
Aku terlahir dari pasangan kekasih yang bernama Shania Kusumanida dan Kurnia Arganatha, Aku di lahirkan sebelum kedua Orang Tua Ku menikah.
Aku di besarkan oleh Bude, Kakak dari Mami Ku, Bude dan Pade merawat, mengasuh dan membesarkan Ku dengan penuh kasih sayang, Aku seperti Anak Kandung mereka sendiri, Aku bahkan tidak bisa menerima kenyataan saat Bude dan Pade yang biasa Ku panggil Ayah dan Ibu ternyata bukan Orang Tua Kandung Ku.
Cerita berawal dari sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta, sedang sayang-sayang nya, sedang kasmaran hingga tidak bisa menjaga batasan di antara keduanya, padahal saat itu kedua nya masih sekolah, kelas 1 SMU, bisa di bayangkan betapa rumit nya kehidupan mereka saat itu, Mami tidak bisa melanjutkan sekolah karena hamil, sedangkan Papi bisa melanjut kan sekolah namun harus pindah sekolah karena rasa malu.
Setelah melahirkan Ku, Mami mengikuti sekolah paket agar bisa mendapatkan ijazah dan bisa kuliah sesuai dengan cita-cita nya, ingin menjadi Arsitek.
Kedua orang tua ku tetap menjaga dan menjalin hubungan, mereka telah bertunangan tapi bukan menikah!!
Pertanyaan yang sering Aku tanyakan kepada Mami tapi tak kunjung ada jawaban nya hingga kini saat Aku sudah beranjak Dewasa.
Nama ku Shakurra Ekha Cinta, Shakurra nama gabungan dari kedua orang tua ku, Ekha Cinta artinya cinta pertama. Cinta yang kebablasan, cinta yang membawa ku terlahir ke dunia tapi tanpa status pernikahan.
Mami terlahir dari keluarga terpandang dan kaya raya, Kakek seorang pengusaha textile, sedangkan Nenek memiliki usaha konveksi terbesar di Jawa Barat. Kakek dan Nenek memang pasangan suami istri yang sangat konsisten di bidang usaha nya, usaha yang sangat berkaitan, saling menopang dan saling mendukung. Nenek mengambil bahan-bahan untuk konveksi dari pabrik textile Kakek, sementara Kakek sering meminta di buat kan desain untuk motif bahan textile nya.
Kedua nya sangat sibuk bahkan jarang sekali di rumah, Mami memiliki 3 saudara, Anak sulung yaitu Bude yang ku panggil Ibu, bernama Permata, Anak kedua Berliando Pade yang sekarang sudah menetap di Belanda dan Anak Ragil atau bungsu Mami ku.
Mas Kinan, Mas Kiano dan Kikho.
Karena Aku tinggal di keluarga yang dominan Anak laki-laki sikap dan kebiasaan ku layak nya seperti anak laki-laki yang terkesan cuek dan tomboy, Aku selalu ikut ambil bagian saat Ayah dan saudara laki-laki ku bermain bola, bahkan Ibu kewalahan saat mengajari ku memasak di dapur.
Aku sangat dekat dengan semua saudara ku, apalagi dengan Kikho, Aku bahkan sangat marah apabila ada yang mengganggu Kikho.
Usia ku dengan Kikho terpaut 4 tahun, Aku sangat menyayangi Kikho, sejak kecil Aku dan Kikho lebih sering bersama di rumah. Menunggu Ibu pulang selesai mengajar di sekolah, hari-hari kami selalu berdua di temani Mbak Atun asisten rumah tangga.
Kehidupan kami sangat lah bahagia, Ayah dan Ibu tidak pernah membeda kan kami, bahkan untuk segala sesuatu yang kita rencana kan kita bicarakan bersama seperti rencana liburan, jalan-jalan dan pergi ke tempat makan favorite, semua boleh memberikan usulan atau saran. betapa bahagia nya kami sampai saat itu tiba, saat Aku di beritahu tentang status ku sebenar nya.
# Mohon dukungan nya dari para pembaca semuanya#
di tunggu komentar, saran, like dan vote nya.
terima kasih 🙏