ShaKurra

ShaKurra
22. Episode 22



**Hai Readers


♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Selamat Membaca**.


Jadi ternyata selama ini Kiano dan Shakurra sudah menikah!


Wajar saja kalau mereka sangat berani melakukan hubungan intim layak nya sebagai suami istri.


Mereka tak mau saat mereka nanti nya tidak bisa mengendalikan dan mengontrol hawa napsu untuk berhubungan intim mereka belum terikat dalam pernikahan.


Arti nya hubungan yang mereka lakukan selama ini telah halal.


Sungguh di luar dugaan. Bagaimana kalau Kurnia dan Shania tahu.


.


.


.


Seperti apa yang di lihat mba Atun pagi hari tadi, hingga saat ini mba Atun masih terdiam.


Iya bingung, apa yang akan iya lakukan, apakah iya harus menelpon tuan dan nyonyah untuk memberitahukan semua yang telah iya lihat tadi pagi.


Mba Atun saat ini sedang membersihkan kamar mas Kiano, seperti biasa mengganti sprei dan selimut. Merapikan buku membersihkan dari debu.


" Bruuukkk... sebuah map plastik berwarna hitam jatuh dari tumpukan buku-buku, mba Atun lalu mengambil dan membersihkan nya, ada beberapa foto tercecer disana, mba Atun lalu mengambil foto tersebut dan melihat siapa yang ada di foto tersebut.


Betapa terkejut nya mba Atun saat melihat foto-foto akad nikah antara mas Kiano dan Shakurra, lalu mba Atun membuka map plastik berwarna hitam tersebut.


Dan mba Atun lebih terkejut lagi saat membaca isi selembar kertas tersebut yang menerangkan bahwa mas Kiano dan Shakurra telah menikah secara sirih atau secara agama.


Mba Atun berpikir suatu saat nanti ini akan jadi hal yang sangat penting. Mba Atun sangat dekat dengan Shakurra dan mas Kiano makanya iya sempat tidak percaya dengan apa yang iya pikirkan tadi pagi. Apalagi iya sudah melihat Shakurra dan mas Kiano sedang berhubungan intim layak sepasang suami istri.


Ada rasa lega di hati mba Atun saat mengetahui hubungan mas Kiano dan Shakurra telah SAH dan halal.


Kini mba Atun melanjutkan merapikan dan membersihkan kamar mas Kiano, selanjut nya mba Atun memasak lauk untuk makan siang.


Shakurra terbangun karena perut nya terasa lapar, iya lalu keluar kamar, " hmmm.... harum sekali, Shakurra melangkah pelan-pelan menuju dapur, sampai di dapur iya lalu memeluk mba Atun. mba Atun pun terkejut hingga merasa lemas, Shakurra buru-buru memberi air minum.


Setelah minum mba Atun menyelesaikan masakan nya lalu menghidang kan nya di atas meja.


" Silahkan makan non! ucap mba Atun


" Makasih mba, oh iya tadi dateng jam berapa mba? tanya Shakurra


" Jam 05:20 non, mba sudah sampai di rumah, ngucapin salam tapi gak ada yang jawab, ya udah mba nyelonong masuk kedalam


Shakurra terdiam, lalu berpikir jangan-jangan mba Atun melihat apa yang dilakukan nya dengan mas Kiano


" Hmmm... mba Atun ke kamar ku gak? tanya Shakurra agak ragu


" Iya non, tadi nya mba mau ambil baju kotor di kamar non tapi gak jadi karena non sedang! mba Atun menutup muka nya karena malu


" Sedang apa mba! muka Shakurra tampak cemas


" Sedang bergulat dengan mas Kiano, mba Atun lalu pergi ke dapur dengan wajah malu-malu.


" Astaga jadi mba Atun sudah melihat aku sedang bercinta dengan mas Kiano! Shakurra menggaruk-garuk kepala nya yang sebenarnya tidak gatal.


Bagaimana iya harus menjelaskan semua nya pada mba Atun, karena sangat lapar Shakurra memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa berpikir dengan jernih.