
Masih dengan Isak tangis nya, seperti nya Shakurra sangat terpukul dengan kenyataan ini.
" Kenapa seperti ini hidup ku, aku benar-benar benci dengan kenyataan ini, Shakurra berbicara sendiri, menggumam semua rasa sesal di hati.
Kiano diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan Shakurra dari tadi. Kiano pun perlahan mendekati Shakurra.
" Sha... boleh aku duduk disini?
Mata Shakurra masih menatap langit, lalu tangan Kiano mulai menggenggam tangan Shakurra.
" Sha.... bicaralah, aku tak bisa melihat mu seperti ini!
Lalu Shakurra memeluk erat Kiano, menangis lagi dan lagi, Kiano membelai lembut rambut Shakurra.
" Mas Kian bisa temani aku malam ini?
" Kita mau kemana Sha?
" Aku ingin menghirup udara segar Mas, aku ingin semua yang menghimpit dada ku lepas dan bebas
" Baiklah, tunggu sebentar, Mas pamit dulu sama Ayah dan Ibu
Setelah Kiano berpamitan dengan Ayah dan Ibu, Kiano pun segera mengajak Shakurra keluar dari rumah Kakek. Ibu dan Ayah berpesan hati-hati dan tolong jaga Shakurra.
Sepanjang Jalan Shakurra memeluk erat tubuh Kiano, ada desir-desir di dada Kiano. Akhir nya mereka menepi di sebuah Kafe and Resto yang memiliki kolam dan taman.
Kiano yang memesan makanan, camilan dan minuman hangat.
Shakurra masih tetap diam iya menyandarkan kepala di bahu Kiano.
.
.
.
Tak lama pesanan pun datang, dua orang pelayan mengantar kan.
" Silahkan Kakak
" Oke, makasih ya
" Ayo Sha kita makan dulu nanti kamu masuk angin
Kiano pun menyuapi Shakurra, perlahan Shakurra mengunyah nasi goreng seafood kesukaannya.
Mulailah keisengan Kiano, iya menaruh cabe rawit di dalam sendok nasi.
" haaaahhhh.... pedeees
Shakurra meneguk susu coklat panas, " haaaa.... panas mas!
" Awwww....sakit Sha
" Makanya jangan suka usil, udah aku makan sendiri aja
" Silahkan Tuan Putri dengan senang hati
Shakurra makan dengan lahap dan cepat, iya tidak memperdulikan Kiano di samping nya, Kiano pun menikmati Mie Goreng Spesial pesanannya.
Kedua nya kini tengah menikmati menu makanan masing-masing.
" Selesai, eerghh....Alhamdulillah
" Hmmm.... cewek Cantik kok gitu habis maem?
" Heheeheee.... jadi malu nih, Shakurra menutupi muka nya dgn keduan tangannya.
" Sha... aku harap kamu bersikap biasa aja, ga perlu arogan seperti tadi! kalaupun kamu ga mau tinggal sama mami papi mu ya ga papah juga, ga usah marah-marah, jawab santai aja ya sayang?
Kiano mencium kening Shakurra, membelai rambut nya.
" Iya mas Kian
" Kita pulang yuk udah malam!
" Ayo mas, kita pulang ke rumah ibu saja
" Baiklah Bidadari kesayanganku
Kiano menelpon Ibu, memberi tahu, kalau Shakurra dan Kiano langsung pulang ke rumah.
Sementara Ayah, Ibu, Mas Kinan, Kikho dan mbak Atun menginap di rumah Kakek.
Sampai di rumah Shakurra langsung mandi, cukup lama Shakurra mandi, selesai mandi Shakurra menggunakan pakaian tidur tanpa bra.
Kiano pun sudah mencuci muka dan menganti pakaian nya dengan celana boxer dan kaos tanpa lengan, mereka hanya berdua saja di rumah.
Karena belum mengantuk Shakurra pun menonton TV iya merebahkan tubuh nya di sofa, lampu sengaja di matikan karena Shakurra berharap bisa segera tertidur.
" Sha udah tidur ya?
" Belum Mas
Kiano menghampiri dan duduk di sofa, kemudian Shakurra bangun, mereka duduk sangat dekat bahkan kedua muka mereka tak berjarak lagi.
" Sha... apa kamu mau jadi kekasih ku?
Shakurra menatap wajah Kiano lalu menganggukan kepala nya, isyarat jawaban bahwa Shakurra mau jadi kekasih Kiano