ShaKurra

ShaKurra
17. Episode 17



Satu Tahun Kemudian


Waktu Operasi mata Radith telah tiba saat nya semua tim dokter ahli sudah bersiap di ruangan operasi.


Kondisi Edward dan Radith sehat, bahkan Edward sangat bersemangat karena kini adik kesayangan Nara sudah berangsur-angsur sehat.


Jantung nya sudah di operasi, semua biaya di tanggung oleh Shania, Bahkan Shania telah membelikan Ruko lengkap dengan peralatan untuk membuat kue dan untuk berjualan kue.


Rencana kedua orang tua Edward akan membuka toko kue.


Keluarga Edward akan tinggal di lantai dua di Ruko tersebut.


.


.


.


Rencana nya setelah selesai operasi akan di adakan acara syukuran.


Keluarga besar bapak Mintho Hardjo sangat bahagia mendengar berita bahwa Radith sudah mendapatkan pendonor mata.


Bahkan Pak Mintho Hardjo memberikan uang 3 Milyar kepada Shania untuk semua keperluan operasi Radith.


Operasi Jantung Nara, membeli Ruko dan peralatan untuk membuka toko, deposito untuk Edward dan Nara. Semua menggunakan uang dari orang tua Shania.


Alhamdulillah semua berjalan dengan mulus, tanpa hambatan dan rintangan apa pun.


Hampir 2 jam operasi mata di lakukan tak lama lampu warna merah padam, setelah itu dokter David keluar dan mengajak Kurnia dan Shania ke ruangan nya.


mereka membicarakan tentang operasi Radith dan pasca operasi Radith.


Operasi berjalan lancar, Alhamdulillah tinggal masa pemulihan, semoga semua nya berjalan sesuai dengan harapan.


.


.


.


Namun Radith mengenali Shania dan Kurnia.


Butiran air mata bahagia membasahi wajah Shania.


Mata memang buta namun hati nya tidak buta, karena itulah Radith mengenali kedua orang tua nya dan orang-orang yang sering berada di dekat nya.


Radith dan Edward sudah keluar dari rumah sakit. Edward kini sudah tidak bisa melihat kedua mata nya sudah di ganti dengan bola mata palsu.


Kini Edward dan keluarga sudah menempati Ruko dan mulai berjualan kue-kue, camilan dan minuman seperti, kopi, teh, susu atau minuman sachet yang di blender dengan menambahkan es dan susu.


Radith sangat bahagia, karena sudah dapat melihat, tahun ini Radith sudah masuk TK.B.


Kini Shania dan Kurnia sangat bahagia, tinggal menunggu dengan penuh kesabaran untuk perkembangan Jasmine.


Shania yakin suatu saat nanti Jasmine akan bisa berbicara.


Shakurra dan Kiano mengunjungi rumah Shania dan Kurnia, Shakurra memeluk erat adik tampan nya itu, Radith bahkan langsung mengenali Shakurra saat bertemu, begitu juga dengan Kiano.


Shania dan Kurnia terlihat sangat senang dengan kedatangan Shakurra, namun Shania merasa ada sesuatu antara Shakurra dan Kiano. Tadi nya Shania ingin bertanya pada Shakurra tapi iya mengurungkan nya karena iya tak mau hubungan nya dengan Shakurra semakin jauh.


Hari sudah sore Shakurra dan Kiano pamit pulang, rencana Shakurra dan Kiano akan pergi menonton.


Tibalah mereka di sebuah mall, lalu mereka langsung naik ke lantai 4 menuju bioskop memesan 2 tiket film, membeli cemilan, pop corn, hot dog dan minuman dingin.


Mereka langsung menuju ruang bioskop memilih tempat paling sudut, film akan segera di mulai, kepala Shakurra sudah kini bersandar di Bahu Kiano.


Kedua nya tampak fokus menonton film, tapi lama kelamaan tangan Kiano sudah menjelajah ke bagian dada Shakurra, kedua nya kini sudah berciuman sangat intens, mereka tak menghiraukan jika ada yang melihat nya.


Kedua nya larut dalam gejolak asmara, napas kedua nya mulai menderu, banyak tanda merah bertebaran di dada Shakurra, tanda kiss mark sungguh luar biasa.


Gejolak birahi anak muda.