
Tiga tahun kemudian.
Kenzoe yang sangat aktif, saat ini sedang berlari mengejar bola, menendang bola dengan sangat kuat sehingga mengenai gadis kecil dan seseorang perempuan paruh baya yang sedang melintas diarea bermain di taman perumahan.
" Kedebuuuug... Awwww sakit mom ", teriak gadis kecil itu.
Kenzoe yan melihat kejadian itu, dan merasa harus bertanggung jawab, langsung berlari mendekati gadis kecil itu.
" Maaf kan saya, apakah kamu terluka? " tanya Kenzoe kepada gadis kecil itu
" Aku tidak apa-apa kak, tapi rasa sakit saat terkena bola tadi "
" Maaf kan aku, aku tidak sengaja "
Shannia memperhatikan laki-laki kecil yang sangat tampan dengan seksama, iya mengingat-ingat wajah anak laki-laki tersebut mirip dengan siapa, namun Shania gagal untuk memgingatnya.
" Maafkan saya Oma, karena telah membuat cucu mu terkena bola ", ucap Kenzoe sambil menundukkan kepalanya.
" Ini momi ku, bukan oma ku "
" Oowh maafkan aku kalo begitu "
" Ya sudah kalau begitu, lain kali hati-hati ya " Shania mengusap rambut Kenzoe lalu berjalan menuju mobil yang terparkir di seberang jalan sana.
*
Tak lama Shakurra datang dengan mengendarai motor, hendak menjemput Kenzoe yang sedang bermain bola bersama teman-temannya.
Shakurra terburu-buru karena tadi mendapat pesan dari abang buah langganannya kalau Kenzoe telah menendang bola dan mengenai gadis kecil yang sedang melintas.
" Sayang kamu baik-baik saja? " tanya Sonya pada Kenzoe
" Kenzoe baik-baik saja, Kenzoe sudah minta maaf kepada gadis kecil itu dan momi nya "
Tangan Kenzoe menunjuk ke arah mobil Shania.
Shakurra dan Kenzoe pun pulang ke rumah, Shania yang sedari tadi masih melihat Shakurra dan Kenzoe sempat menitikkan air mata.
" Diakah cucu ku? " kata-kata yang terucap sangat pelan.
"Bahkan kini iya sudah besar, tapi aku belum pernah sama sekali mengunjungi nya "
**
Shania melajukan mobil nya, iya mengikuti Shakurra dari jarak yang cukup jauh.
Berhenti di sebuah rumah yang sangat mewah, karena ini hari minggu tentu nya Kiano ada di rumah, Shania melihat Kiano sedang memberi makan ikan, tak lama sebuah mobil berwarna silver berhenti di depan rumah Shakurra.
Papi Kurnia turun dari mobil bersama Jasmine dan Radith. Kiano menghentikan kegiatan nya memberi makan ikan, Shakurra dan laki-laki kecil itu membawa piring yang berisi makanan. Menaruh nya di Gazebo yang berdekatan dengan pagar rumah.
Shania mendekat kan mobil nya ke arah pagar rumah Shakurra. Berpura-pura menyuruh ART membeli beberapa minuman ringan dan camilan bersama kedua anaknya.
Kebetulan sekali persis di samping rumah Shakurra ada sebuah minimarket.
Shania mendengar obrolan Kurnia, Shakurra, Kiano, Radith dan Jasmine Ternyata mereka selalu berkumpul setiap hari nya, apalagi di hari libur begini.
Mereka juga sebentar lagi akan mengkhitankan Kenzoe, anak laki-laki Shakurra dan Kiano.
Terdengar kata-kata bahwa Shakurra akan mengundang mami Shania, semua nya setujuh dengan perkataan Shakurra.
" Ternyata mereka masih mengingat ku, mengharapkan suatu saat, aku mau menemui mereka "
Tak terasa butiran air mata yang tertahan sejak tadi menetes membasahi kedua pipi Shania.
***
Setelah mengetahui bahwa anak-anaknya masih mengharap kan bertemu dengan nya. Shania pulang ke rumah dan berharap akan menerima undangan dari Shakurra.
Mungkin sudah saat nya Shania harus berdamai dengan hatinya, berdamai dengan anak-anaknya, kedua orang tuanya, saudaranya dan keluarga besarnya.