ShaKurra

ShaKurra
Episode 11 ShakurrA



Masih dengan kemelut rumah tangga yang belum terselesaikan.


Kurnia akhir nya pulang kampung sendirian tanpa di temani Shania dan Anak-anaknya.


Baru saja Kurnia tiba di depan pintu rumah Ibu nya langsung memberondong pertanyaan tiada henti nya.


" Maaf Bu, Shania benar-benar tidak mendapatkan cuti


" Dasar menantu kurang ajar, Ayah mertua sakit keras bukan datang menengok!


" Sudahlah Bu, Saya capek mau istirahat dulu sebentar, habis itu kita ke rumah sakit


" Ya sudah kalau begitu


Kurnia pun merebahkan tubuh nya di Kamar Tamu yang sudah di siapkan, rasa nya lelah sekali perjalanan kali ini belum lagi pesawat nya delay cukup lama.


Akhir nya Kurnia memejamkan mata nya, sementara Ibu bersiap-siap ke rumah sakit.


Di rumah sakit ada Karina dan Kharisma yang menjaga Ayah, Karina adalah anak kedua setelah Kurnia, sedang kan anak ketiga sekaligus anak bungsu adalah kharisma laki-laki yang sangat tampan yang sekarang duduk di kelas 9 SMKN.


Kurnia memang merupakan putra sulung mereka hanya tiga bersaudara. Ibu akhir nya pergi ke rumah sakit lebih dahulu karena melihat Kurnia tertidur pulas dan tampaknya lelah sekali.


" Halimah.... Ibu memanggil ART yang sedang sibuk di dapur


" Iya Nyoyah


" Saya mau ke rumah sakit kalau Kurnia bangun tolong beri tahu, suruh bawa mobil saja, kunci mobil di tempat biasa, Pak Santo tidak jadi mengantar saya.


" Baik nyonyah


Ibu Kurnia pergi dengan taxi online, sementara Halimah melanjutkan pekerjaan nya di dapur, Halimah sudah puluhan tahun bekerja, sejak dia remaja hingga akhir nya menikah.


Meskipun Ibu Larasthi sering marah-marah namun Halimah tetap bertahan bekerja karena mencari pekerjaan sangat sulit apalagi untuk Halimah yang hanya lulusan sekolah dasar.


Tuan Dwika dan anak-anak termasuk Kurnia sangat baik terhadap Halimah.


Sudah hampir jam 4 sore Kurnia masih tertidur pulas. Kharisma baru saja tiba di rumah, Kharisma langsung menuju kamar nya mandi dan merebah kan tubuh nya di tempat tidur, sehari semalam Kharisma menjaga Ayah.


Setelah pensiun Ayah Kurnia membuka Toko yang menjual untuk kebutuhan pertanian. Alhamdulillah usaha nya lancar dan cukup berkembang.


Ayah Kurnia memiliki riwayat penyakit kolestrol dan tekanan darah tinggi hingga akhir nya terkena serangan stroke dan harus di rawat di rumah sakit.


Untungnya semua biaya rumah sakit gratis, kalau tidak, butuh banyak uang untuk biaya pengobatan.


Ibu masih telaten menyuapi Ayah, Ibu berkata kepada Ayah.


" Yah cepat sembuh ya! Ibu mau kita menua sama-sama, sehat dan bahagia!


Ayah memegang tangan Ibu, seperti memberi isyarat iya


Sudah sore kenapa Kurnia belum datang juga, apa dia masih tertidur pulas, ibu pun menelpon Kharisma namun Kharisma sudah tertidur pulas juga dan ponsel tanpa suara.


Karina yang sedari tadi merebahkan tubuh nya di sofa seperti nya mulai bosan, iya pamit keluar untuk ke kantin rumah sakit.


Lumayanlah minum yang hangat mungkin bisa menyegar kan otak.


" Buuuuk,....


Semua file yang di bawa seseorang jatuh berhamburan dilantai. Dengan cekatan Karina membantu mengumpulkan file-file itu.


" Tidak usah Nona nanti merepotkan


" Santai aja mas, saya lihat mas seperti nya buru-buru sampai tersandung anak tangga


" Makasih ya udah membantu


" Sama-sama


Karina segera menuju ke kantin, memesan susu caramel dan beberapa camilan.


Iya lalu menelpon Kharisma minta di bawa kan pembalut dan pakaian ganti soalnya saat ini sedang menstruasi.


Namun sia-sia tak ada jawaban, karena yang di telpon sedang dalam alam mimpi.