ShaKurra

ShaKurra
Episode 10 ShakurrA



" Aku menyukai mu Sha


" Aku juga mas


Kedua nya kini saling berpelukan sangat erat, Kiano pun sudah mengigit bibir Shakurra ******* nya hingga kedua nya sama-sama terbuai dengan gejolak remaja.


Tangan mereka sudah bergerilya kesana kemari, memegang kedua gundukan mungil yang mulai mengeras.


Tanpa sadar kedua nya kini sudah bertelanjang dada.


" Sha... kenapa juniour ku menegang dan keras sekali


" Aku ga tahu Mas


Akhir nya Junior menumpahkan peluru nya, terlihat basah dari dalam celana boxer dan mereka pun berhenti bercumbu.


" Sha apakah kamu menyukai nya?


Shakurra hanya mengangguk, Kiano pun membersihkan diri ke kamar mandi, rasanya lega sekali setelah pelepasan itu.


Kiano akhir nya mengajak Shakurra ke kamar nya, mereka berdua membuka situs dan menonton film dewasa.


Keringat bercucuran, walau udara dingin, kedua nya pun sudah larut dengan adegan demi adegan film tersebut.


Kiano memeluk erat tubuh Shakurra, kini kedua nya benar-benar telah menyatu.


" Mas... Sakit jangan lakukan itu


Kiano menghentikan aksi nya, kini kedua nya terdiam.


" Maaf kan aku Sha? semua di luar kendali


" Iya mas, aku belum siap melakukan nya


" Kamu takut hamil?


" Hamil! aku bahkan belum menstruasi


" Lalu apa?


" Kita kan masih sekolah mas, percayalah aku milik mu mas, apa pun nanti nya akan ku berikan untuk mu


Kedua nya saling berpelukkan dan akhir nya tertidur pulas hingga pagi.


.


.


.


" Mas.... bangun ayo mandi?


" Mandi bareng, ayo aku mau


" Sendiri-sendiri dong!


" Ga aah bareng aja


Hal yang di lakukan kedua orang tua Shakurra terulang kembali pada anaknya.


Selesai mandi mereka pun sarapan bersama, lalu duduk teras.


Ayah menelpon mau minta di bawakan apa, Kiano menjawab apa saja yang penting enak.


Dua jam berikut nya semua sudah sampai di rumah, Ayah dan Ibu tampak heran melihat wajah Shakurra tampak ceria.


" Syukurlah putri ayah dan ibu sudah ceria lagi


" Semua berkat pangeran tampan ku, tangan Shakurra menunjuk ke arah Kiano


" Pangeran kodok kali, ucap mas Kinan sambil tertawa


" Ayah, Ibu, pokoknya Shakurra tetap tinggal disini ya? walaupun nanti Ayah udah pindah tugas ke luar negeri


" Iya sayang, Ayah dan Ibu memeluk Shakurra


" Ayo makaaaan, ucap Kikho sambil memegangi perut nya.


Sontak semua nya tertawa melihat tingkah laku Kikho.


" Silahkan hidangan sudah siaaap, mbak Atun datang dengan membawa potongan buah segar


Makan siang terasa lebih nikmat kali ini karena semua tersenyum dan ceria.


Tapi ada ha yang tidak di ketahui Ayah dan Ibu, hubungan asmara antara Shakurra dan Kiano


Gejolak Remaja yang sulit di bendung. Ya Tuhan, perlunya pengawasan orang tua agar bisa mengetahui hal-hal yang sulit di prediksi oleh akal dan pikiran orang tua.


.


.


.


Sementara di tempat lain Shania dan Kurnia masih bertengkar membahas pertemuan keluarga semalam.


Mereka menyalahkan satu sama lain, belum lagi kabar Ayah mertua sedang sakit keras, Kurnia harus pulang kampung.


Shania tidak mendapat ijin cuti dari kantor, sementara ibu mertua nya, meminta Shania ikut pulang kampung.


" Sudahlah Mas, terserah apa kata Ibu, aku benar-benar tidak dapat cuti


" Ya sudah, jika pekerjaan lebih penting dari segala nya


Braaaakkkk....


Suara bantingan pintu kamar, Kurnia keluar dengan wajah menahan amarah.


Shania hanya bisa terduduk lesu di sudut tempat tidur, buliran air mata menetes hingga akhir nya tangisan pun tumpah.


# Di tunggu Saran, komentar, like dan vote nya


Terima Kasih