ShaKurra

ShaKurra
23. Episode 23



Sampek tuek we ra bakal tak culno


Meski yo wis ra wancine sayang-sayangan Nang kene


Siji-siji ne wong, Sing gawe ayeme ati gawe Urip ku seneng mesem samben bengi.


Shakurra tampak sedang menikmati alunan lagu dari sebuah Chanel YouTube.


Iya bahkan berusaha menterjemahkan arti dari lirik lagu tersebut.


Satu Tahun Kemudian.


Shakura yang kini sudah lulus SMU dan sudah kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di Jakarta, Shakurra sudah semester dua akhir.


Pertengahan Juli sudah memasuki semester tiga. Kiano sudah membeli rumah untuk tempat tinggal mereka.


Saat liburan nanti Kiano akan meresmikan pernikahan nya dengan Shakurra.


Kiano sudah berbicara dengan Ayah dan Ibu nya, awalnya ada ketengangan dan penolakan dari Ayah dan Ibu, namun Kiano dapat memberikan penjelasan sebagai laki-laki dewasa.


Bahkan Kiano bicara melalui video call dengan kedua orang tuanya. Akhirnya Ayah dan Ibu bisa memaklumi dan menyetujui pernikahan Shakurra dan Kiano.


Bahkan kakek dan nenek keluarga besar Mintho Hardjo menyetujui pernikahan ini.


terkecuali Shania, lagi-lagi iya yang membuat masalah baru di keluarga Minto Hardjo.


Kurnia sebagai Ayah biologis pun menyetujui pernikahan Kiano dan Shakurra


Shania akhir nya di panggil oleh kedua orang tua nya, untuk di nasihati mengenai masalah pernikahan Shakurra dan Kiano.


" Apa alasan mu Sha menolak pernikahan Kiano dan Shakurra? ucap pak Mintho Hardjo


" Lantas siapa laki-laki itu? ucap pak Mintho Hardjo


" Ya nanti, lama-lama Shakurra juga akan ketemu dengan laki-laki lain selain Kiano! mereka saudara sepupuh.


" Kamu sudah siap mempermalukan kami sebagai kedua orang tua, mempermalu kan keluarga besar kita? ucap pak Mintho Hardjo dengan nada yang lebih tinggi.


" Mempermalukan bagaimana maksud nya! muka Shania memerah menahan amarah nya.


" Shakurra itu tidak ada wali nikah, karena kalian tidak menikah! bagaimana kalau calon suami nya dari orang luar dan tau tentang ini semua? Saya sebagai kakek Shakurra merasa sangat bersyukur karena Kiano dan Shakurra akan menikah. Ucap pak Mintho Hardjo sambil mengelus dadanya.


" Apa kamu tidak memikirkan Sha, kalau Shakurra dapat jodoh lain, Ibu rasa keluarga nya akan keberatan dengan status Shakurra, ucap Ibu Shania.


Shania pun terdiam, iya hanya bisa menunduk, mungkin karena malu atau bisa jadi karena menahan amarah nya.


" Mau setuju atau tidak setujuh, saya sebagai kakek nya akan tetap menikahkan Shakurra dan Kiano! ucap pak Mintho Hardjo.


Kedua orang tua Shania dan Kurnia meninggalkan Shania seorang diri. Mereka tidak peduli apapun yang ada di pikiran Shania saat ini.


Shania meremas kain sofa dengan kencang, hingga kuku tangan nya patah. Iya seperti nya masih marah bahkan tidak menyetujui pernikahan Shakurra dengan Kiano.


Kakek dan Nenek memanggil Kiano dan Shakurra, nenek meminta agar Shakurra untuk sementara tinggal terpisah dengan Kiano.


Shakurra dan Kiano menyetujui, karena tinggal tiga bulan lagi mereka akan menikah, Kiano dan Shakurra bahkan sudah memesan gaun untuk ijab kabul dan resepsi.


Undangan pun sudah akan di pesan. Foto prawedding sudah selesai. Tapi untuk masalah gedung Resepsi dan Catering Pak Mintho Hardjo meminta pada Kiano dan Shakurra beliau yang akan mempersiapkan nya.


Kiano dan Shakurra pun menyetujui mereka tak mau melukai hati kakek dan nenek nya. Sementara Ayah dan Ibu, sudah mempersiapkan hadiah kejutan untuk Shakurra dan Kiano.