ShaKurra

ShaKurra
21. Episode 21



Pagi hari Shakurra selalu menyiapkan sarapan pagi dan bekal untuk mas Kiano.


Pagi ini mba Atun datang lebih awal dari biasa nya, kebetulan pintu rumah sudah terbuka, mba Atun tinggal membuka pintu pagar saja.


Mba Atun memang hanya membawa kunci pintu pagar saja selama ini.


Saat mba Atun mengucap kan salam, tak ada jawaban lalu mba Atun mulai melakukan aktivitas nya seperti biasa.


Mencuci piring, mencuci baju, membersihkan rumah seperti menyapu dan mengepel.


Saat mba Atun akan mengambil pakaian kotor di dalam kamar Shakurra, mba Atun sangat terkejut dengan pemandangan yang iya lihat.


Iya melihat Shakurra dan Kiano sedang bercinta layak nya sepasang suami istri, erangan, desahan bahkan jerit kecil terdengar dari dalam kamar.


Mba Atun menutup kedua mulut nya menyaksikan nya. Mba Atun lalu pergi ke dapur, iya terduduk lemas disudut dapur.


Sementara Shakurra dan Kiano masih bergumul dengan penuh napsu, hingga alarm berbunyi tanda sudah jam 6 pagi.


Kiano masih menjelajahi dua bukit indah dengan bibir nya, sekali lagi iya menancapkan dan menghentakkan junior nya.


Kedua nya sudah tampak puas dan menghentikan permainan nya lalu mandi bersama.


Kiano sudah memakai pakaian rapi lalu sarapan dengan nasi goreng yang di masak oleh Shakurra.


Kiano pun berangkat kerja. Shakurra belum tau kalo mba Atun sudah datang, iya masuk ke kamar nya lalu merebah kan tubuh nya di tempat tidur. Tak lama mata nya pun terpejam sepertinya Shakurra lelah setelah bertempur dengan Kiano.


.


.


Kiano baru saja tiba di kantor, ada seorang gadis manis menunggu nya di dekat pintu masuk, Lala nama gadis itu sejak pertama kali bertemu Lala sudah jatuh hati pada Kiano.


Iya bahkan sudah mengungkapkan isi hati nya pada Kiano namun Kiano menolaknya.


Tapi Lala tetap tidak perduli dengan penjelasan Kiano. Hingga pada suatu hari iya menunjukkan foto Shakurra yang sedang iya peluk mesra.


Kiano menjadi incaran bagi perempuan lajang di perusahaan ini. Apalagi Pak Handi akan menjadikan Kiano sebagai icon product mobil keluaran terbaru.


Baru tiga bulan bekerja iya sudah banyak teman di perusahaan ini, walau smart dan tampan Kiano adalah sosok yang sederhana, rendah hati dan sopan, baik terhadap senior dan sesama rekan-rekan yang baru bekerja di perusahaan ini.


Loyalitas nya dalam bekerja patut di acungi jempol, Kiano juga sedang mengikuti program beasiswa untuk S2 atau strata dua.


Iya akan segera menikahi Shakurra meskipun tanpa restu dari kedua orang dan keluarga besar Mintho Hardjo.


Iya ingin membahagiakan Shakurra. Iya sadar apa yang iya lakukan bersama Shakurra adalah hal-hal yang diluar batas dari norma-norma agama.


Tapi tahu kah apa hubungan yang sebenar nya antara Kiano dan Shakurra!


**Flash Back


3 Tahun yang lalu**.


Shakurra baru saja duduk di kelas satu SMU dan Kiano sudah mulai kuliah. Saat itu Ayah, Ibu dan Kikho sudah tinggal di luar negeri tepat nya di Amsterdam Belanda.


Sejak saat itu mereka sering tinggal berdua di rumah. Karena rasa cinta yang sangat besar, hingga terkadang mereka sulit mengontrol dan mengendalikan hawa nafsu.


Akhir nya Kiano mengajak Shakurra kesebuah pondok pengajian di pinggiran kota Bogor, Kiano mendapat informasi dari jejaring sosial bahwa di tempat itu bisa menyelesaikan problem yang sedang di alami Shakurra dan Kiano.


Kiano dan Shakurra pun menemui Pak Yai, kepada Pak Yai orang-orang sekitar kampung biasa memanggilnya begitu, Kiano menceritakan semua yang terjadi selama ini, menceritakan juga bahwa Shakurra tidak mempunyai wali nikah karena Shakurra lahir tanpa ikatan pernikahan.


Selama menjalin hubungan Kiano dan Shakurra sudah sering melewati batas norma-norma agama, meski tidak sampai pada hubungan intim atau berhubungan badan.


Untuk itu Kiano meminta di nikahkan dengan Shakurra secara agama, maka hari itu juga Kiano dan Shakurra menikah sirih atau nikah secara agama.


Pak Yai awal nya menolak untuk menikahkan mereka berdua, tapi berkat kegigihan Kiano dan Shakurra akhir nya Kiano dan Shakurra di nikah kan dengan saksi dari murid Pak Yai yang sudah menjadi guru di tempat pengajian itu.


Mahar atau mas kawin yang di berikan Kiano adalah Koin Emas 24 K seberat 25 gram, uang untuk membeli koin emas tersebut adalah uang tabungan Kiano sendiri, uang yang di peroleh dari mengikuti berbagai lomba gitar dan karya musik yang sering iya menangkan saat mengikuti event-event dan lomba seni.