
Hubungan Charlie dengan Amira hingga saat ini belum di ketahui oleh siapapun.
Charlie benar-benar rapi dalam menyembunyikan rahasia besar dalam hidupnya.
Sementara Shania dan kedua anak nya lebih sering tinggal di Jakarta.
Setiap acara keluarga Shania tidak pernah datang, meskipun sudah di undang baik secara langsung maupun lewat undangan.
Shania benar-benar menutup hati nya untuk kedua orang tua nya, saudara kandung nya, mantan suami nya bahkan mulai mengabaikan Jasmine dan Radith.
Shania lebih fokus dalam dunia kerja nya, bisnis nya dan anak-anak nya dari pernikahan dengan Charlie.
Entah apa yang ada di pikiran Shania kenapa iya bersikap seperti itu.
*
Jasmine dan Radith pun tak lagi mengunjungi mami nya karena tiap kali datang Shania tak pernah lagi menemui nya.
Iya hanya memberikan uang yang di titipkan pada asisten rumah tangga untuk di berikan kepada Jasmine dan Radith, tentu saja Jasmine dan Radith menolaknya karena tujuan mereka bukan meminta uang melain ingin bertemu dengan mami nya.
Berkali-kali di perlakukan Shania seperti itu akhirnya Jasmine dan Radith memutuskan tidak akan mengunjungi mami nya. Hingga suatu saat mami nya lah yang meminta Jasmine dan Radith untuk menemui nya.
**
Papi Kurnia hanya bisa bersikap pasrah karena status nya hanya mantan suami saja.
Namun baik Jasmine ataupun Radith tidak menaruh dendam sedikit pun pada mami nya.
Mungkin saat ini Mami sangat sibuk dengan pekerjaan dan bisnisnya, sehingga tak ada waktu untuk menemui anak-anak nya.
***
Shakurra hanya bisa memberi semangat kepada kedua adiknya, Shakurra sangat memahami rasa nya di abaikan, apalagi di abaikan oleh orang tua kandung sendiri.
Kini Shakurra lebih fokus menjaga, merawat, mengasuh dan menemani Kenzoe. Iya tak mau Kenzoe mengalami apa yang selama ini di rasakan Shakurra.
Iya ingin Kenzoe tumbuh secara wajar. Penuh kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tua kandungnya.
Bukan dari pasangan yang halal. Shakurra sudah mengetahui semua nya. Karena itu iya tak mau anak-anak nya mengalami beban mental yang dialami oleh bunda nya.
Cukup aku saja, jangan untuk anak-anak yang lain.
Ini aib yang akan aku bawa sampai aku menutup mata.
***
Di tempat lain.
Malam begitu dingin menusuk sampai ke tulang persendian. Amira sedang menyiapkan ramuan jamu nya.
Diluar masih tampak gerimis. Tinggal di rebus lalu di saring kemudian didinginkan. Baru lah di tempatkan pada botol.
Meski udara dingin Amira merasa tubuh lengket, lalu iya memutuskan untuk mandi.
Selesai mandi iya, memakai handbody lotion di usapkan ke seluruh tubuh nya yang molek, putih, mulus dan bersih.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu. Amira segera menuju pintu, melihat dari kaca pintu siapa yang datang, betapa bahagia nya Amira, ternyata yang datang adalah Charlie.
Dengan tergesa Amira membuka pintu dan memeluk tubuh Charlie yang basah.
" Sayang, tubuh ku basah! "
" Adik kangen sama aak, " pelukan Amira semakin rapat.
" Kita masuk dulu sayang, nanti di lihat orang! "
Charlie dan Amira pun masuk ke dalam rumah. Setiap kali Charlie datang ke rumah Amira iya tidak pernah membawa mobil. Iya selalu naik ojek dan mobil nya tetap terparkir di hotel.
" Aku buat kan teh ya aak, biar hangat? "
" Ga usah, kan ada kamu yang akan menghangatkan aku, " Wajah Amira memerah, dengan sigap Charlie mengendong tubuh Amira dan merebahkan nya ke tempat tidur.
Kini tubuh Charlie dan Amira tanpa sehelai benang pun, Charlie mulai menyusuri setiap titik tubuh Amira.