
Sudah 3 bulan berlalu Amira tinggal di rumah mewah milik Shania, Sikap Shania terhadap Charlie tidak ada perubahan, seolah tidak ada masalah sama sekali.
Charlie sendiri merasa bersalah dengan sikap Shania yang sama sekali membahas tentang pernikahannya dengan Amira.
Kedua orang tua Charlie bahkan sangat murka setelah mengetahui kalau Charlie diam-diam telah menikah lagi.
Kedua orang tua Charlie bahkan menemui dan meminta maaf kepada Shania atas kelakuan Charlie, namun Shania tidak mau membahas nya, iya malah membenarkan sikap Charlie.
Ibu Charlie sampai menangis pilu, memeluk Shania karena merasa tidak tega dengan menantu nya yang sangat baik di perlakukan begitu dengan putra nya.
Adik-adik Charlie pun sangat kecewa dengan prilaku kakak nya yang selama ini menjadi contoh yang baik di mata keluarga.
*
Saat Ibu nya Charlie mengunjungi dan menginap di rumah Shania, iya sengaja menemui Amira, berbicara cukup lama, menanyakan " kenapa Amira mau menjadi istri Charlie, padahal Amira sudah tahu kalau Charlie sudah memiliki istri dan 2 orang anak, "
Ibu nya Charlie berbicara dari hati ke hati dengan Amira, bahkan bahasa yang di gunakan sangat sopan.
**
Selama tinggal di rumah Shania, Amira di perlakukan sangat baik, bahkan iya di beri uang oleh Shania biar bagaimana pun iya adalah istri Charlie.
Namun iya di larang berkenalan dan berdekatan dengan anak-anak Shania dan Charlie.
Selama 3 bulan ini kedua anak Shania di ajak ketika Shania pergi keluar rumah, iya tak mau ada kontak komunikasi kedua anak nya dengan Amira.
Selama 3 bulan ini Charlie tetap memperhatikan nya namun tiap kali Charlie akan memberikan hak nya, Amira menolak nya karena iya masih tergiang-giang kejadian waktu itu.
Sejak saat itu iya merasa muak, benci bahkan mungkin jijik melihat adegan dewasa antara Shania dan Charlie.
Hari-hari yang semakin menyakitkan, melihat keharmonisan keluarga Shania dan Charlie.
Hukuman batin bagi para pelakor, tidak selamanya dengan kekerasan dan kekejaman. Shania sangat berpengalaman dalam hal berumah tangga, iya tak mau gagal untuk kedua kali nya dalam berumah tangga.
Charlie pun semakin menyanyangi Shania karena telah memaafkan kekhilafan nya.
Iya sangat malu karena telah mengkhianati Shania.
Semalaman Amira berpikir, dan pada akhirnya iya akan meminta cerai dengan Charlie.
***
Malam hari Amira sengaja menunggu Shania dan Charlie pulang.
Amira mengatakan pada Charlie ada yang ingin iya bicarakan, setelah Shania dan Charlie mandi dan makan malam. Mereka berbicara bertiga di ruang kerja Shania.
Sengaja memilih tempat tersebut agar apa yang mereka bicarakan tidak ada yang mendengarkan.
Setelah Amira mengutarakan keinginannya untuk bercerai dengan Charlie. Shania meminta Amira memikirkan nya kembali.
Shania juga mengatakan pada Charlie " jika Charlie memilih Amira untuk menjadi istri satu-satunya Shania tidak keberatan jika memang harus berpisah, "
Betapa terkejutnya Charlie mendengar Shania mengucapkan kata-kata yang baru saja iya di dengar.
Akhirnya Shania memutuskan pembicaraan malam ini cukup, Amira dan Charlie di minta untuk berpikir kembali sebelum mengambil keputusan.
Shania tidak mau baik Charlie dan Amira mengambil keputusan dalam kondisi terburu-buru.
Shania juga tidak mau egois, jika memang Charlie lebih memilih Amira, Shania akan melepas Charlie.
Shania tidak mau Charlie terpaksa memilih Shania karena rasa kasihan atau rasa apapun.