ShaKurra

ShaKurra
Episode 26



6 bulan setelah resepsi pernikahan Shakurra dan Kiano.


Aku bagaikan seseorang yang tiada berarti Dimata kedua orang tua ku, suami ku terlebih lagi di mata anak yang telah ku lahirkan ke dunia ini dengan rasa malu yang amat sangat atas perbuatan kotor ku di masa lalu.


Shania,


Shania masih menikmati secangkir kopi di ruang kerja nya, kini iya lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerja nya.


Iya memilih pergi di pagi hari dan pulang dalam malam yang gulita. Kurnia selalu berusaha mengajak Shania bicara.


Kini tak ada lagi pertengkaran meski kerap kali, Shania memancing emosi dan amarah Kurnia.


*


Jasmine dan Radith benar-benar kehilangan vigur mami, mereka hanya mendapat perhatian dan kasih sayang dari papi nya Kurnia.


Sikap Shania yang sangat dingin, pendiam tak banyak bicara.


Meski tidur satu kamar, Shania memilih tidur di sofa, berkali-kali Kurnia meminta nya tidur bersama di tempat tidur, namun Shania hanya diam tanpa ekspresi, tanpa bicara sepatah kata pun.


Akhir nya malam ini Kurnia memutuskan untuk bertanya kepada Shania apa sebenar nya yang iya ingin kan.


Sebelum memutuskan semua nya, Kurnia sudah berbicara dengan kedua orang tua nya dan kedua mertua nya.


Mungkin perpisahan adalah jalan terbaik dari semua masalah yang ada selama ini.


**


Jam 22:00 WIB Shania baru saja tiba di rumah, mang Jimin dengan langkah terburu-buru membuka kan pintu pagar.


Shania memarkirkan mobil nya. Lalu masuk ke dalam rumah, mengambil minuman dingin lalu masuk ke kamar dan mandi.


Shania terkejut karena saat keluar dari kamar mandi, lampu kamar yang tadi nya temaram, kini sudah terang.


Ada Kurnia yang sedang duduk di sofa,


" Duduk sini Sha, aku ingin bicara, " ucap Kurnia.


" Sha, aku ingin tahu apa, yang kamu ingin kan ? "


Shania tetap saja diam, iya tetap tak mau bicara.


" Baiklah jika kamu tak mau bicara dengan ku, aku yang akan memutuskan semua nya, rasa nya sudah tak ada guna lagi kita meneruskan rumah tangga kita ini! "


Shania menatap dalam mata Kurnia, iya lalu tersenyum tipis, " terserah apa mau mu Kur! aku setujuh saja.


" Baiklah Sha besok aku urus perceraian kita! "


" Silahkan saja Kur! " Shania pun keluar dari ruang kamar nya, namun tangan Kurnia meraih nya.


" Tidur lah di sini Sha, aku akan tidur di kamar tamu, "


Shania mengikuti kata-kata Kurnia. Iya pun merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur yang sudah lama iya tak menyentuhnya.


Perlahan air mata Shania menetes membasahi kedua pipinya nya, entah sedih, entah kecewa atau entah menyesali keputusan yang telah di ambil oleh Kurnia.


Namun dengan perpisahan, mungkin bisa merubah segalanya jauh lebih baik.


Untuk apa hidup bersama jika tak ada komunikasi diantara keduanya.


***


Saat sarapan pagi Kurnia memberikan amplop berwarna coklat kepada Shania menerima nya dan langsung pergi ke kantor.


Kurnia juga sudah berbicara dengan Jasmine dan Radith tentang perpisahan nya dengan mami nya.


Raut sedih terpancar dari kedua mata malaikat kecil tersebut. Namun mereka bisa apa, karena yang mereka lihat selama ini kedua orang tua nya tak saling bicara.


**Hai Readers


Salam Hangat


Selamat Membaca**