ShaKurra

ShaKurra
Episode 27



Shania baru saja tiba di tempat kerja, iya bergegas menuju ruang kerja nya.


Mengambil segelas air lalu meneguk nya perlahan, rasa nya begitu lega, iya lalu membuka amplop besar berwarna coklat yang di berikan Kurnia tadi pagi.


Perlahan iya membaca kata demi kata yang tertulis di lembaran kertas putih itu. Air mata nya pun menetes, Shania menangis tersedu-sedu.


Kini iya tak bisa lagi membendung air mata nya. Sudah hampir satu jam iya menangis lalu terdiam dengan pandangan kosong.


Lamunan nya terhenti saat ponsel nya berdering, seseorang telah menelpon, entah siapa? Shania hanya menjawab " iya " sambil menganggukan kepala.


*


Pesan singkat masuk dari Kurnia iya memberi tahu kalau gugatan cerai sudah terdaftar di pengadilan agama Jakarta.


Shania hanya menjawab " Iya ", Namun sekali lagi Kurnia meminta Shania berpikir kembali untuk perceraian ini.


Namun dengan singkat Shania mengirim pesan " cerai saja ", Kurnia pun menerima keputusan Shania, meski sakit tapi ini adalah keputusan Shania dan Kurnia.


Kedua orang tua Shania juga sudah angkat tangan, beliau sudah tak bisa lagi membujuk Shania, semua nasehat pun tak ada yang di dengar, hati Shania seakan membatu.


Sedang kedua orang tua Kurnia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Shania dan Kurnia.


**


Sementara Shakurra yang selama ini tidak pernah dekat dengan mami dan papi nya hanya memilih diam tanpa menanggapi apapun.


Kiano sebagai menantu pun tak banyak bicara, iya hanya berdoa semoga ini keputusan terbaik yang di ambil oleh mami dan papi nya Shakurra.


***


Mereka akan menempati rumah baru, semua harta gono-gini akan di berikan Kurnia untuk Shania.


***


Tiga bulan telah berlalu, kini Kurnia dan Shania telah resmi bercerai, hak asuh Radith dan Jasmine di berikan kepada Kurnia.


Namun tidak ada batasan waktu apabila Shania akan menemui kedua anak nya itu.


Kurnia membeli rumah baru tak jauh dari rumah Shakurra, agar Jasmine dan Radith tak merasa kesepian. Apalagi Kurnia sering dinas keluar kota.


Biar bagaimana pun mereka adalah saudara kandung, Kurnia berharap mereka bisa selalu dekat, meski masa lalu tentang sangat menyakitkan.


****


Shakurra pun sangat menyayangi kedua adiknya. Setiap hari Shakurra menemani kedua adik nya disela-sela aktivitas nya.


Sudah beberapa hari ini Shakurra merasakan badan nya meriang, pusing, mual sakit kepala. Jasmine dan Radith selalu bergantian menemani Shakurra.


Karena 3 hari kondisi Shakurra tidak mengalami perubahan, Akhir nya Kiano membawa Shakurra ke dokter. Dan betapa bahagianya mereka saat dokter menjelaskan kondisi sebenarnya tentang Shakurrak, ternyata di dalam rahim Shakurra ada janin kembar buah cinta mereka.


*****


Pelukan dan ciuman tak henti-henti nya mendarat di kening Shakurra, Kiano baru tersadar ketika dokter berdehem tanda bahwa mereka harus mengakhiri aksi nya.


Kiano sampai meminta maaf karena sangat terbawa suasana. Dokter pun sangat memaklumi nya. Hal yang sangat wajar menurut dokter.


Kini Kiano dan Shakurra pulang dengan wajah bahagia dan senyuman yang merekah. "Alhamdulillah sebentar lagi aku jadi Ayah! tak sia-sia kerja keras ku selama ini", ucap Kiano sambil mendarat kan ciuman di bibir Shakura.