
Sambil berlari cepat ia menuju keruang tengah dan berteriak pada Iron "Kemana jasad Melisa, kenapa tidak ada. Kau jangan coba-coba membohongi aku". Ancamnya.
"Sudah jelas Nyonya Cindy membawanya." jawab Iron
"apa kau bodoh bila harus tetap membiarkan jasad orang yang kau sayangi terkubur secara masal disini" sambungnya lagi tanpa memberi kesempatan untuk membuat Reyhan menyelah perkataan nya.
Lantas Reyhan bertanya "Tunjukan kamar Melisa di Rumah ini" itu bahkan bisa di katakan perintah bukan pertanyaan.
"Kalian lepaskan dia" perintahnya kepada bawahan nya yang menyandra Iron.
Kemudian Iron berjalan menaiki tangga menunjukan kamar Melisa di sini. Saat sudah sampai ternyata pintunya di kunci dengan menggunakan kode rahasia.
"Maaf saya tidak bisa membuka kamar ini, hanya Meli dan Nyonya Cindy yang tahu kode kamar ini". Kata Iron menjelaskan.
Reyhan terus berkata "Mundur" kemudian Iron pun mundur beberapa langkah dari pintu, berdiri di belakang Reyhan dan Dorrr... dor.... Reyhan merusak kunci sandi itu dengan menembakkan dua peluru ke arah gagang pintu.
Pintu segera terbuka, sambil melangkah masuk Reyhan mengangkat tangan kanan nya memberi tanda bahwa Iron tidak perlu masuk,Dan Iron hanya diam di tempatnya.
Reyhan memandangi setiap inci dari kamar wanita yang selama ini di carinya itu. Terlihat jelas desain kamar berwarna Monokrom yang sangat berbeda dengan para gadis umumnya.
Dia mendekati meja kecil yang ada di sana, terlihat sebuah foto anggun Melisa mengenakan Dress berwarna Hitam diatas lutut dengan rambut pirang sanggul yang menampakan leher jenjangnya dengan Pose senyum ceria.
"SEMPURNA" kata itulah yang keluar dari mulut dinginya yang mengangumi kecantikan Melisa.
Dengan menarik nafas dalam - dalam Reyhan berkata lagi.
"Hmmmmm...haaaaaaah..... seandainya aku bisa lebih cepat datang kesini mungkin saat ini aku sedang memeluk mu dan memandang wajah mu seperti aku memandang foto mu saat ini".
Reyhan lalu beralih ke laci meja itu, berharap bisa menemukan Sesuatu tentang Melisa lebih dari sekedar foto. Namun sayangnya semua laci terkunci begitupun dengan Lemari pakaian nya.
Ketika semua terbuka banyak folder yang termuat dalam monitor, dan dia melihat folder CCTV.
"Semoga aku bisa menemukan petunjuk disini". Gumamnya seperti mendapat air sejuk ditengah gurun pasir.
Ada banyak Cctv dirumah seluas ini. Satu persatu ia membuka folder Cctv dan menemukan rekaman Cctv berlangsung saat ini, dia memperhatikanya dengan teliti bahkan dia terkejut melihat aksi Melisa yang dengan berani melakukan perlawanan melindungi adiknya juga dirinya sendiri dari serangan anak buahnya. Seperti melihat sisi lain dari Wanitanya itu.
Ada kekaguman, ada penyesalan bahkan ada juga kesedihan yang terpancar dari tatapan mata Reyhan. Dia terus mengamati semuanya sampai akhirnya dia melihat dimana Melisa dan Anisa keluar dari sebuah pavilliun menuju keluar namun dengan bodohnya anak buahnya menghalangi Melisa dan dia melihat Anisa tertembak.
Seketika itu juga ia melihat kehancuran Melisa dan itu benar - benar membuatnya merasa bersalah. Hingga pada kedatangan Wijaya yang menodongkan pistol di kepalanya tak terasa Reyhan mengepalkan tangan nya melihat penderitaan Orang yang di sayanginya. Itu benar-benar membuatnya sakit. Sampai akhirnya Melisa di tembak perempuan dari belakang dan pergi begitu saja.
"Aaaaarrrgggghhhhhh...." Reyhan berteriak sekuat - kuatnya dan menonjok nonjokan tanganya ke tembok guna melampiaskan penyesalan dan amarahnya.
"Bodoh... aku memang bodoh... Lisaaaaa..." Reyhan terus berteriak dan menangis membayangkan kesakitan dan penderitaan yang dialami Lisa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hihihi.... Segini dulu ya.... Konflik masi berlanjut nanti di next Episode.
Terimakasih sudah mampir😍😍😍
Mohon Dukungan nya, dan Vote sebanyak - banyak nya ya Semua💗💗💗
...___Salam Sayang___...
......Author......
...(ZaynYura)...