke adaan nya,sudah lebih baik?" tanya dokter kala baru saja masuk ruangan ICU.


"baik dok, sangat baik malah". jawab Melisa.


"kamu sudah bisa pindah ke ruang rawat biasa ya, suster siapkan semua nya". Dokter berkata lagi.


"mmmmm.... Dokter teman nya tante Cindy kan?" tanya Melisa ragu.


"ya benar, kamu Melisa keponakan tersayang nya Cindy" kata dokter sambil bergurau.


"dok tante Cindy dimana ya, kok dari tadi aku ga lihat tante ku". (Melisa)


"tadi tante kamu mengabari saya kalau dia ada perlu di luar. Dia menitipkan kamu kepada saya agar menjaga kamu sampai sembuh. Saya keluar sebentar, ada pasien yang harus saya periksa di luar ruangan ini. Nanti akan ada perawat yang mengantar kamu ke ruang rawat VIV yang sudah di siapkan tante mu". Jelas dokter itu.


"baik dok terimakasih banyak"(Melisa)


"sama - sama, kalau butuh apa - apa jangan sungkan ya." dokter berlalu pergi.


Sebenarnya Melisa sangat penasaran dengan keadaan adik nya. Namun dia urung menanyakan karena sepertinya dokter itu sibuk sekali, terpaksa harus bersabar menunggu waktu dokter itu senggang.


"Atau sebaiknya nanti tanyakan saja kepada Perawat yang akan memindahkan aku ke ruang rawat inap." gumam nya.


dua orang perawat datang dan membantu persiapan nya pindah ruang rawat inap. Persiapan selesai, Melisa di bawa ke ruang VIV no 1 di lantai 5.


"Mbak keadaan adik saya gimana ya?" melisa tidak dapat lagi menahan rasa penasaran nya.


"Adiknya siapa nama nya mbak?" tanya sang perawat.


"Adik saya namanya Anisa Dewi Wijaya, kemungkinan dia datang bersama saya beberapa hari yang lalu". Jelas Melisa.


"Maksud mbak Model cantik Anisa yang tertembak di dada sebelah kirinya" tanya perawat laki - laki.


"Ya, mas tahu gimana keadaan adik saya sekarang". Tanya nya dengan sangat penasaran.


"maaf mba, pasien tersebut sudah Meninggal Dunia". Jawab perawat laki - laki itu.


A.. A.. Apa??? Melisa terkejut dengan berita itu.