ShaKurra

ShaKurra
Episode 39



Charlie yang baru saja tiba di Paris. Langsung menuju hotel tempat dimana Shania dan kedua anaknya menginap.


Mba Riana pengasuh kedua anak Shania dan Charlie di ajak Shania berlibur ke Paris juga.


*


Setelah dua pekan berlibur di Paris Shania dan Charlie pulang ke Indonesia. Mereka menuntas kan liburannya dengan rasa puas dan bahagia.


Apalagi Shania dan Charlie yang seperti pasangan pengantin baru yang sedang honey moon.


Shania makin cantik dan terlihat lebih muda dari usia nya setelah melakukan perawatan kecantikan di Paris.


Charlie yang tadi nya terlihat seperti keponakan Shania saat ini malah terlihat serasi tampilan dengan Shania.


Meski pun secara umur sangat jauh jaraknya.


Setelah tiba di Indonesia Shania, anak-anak dan Charlie langsung pulang kekediaman nya.


Keesokkan hari nya mereka pergi ke Butik langganan nya untuk memesan dress code yang sama untuk mereka pakai ke acara khitanan Kenzoe.


Membeli beberapa hadiah untuk Kenzoe. Hati Charlie merasa lega karena Shania mulai membuka diri untuk berhubungan lagi dengan keluarga nya.


Charlie juga berharap Shania mau menemui kedua orang tuanya. Karena biar bagaimanapun Charlie ingin bertemu dengan kedua orang orang tua nya Shania.


Persoalan rumah tangga yang rumit di masa lalu harus segera di selesaikan. Agar kelak anak-anak mereka tetap bisa saling merangkul dengan saudara dan keluarga.


**


Semua persiapan telah mencapai 90 persen. Shakurra dan Kiano sudah mempercayakan semua pada teman nya yang memiliki usaha atau bisnis seperti WO ( Wedding Organizer ), tinggal duduk manis di rumah, semua persiapan untuk acara akan di atur dan di siapkan oleh tim nya.


***


Beberapa hadiah bahkan sudah sampai di kediaman Shakurra dan Kiano, karena Kenzoe memang sudah di Khitan. Tinggal acara syukuran nya saja.


Eyang Minto Hardjo tak menyangka kalau beliau dan istri di berikan kesehatan dan umur sampai bisa menyaksikan cicit nya di khitan.


Meski tak segagah 10 tahun yang lalu, tapi beliau berdua masih bisa berjalan tanpa tongkat apalagi kursi roda.


Eyang memang sangat disiplin baik dari pola makanan, pola tidur, pola istirahat, olah raga tidak berlebihan dan berkerja juga tidak dengan ambisi.


****


Kehidupan yang selaras dan seimbang, tidak monoton mengejar kenikmatan dunia saja.


Eyang Mintho Hardjo selalu berpesan kepada anak, menantu dan cucu nya " Hidup itu jangan memaksa, tapi bergeraklah sesuai ritme, kalau bukan bagian mu, bukan rejeki mu, tidak akan kamu dapatkan apalagi kamu miliki, kejar dunia mu tapi yang paling utama kejar lah akhirat mu ".


Meski Eyang Mintho Hardjo pernah di permalukan oleh mami Shania dan papi Kurnia, tapi Eyang tidak pernah mengungkit kesalahan itu, bagi nya itu adalah teguran untuk Eyang karena saat itu sibuk mengejar dunia.


Pengalaman mengajar kan Eyang untuk lebih mawas diri, legowo dan mau memperbaiki diri.


Hingga saat ini Eyang selalu menanti kehadiran mami Shania, meski di abaikan oleh mami Shania, eyang selalu menelpon menanyakan kabar mami Shania dan keluarga baru nya.


Beberapa kali eyang mengunjungi kediaman mami Shania namun di abaikan, eyang tidak pernah marah apalagi dendam dengan mami Shania. Itulah sikap orang tua yang selalu akan tetap menyayangi, mencintai dan peduli terhadap anak-anak nya meskipun di abai kan.