
Shania tampak kesal, di tendang nya tempat sampah yang berada di tepat di depannya.
Buuuk.... tempat sampah terguling dan isi nya berhamburan dimana-mana, Iya lalu meninggalkan ruangan kantor nya karena jam sudah menunjukkan pukul 7 malam.
Shania bergegas turun menuju tempat parkir kendaraan nya, iya melajukan mobil cukup kencang, melampiaskan rasa kesal nya pada Kurnia.
" Sial macet lagi, Shania mengacak-ngacak rambut nya
Bunyi klakson mobil secara bergantian, membuat Shania semakin kalut, saat lampu hijau menyala Shania bergegas menginjak gas dengan kecepatan tinggi, seperti pembalap yang sedang balapan,
" bruuukkk ..... braaaakkk..... kedebuuum, tabrakan pun terjadi.
Mobil Shania menabrak mobil di depan nya yang mendadak berhenti. Suasana jalanan semakin macet. Pengemudi di depan Shania pun turun dengan berkacak pinggang, iya menghampiri mobil Shania.
Laki-laki setengah tua itu bertubuh besar, tegap dan terlihat sangar.
" dok... dok.... keluar kamu, bentak iya sambil menggedor kaca mobil Shania
Shania pun keluar dari mobilnya, laki-laki itu terdiam saat melihat Shania
" Sabar Om, Anda tak perlu arogan, bukan kah anda yang berhenti mendadak tanpa ada kode
" Tapi nona mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, apalagi kondisi jalanan sedang padat begini
" Lantas sekarang mau nya apa? Tantang Shania dengan berkacak pinggang juga
Tak lama pihak kepolisian datang dan menengahi perdebatan ini. Polisi meminta kedua nya menepi kan mobil.
" Begini saja Pak Polisi, kebetulan saya sedang buru-buru anak saya buta, bisu dan tuli sedang tantrum, sementara di rumah hanya ada pengasuh dan ART, saya tidak bisa berlama-lama di sini, permisi
Shania memberikan kartu namanya dan begegas masuk ke mobil nya, tak lama mobil sudah melaju dan menghilang di antara banyak nya mobil di jalan raya.
Pihak kepolisian pun memberikan kartu nama kepada pengemudi yang bertabrakan dengan Shania.
" Begini saja Pak, kalo ada perkembangan kasus silahkan bapak melapor ke pihak kami
" Baik Pak, terima kasih, ucap bapak itu
Prof.Dr. Mintho Hardjo S.Pdi iya membelalakan mata nya, astaga apakah dia tadi putri nya Pak Mintho. Ternyata laki-laki itu kenal dengan ayah shania.
Shania tidak sadar kalau iya sudah salah memberikan kartu nama.
Shania tiba di rumah kak Tina kaget melihat mobil bagian depan hancur.
" Shania kamu baik-,baik saja kan?
" Iya kak aku baik-baik saja td ada insiden kecil di jalan, anak-anak gimana kak?
" Alhamdulillah sudah pada tidur
" Ya sudah, saya mandi dulu ya kak, tolong katakan pada bik Ratih untuk menyiapkan makan malam
" oke Sha... Kak Tina lalu menuju dapur, menyampaikan pesan dari Shania.
.
.
.
Sementara di tempat yang berbeda Kurnia sedang berbincang dengan Ayah di rumah sakit.
Malam ini Kurnia yang menjaga Ayah sementara Karina dan Ibu pulang dengan taxi online.
Ayah sudah tertidur, Kurnia lalu mengambil ponsel nya dari dalam tas pinggang nya. Di lihat nya banyak sekali panggilan tak terjawab dan beberapa pesan chat dari Shania.
Iya lalu membalas pesan chat dari Shania.
** Aku sedang di rumah sakit menjaga Ayah, aku baik-baik saja **
Kurnia juga mengirim foto Ayah yang sedang terbaring lemah, rupa nya Shania sudah tertidur pulas. Iya merasa sangat lelah hari ini.