ShaKurra

ShaKurra
36. Episode 36



Sudah 3 hari berlalu setelah pembicaraan malam itu.


Charlie sudah berbicara dengan Amira, bahkan dari hati ke hati, Amira tetap memutuskan ingin bercerai dari Charlie.


Amira juga tidak merasa menyesal karena sebelum menikah dengan Charlie, iya bukan seorang gadis yang masih perawan.


Amira sudah memberikan mahkota kesuciannya dengan kekasih nya yang kemudian meninggalkan nya dan menikah dengan perempuan lain.


*


Charlie merasa terkejut saat mendengar apa yang telah di ucapkan Amira.


Flash Back.


Malam pertama yang terasa mengebu, jantung Charlie berdegub kencang tak kala melihat kemolekan tubuh Amira malam itu.


Amira begitu menikmati permainan panas malam itu, Charlie merasa malam itu Amira tak sedikit pun malu atau canggung saat melihat senjata pamungkas milik Charlie.


Iya bahkan tidak merintih kesakitan saat senjata pamungkas milik Charlie menerobos masuk bagian sensitif milik Amira.


Tak ada jeritan sakit, tak ada berkas darah bahkan keesokan hari nya Amira bersikap biasa-biasa saja, tidak seperti cerita-cerita dewasa yang mengatakan, akan ada jeritan kesakitan, meski kadang tak mengeluarkan darah.


Akan terasa perih pada bagian sensitif nya, akan susah berdiri bahkan berjalan saat pertama kali baru melakukannya.


Ini berbeda sekali dengan apa yang di pikirkan oleh Charlie, Charlie pikir Amira menahan semua rasa sakitnya.


Ternyata memang Amira sudah tidak virgin lagi.


**


Setelah berbicara dengan Charlie keputusan terakhir mereka akan berpisah. Dan Amira hanya meminta rumah yang di tempatinya saat ini.


Charlie pun menyetujui permintaan Amira, dan mereka berdua berharap setelah ini tidak ada permusuhan diantara mereka.


**


Charlie sudah mendaftar kan perceraiannya. Untuk sementara Amira masih tinggal di rumah Shania. Hingga proses perceraian nya selesai.


Waktu 3 bulan berlalu kini Amira dan Charlie resmi bercerai. Amira mendapat uang dari Shania sebagai modal melanjutkan usaha jamu nya.


***


Charlie bersimpuh berlutut di bawah kaki Shania, namun Shania tak ingin suami nya melakukan hal itu, iya meminta Charlie berdiri.


Hanya satu pesan Shania, " Jika memang kau ingin menikah lagi lebih baik berterus terang, jangan pernah terulang kembali kebohongan seperti ini? "


Charlie mencium kedua tangan Shania, iya lalu memeluk Shania. Sungguh beruntung Charlie bertemu dengan Shania yang sudah mulai lunak tidak seperti dulu lagi sangat keras kepala.


Amira pulang di antar oleh Shania dan Charlie, Shania tak mau juga terjadi apa-apa dengan Amira selama perjalanan pulang ke kampung.


Setelah memastikan Amira baik-baik saja, Shania dan Charlie pulang ke Jakarta tapi sebelumnya mereka mampir ke tempat usahanya.


Selama perjalanan, tak ada pembicraan sama sekali, hening sunyi, kedua nya larut dalam dimensi pemikiran masing-masing.


Sementara di tempat lain, kedua orang tua Charlie dan saudara-saudara nya sangat senang karena mendengar Charlie sudah bercerai.


Mereka langsung menggelar acara syukuran dengan membagi-bagikan makanan kepada para tetangga dan kaum duafa.


Bagi mereka Sonya adalah menantu dan kakak ipar yang sangat baik, perhatian dan penuh kasih sayang, mereka tak mau melihat Shania bersedih apalagi hidup menderita karena di madu.


Semoga setelah ini Charlie bisa setia dan hidup bahagia bersama Shania dan kedua anaknya.


Banyak pasangan suami dan istri yang tetap hidup bahagia meski usia mereka berbeda jauh.