ShaKurra

ShaKurra
Episode 6 ShakurrA



Tahun ajaran baru sudah di mulai, kini aku sudah resmi menjadi pelajar SMP, Aku pergi dan pulang sekolah bersama Mas Kiano karena sekolah kami satu arah dan jarak nya tidak berjauhan, Mas Kiano sekarang sudah kelas 1 SMK, jarak kami memang hanya selisih 3 tahun, sementara Mas Kinan sekarang sudah menjadi Mahasiswa di PTN Jakarta Fakultas Kedokteran.


Mas Kinan memang sangat pintar, telaten, ramah dan sangat perhatian, meskipun anak laki-laki tertua Mas Kinan selalu mengalah, Mas Kinan selalu membantu Ibu di rumah, meskipun ada mbak Atun sebagai Asisten Rumah Tangga.


Beda hal nya dengan Mas Kiano yang pendiam terkesan cuek. Setiap kali mengantar dan menjemput ku banyak sekali yang memperhatikan nya, bahkan tak sedikit yang menggoda namun Mas Kiano bersikap biasa saja.


Titip salam ya Sha buat Abang mu yang tampan itu, nama nya siapa tanya Kak Aura kepada ku, Kiano nama nya Kak, Kak Aura adalah Ketua OSIS di sekolah ku, orang nya cantik kulit nya putih hanya saja terkenal sombong di sekolah ku.


Tapi anehnya kenapa iya sangat ramah kepada ku, apa karena aku adik nya Mas Kiano, aah... sudahlah ga penting juga bagiku.


" Sorry Sha... Aku telat,


" ga papah Mas, aku juga baru keluar dari kelas tadi ada remedial,


" nilai mu jelek lagi, heheheee...


" makanya belajar dong, ayo naik, Mas Kiano


Melajukan motor nya dengan kecepetan sedang. setiap hari kami selalu ngobrol di jalan, walau yang dominan berbicara aku, Mas Kiano hanya menjawab dengan hem... heem atau ya.


Sekarang rumah terasa sepi karena Mas Kinan udah ngekost dekat dengan kampus nya, demi efiensi waktu, kasihan Mas Kinan sering pulang ke rumah sampai malam, akhir nya Ayah dan Ibu memutuskan Mas Kinan untuk Kost saja.


Jika 2 tahun lagi artinya Aku dan Mas Kiano tidak bisa ikut karena kita masing-masing sudah duduk di kelas tiga sementara, Kikho lulus dari SD, artinya hanya Kikho yang bisa ikut.


Kalo Mas Kinan jelas tak bisa ikut karena harus menyelesaikan kuliah kedokterannya, akhir nya malam itu di putuskan, Aku dan Mas Kiano tetap tinggal di rumah di temani mbak atun, Mas Kinan tetap kost, sementara Ibu dan Kikho ikut Ayah pindah keluar Negeri.


Rencana selanjut nya bisa kita bicarakan lagi kata Ayah.


sedih rasa nya harus berpisah, meskipun masih 2 tahun lagi, waktu 2 tahun itu akan terasa cepat.


Sudah larut malam namun aku belum merasa mengantuk, tiba-tiba aku melihat sekelebat bayangan putih berdiri dihadapanku, ya gadis kecil itu lagi, baru saja aku mengatakan kamu siapa, gadis kecil itu menghilang, aahh... mungkin hanya halusinasi ku saja, aku keluar dari kamar lalu menuju ruang makan mengambil segelas air dingin, ku dengar sayup-sayup suara dari kamar Mas Kiano, ku ketuk pintunya, masuk, lalu aku masuk ke kamar Mas Kiano, ku lihat Mas Kiano sedang bermain gitar diatas tempat tidur, Aku pun duduk persis di samping Mas Kiano ku sandarkan kepala ku di bahu nya,


" tumben belum tidur?


" belum ngantuk Mas.


Entahlah kenapa aku merasa sangat nyaman ketika bersama Mas Kiano


Waaah.... ada apa dengan perasaan Shakurra